Pertahankan Ketakwaan, Lanjutkan Kemenangan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pertahankan Ketakwaan, Lanjutkan Kemenangan

Foto Pertahankan Ketakwaan, Lanjutkan Kemenangan

Hari ini, 6 Syawal 1437 Hijriah, kita masih dalam suasana Idul Fitri. Di sisi lain, ini hari pertama Harian Serambi Indonesia terbit kembali setelah libur panjang Lebaran. Jadi, belum terlalu terlambat bila atas nama korporat kami ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Mustahil dalam setahun berlalu kami menerbitkan koran ini tanpa khilaf dan salah. Tak mungkin pula rasanya mengelola bisnis media tanpa cacat dan cela, tanpa menyinggung perasaan narasumber, relasi, ataupun pembaca. Untuk semua itu, pada momentum hari baik bulan baik ini kami mohon dibukakan pintu maaf. Selamat merayakan hari kemenangan, semoga kita meraih predikat takwa, setelah sebulan penuh iman dan amalan kita ditempa dan diuji dalam madrasah Ramadhan.

Bila seusai Ramadhan ini, atas seizin Allah kita menjadi pribadi yang bertakwa, jangan kira tugas dan tantangan insaniah kita berakhir sudah. Justru tantangan pada sebelas bulan ke depan sangatlah berat. Yakni, menjaga dan mempertahankan kualitas ketakwaan agar tidak turun atau merosot justru pada saat Allah tak lagi membelenggu iblis, sang penggoda manusia.

Setelah meraih kemenangan, jangan pula ujub (bangga), apalagi takabur. Sadarilah bahwa setan tak akan pernah berhenti menggoda dan memperdaya manusia untuk kembali berbuat dosa. Tak ada jaminan orang yang berpuasa sebulan penuh tak lagi digoda. Setan hanya punya satu misi, yakni menjerumuskan umat manusia ke api neraka sebanyak-banyaknya.

Jadi, janganlah kita menjadi pribadi yang lemah iman dan menjadi bagian dari kemungkaran. Jangan pula memakmurkan hal-hal yang mungkar. Jangan bermaksiat dan menentang perintah Allah walau sedetik pun. Jangan sia-siakan ibadah puasa kita maupun kualitas keimanan yang sudah kita capai dengan berpuasa.

Ingat, ada ibadah yang belum selesai dengan berakhirnya Ramadhan. Misalnya, membaca Quran, menunaikan Witir sebagai shalat sunah yang paling dianjurkan, bersedekah, membayar zakat, dan memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah. Hal-hal positif ini harus terus kita lanjutkan agar kemenangan kita berlanjut.

Puasa juga telah menempa kita menjadi pribadi yang disiplin. Disiplin waktu maupun disiplin dalam memilah sumber nafkah. Kedisiplinan ini harus kita perpanjang cakupannya, sehingga dalam bekerja pun kita harus disiplin waktu, tidak neko-neko, dan hanya membawa pulang rezeki yang halalan thayiban untuk anak dan istri di rumah.

Prinsip-prinsip amaliah ini harus kita pertahankan di luar Ramadhan dan Syawal, sehingga predikat muttaqin yang insya Allah dapat kita raih, mampu kita pertahankan.

Tugas terberat kita sebagai insan yang telah ditempa dalam madrasah Ramadhan adalah menjaga kualitas ketakwaan dan melanjutkan kemenangan sebagai insan yang fitri. Insan yang selalu takut dan merasa diawasi Allah dalam segala tindak tanduknya. Insan yang sadar sepenuhnya bahwa sekecil apa pun kemungkaran dan kebatilan yang ia perbuat di dunia, kelak akan dipertanggungjawabkan di Mahkamah Ilahi. (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id