Pengunjung ke Sabang Meningkat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengunjung ke Sabang Meningkat

Pengunjung ke Sabang Meningkat
Foto Pengunjung ke Sabang Meningkat

* ASDP Datangkan KMP Papuyu

SABANG – Jumlah pengunjung ke Kota Sabang hingga Minggu (10/7) terus meningkat. Begitu sebaliknya pengunjung yang kembali setelah berliburan di Pulau Weh itu juga mulai membludak. Untuk mengatasi lonjakan penumpang dan kenderaan itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mendatangkan KMP Papuyu untuk membantu penyeberangan penumpang disamping KMP BRR dan KMP Tanjung Burang.

Pantauan Serambi, meski loket tempat penjualan tiket pemberangkatan kapal cepat dan kapal lambat di Pelabuhan Balohan, Sabang, dibuka pukul 07.00 WIB, namun sejak subuh pada Minggu (10/7) kemarin ribuan calon penumpang sudah antrean di depan loket. Mereka rela berdesak-desakan hingga beberapa jam di ruang tunggu itu demi untuk mendapatkan tiket pemberangkatan ke Ulee Lheue, Banda Aceh.

Sementara ratusan kenderaan roda dua dan roda empat terlihat sudah mengantre di parkir pelabuhan menunggu giliran pemberangkatan. Sebagian besar kenderaan yang mengatree itu merupakan kenderaan yang masuk ke pelabuhan sejak Sabtu sore.

Kasubag TU UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Agustiar SST Mar, kepada Serambi mengatakan, dalam tiga hari terakhir ini aktivitas di Pelabuhan Peneyeberangan Balohan sangat sibuk. Ini terjadi disebabkan karena jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang kembali ke Banda Aceh setelah berliburan di Pulau Weh, meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Diakui juga meski jumlah meningkat, tapi jumlah pengunjuang yang berlibur lebaran ke sabang kali ini menurun dibandingkan tahun lalu.

Meski jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang kembali ke Ulee Lheue setelah menikmati liburan di Pulau Weh sangat tinggi, namun sejauh ini belum ada penumpang yang tertinggal. Hanya saja puluhan mobil ratusan kenderaan roda dua yang masih atrean menunggu giliran pemberangkatan, meski pada Minggu kemarin PT ASDP mendatangkan KMP Papuyu untuk membantu KMP BRR dan KMP Tanjung Burang melayari pelayaran Sabang-Ulee Lheue.

“Semua penumpang mampu teratasi dengan beroperasi dua kapal cepat KM Express Bahari 8B dan Express Bahari 2F masing-masing berlayar dua trip, serta KMP BRR dan KMP Tanjung Burang berlayar masing dua trep ditambah KMP Papuyu satu trip,”katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Misdaryanto, jumlah mobil yang antre untuk berangkat ke Sabang semakin bertambah. “Kini kenderaan roda empat yang antre menunggu giliran untuk diseberangkan ke Sabang mencapai seratusan unit. Sebagian mobil-mobil tersebut sudah antre sejak Jumat lalu,”katanya.

Disebutkan, jumlah penumpang kapal KMP BRR dan Tanjung Burang masing-masing di atas 500 orang. Kondisi tersebut katanya masih terkendali, sebab KMP dapat berangkat hingga pukul 21.00 WIB, sedangkan kapal cepat mampu menampung penumpang secara maksimal yaitu 450 orang.

Selain banyak warga Sabang yang kembali sehubungan berakhirnya liburan lebaran, terjadinya penumpukan kenderaan roda empat itu juga disebabkan karena masih tingginya pengunjung dari luar daerah yang datang ke daerah destinasi wisata tersebut. “Para pengunjung yang rata-rata dari Medan, itu mereka libur hingga 18 Juli 2016,”katanya.

Meski pengunjung yang datang berliburan ke Sabang pada musim liburan Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah sangat tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya, namun tidak semua hotel dan penginapan di daerah destinasi itu terisi penuh. Kamar-kamar di penginapan itu hanya terisi 70 persen.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Perwakilan Kota Sabang, Teuku Indra Yoesdiansyah SKm, menurunnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel dan penginapan lainnya pada musim liburan lebaran tahun ini, disebabkan karena berkurangnya jumlah pengunjung yang datang ke Sabang.

Berkurangnya jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Weh itu dibandingkan dengan tahun sebelumnya itu, disebakan pawa wisata itu enggan datang karena transportasi laut belum memadai. Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk menambah satu unit lagi kapal lambat sebesar KMP BRR.”Para wisata itu trauma dengan peristiwa tah0un lalu, karena mobilnya harus atrean berhari-hari di Balohan. Agar para wisatawan itu bisa nyaman, maka pemerintah harus menambah satu unit lagi transportasi laut sebesar KMP BRR,”katanya.(az/fit) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id