Menyoal Penolakan Konser Cita Citata di Nagan Raya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menyoal Penolakan Konser Cita Citata di Nagan Raya

Foto Menyoal Penolakan Konser Cita Citata di Nagan Raya

PENOLAKAN konser Cita Citata beberapa minggu lalu oleh sebagian masyarakat Nagan Raya menjadi topik hangat di beberapa media massa. Bahkan, tulisan-tulisan status di beranda facebook juga diisi dengan beragam komentar miring terhadap rencana pelaksaan konser artis Nasional itu.

FPI sebagai ormas Islam secara tegas menolak pagelaran show Cita Citata, mereka beralasan bahwa pelaksaan konser tersebut melanggar UU Syariat Islam. Penolakan juga mengalir dari beberapa organisasi lain, sebut saja salah satunya dari Ipelmasra Banda Aceh. MPU Nagan Raya juga memiliki pandangan yang sama terkait banyaknya mudharat bila pagelaran tersebut jadi.

Tentu saja semua orang sepakat bahwa konser Cita Citata tidak layak diadakan di nanggroe meuadat, apalagi track record artis yang dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Sehingga dengan alasan syariat Islam konser tersebut dibatalkan, dan saya sebagai putra Nagan turut berbahagia sekali atas pembatalan konser itu.

Namun bila bicara syariat Islam, tentu saja kita harus adil. Tidak pandang bulu, apakah itu artis Nasional, artis lokal bahkan orang dari gampong kita sekalipun wajib diperlakukan dengan cara yang sama. Budaya luar, budaya dalam, semuanya harus sesuai dengan syariat Islam.

Hal inilah yang membuat saya berpikir, bila konser Cita Citata ditolak, lalu bagaimana dengan konser-konser lain? Bagaimana dengan pertujukan tari Meuseukat? Tari Rapai dan tarian-tarian lain, yang menurut saya juga tidak sesuai dengan syariat Islam? Seharusnya ini juga mendapat perhatian yang sama, semoga ke depan Nagan Raya akan semakin baik. Amin.

Sirajuddin
Mantan ketua Departemen Hubungan Lembaga dan Organisasi IMAPA Jakarta. Email: [email protected] (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id