25 PNS Terancam Dipotong TPK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

25 PNS Terancam Dipotong TPK

Foto 25 PNS Terancam Dipotong TPK

* Puluhan PNS di Nagan Raya tak Masuk Kantor

BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan sedikitnya ada 25 pegawai negeri sipil (PNS) di 45 Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang terancam pemotongan uang tunjangan prestasi kerja (TPK) sebesar 50 persen. Kebijakan ini diambil lantaran para PNS tersebut tak masuk kerja pada hari pertama setelah cuti bersama dan libur Idul Fitri 1437 H atau tidak mematuhi surat edaran bupati.

“Sesuai dengan surat edaran bupati, para PNS yang tidak masuk kerja atau menambah libur tanpa keterangan, mereka harus dipotong TPK,” kata Sekda Abdya Ramli Bahar didampingi Kabag Orpeg Setdakab Abdya Azwar kepada wartawan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah instansi, Senin (11/7). Menurut Ramli tingkat kehadiran PNS pada hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama mencapai 98 persen. Selain 25 orang PNS, tambahnya, dalam Sidak yang dipimpin Kepala Inspektorat Abdya Jufri Dani beserta para Asisten juga menemukan 128 non PNS dan belasan PNS sakit.

“Bagi non PNS, sanksinya akan diberikan oleh pimpinan, karena mereka yang berhak menentukan. Kalau pemotongan TPK bagi PNS sudah diatur sehingga harus kita jalankan,” ungkap Sekda Abdya. Ramli berharap para PNS dan non PNS agar meningkatkan disiplin kerja, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayananan masyarakat.

“Dengan diberikan sanksi ini, kita berharap para PNS lain bisa terus termotivasi dalam bekerja, dan bagi para PNS yang dikenakan sanksi ini bisa menjadi pelajaran, bahwa siapa pun dia yang melanggar aturan tetap diberikan sanksi,” tegasnya.

Sedangkan dari Nagan Raya dilaporkan Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya HT Zamzami Ts melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa instansi pascaapel perdana di halaman kantor bupati kemarin. Hasil Sidak menyatakan tingkat kehadiran PNS mencapai 95 persen. Menurut sumber Serambi PNS yang pada hari pertama kerja tidak masuk kantor mencapai puluhan.

“Bagi PNS yang tidak masuk kerja hari pertama setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H, kita panggil dan saya pastikan diberikan sanksi tegas,” kata Sekda didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan M Junid serta Kepala BKPP Zakaria. Kepada para PNS tersebut, katanya, akan diberikan sanksi antara lain penundaan kenaikan pangkat. Namun bagi PNS yang sakit atau sedang melaksanakan tugas keluar daerah sanksi tidak berlaku.

Sementara itu di Aceh Selatan banyak pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Aceh Selatan yang terpantau berkeliaran dan mangkal di luar kantor saat jam kerja. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Nasjuddin saat dikonfirmasi Serambi memaklumi hal tersebut karena hari pertama kerja dan masih dalam suasana lebaran.

“Secara umum tingkat kehadiran PNS di lingkungan Pemkab Aceh Selatan sudah bagus, hampir 100 persen hadir. Tadi pagi bapak bupati langsung memimpin apel dan mengabsen PNS yang hadir di masing-masing dinas, badan dan kantor. Alhamdulillah hampir seluruhnya hadir,” katanya kepada Serambi, Senin (11/7). Nasjuddin menyebutkan hanya ada sekitar sepuluh PNS yang saat diabsen usai apel tidak lagi berada di lapangan.

Namun saat berlangsung apel mereka dipastikan hadir. Menurutnya, mereka keluar dari barisan saat berlangsung absensi karena cuaca panas. “Bisa saja mereka bubar barisan karena cuaca panas dan mencari warung untuk beli air,” ungkapnya.(nun/edi/tz) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id