Begini Penuturan Dian Pelangi Saat Peristiwa Bom di Madinah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Begini Penuturan Dian Pelangi Saat Peristiwa Bom di Madinah

  • Reporter:
  • Selasa, Juli 5, 2016
Begini Penuturan Dian Pelangi Saat Peristiwa Bom di Madinah
Foto Begini Penuturan Dian Pelangi Saat Peristiwa Bom di Madinah

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Umat Muslim di seluruh dunia terhenyak dengan kabar adanya bom bunuh diri yang terjadi di dekat Masjid Nabawi di Madinah ketika aparat keamanan tengah berbuka puasa pada Senin (4/7/2016) seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Meskipun kepanikan sempat terjadi, tapi menurut penuturan Dian Pelangi, desainer busana muslim yang sedang berada di Madinah, tidak ada rasa takut yang melanda para jamaah yang sedang beribadah. Hal ini dituangkan Dian lewat postingan di akun instagram pribadinya @dianpelangi yang hingga kini pukul 11.24 WIB telah mendapat 23.774 likes.

Dian sempat menggambarkan bagaimana suasana berbuka puasa yang dilakukan para jamaah di Masjid Nabawi.

“Menjelang waktu berbuka, para jamaah di Mesjid Nabawi menggelar plastik panjang di tiap shaf untuk diletakkan makanan. Orang membagikan kurmamuda, air zam-zam, susu dan roti gandum. Ketika sedang berbuka, tiba tiba ada suara dentuman dari luar. Tak lama kemudian suasana yang tadinya damai jadi ramai. Seperti ada kepanikan,” tulisnya.

Muslimah muda yang masuk dalam daftar 500 nama berpengaruh dalam dunia fesyen menurut Business of Fashion Magazine ini pun mengungkapkan sempat panik saat mendengar dentuman itu. Bahkan dia sempat menanyakan hal itu pada orang di sekitarnya.

“Saya bertanya ke sebelah saya,”what’s wrong sister? Dia menjawab “They have announced that tomorrow is Eid, so we dont need to do tarawih tonight and no fasting for tomorrow.. Eid Mubarak! Kaget, suasana jad tambah ramai. Orang orang bangun dari duduk, berpelukan, menangis, berdoa, berjabat tangan. Terdengar orang2 berkata “Eid Mubarak! – Eid Mubarak!”.

Dia bahkan mengatakan, tidak ada firasat apapun. Bahkan ba’da maghrib, dirinya sempat mengupdate bahwa besok 5 Juli (Red – Hari ini) mereka akan berlebaran.

Namun ternyata, Dian baru tahu kalau sebenarnya dentuman itu adalah bom ketika sampai di hotel. Saat itu dia mengecek IG.

“Saya cek IG ada berita bom. Cek portal berita, TV semua bilang ada bom. Banyak mobil polisi berjaga di sekitar jalan. Apa karena isu bom? Sempat nggak percaya. Lha wong saya di dalam mesjid tidak tahu apa-apa. Suasana aman, tak ada kepanikan, kegaduhan layaknya orang kalau mendengar berita bom pasti gaduh sibuk mengamankan diri. Sholat berjalan seperti biasa, tarawih sama nikmatnya, orang2 duduk lalu lalang tadarus i’tikaf, tidak ada tanda ketakutan,” tulisnya.

Dian pun menumpahkan keharuannya tentang keadaan orang sekitar yang menurutnya mengira dentuman itu adalah tanda berakhirnya Ramdhan.

“Mereka langsung bersalaman dan saya langsung update IG, salahsaya tidak tabayyun dulu. Maaf ya.. tapi tak ada ketakutan, seolah orang berfikir Kami tidak takut . Kalaupun mati, pun kami mati di dekat Rasulullah, di dekat para sahabat Rasulula, di kota yang paling dicintai Rasulullah – Mereka yang mengusik ketenangna malam terakhir Ramadhan itu tak tau. Seandainya mati pun, we achieved life right where we wanted. Ada kepercayaan luar biasa bahwa perlindungan hanya dari Allah,” jelasnya dalam postingan yang cukup panjang dengan empat potongan kisah.

Kontan, postingan bagian ketiga ini pun mendapat respon banyak dari follower yang turut terharu akan apa yang dirasa orang-orang disana.

Seperti yang disebutkan @nisha2988 – Allahuakbar merinding baca captionnya bahwa kita umat muslim #tidaktakut dengan ancaman apapun kita yakin ada Allah yang akan selalu menlindungi kita.

Postingan dari Dian pun menjadi informasi yang sangat berarti bagi salah satu followernya karena sang keluarga akan berangkat ke Madinah.

@alvirsyd mengatakan “Masyaallah..sempet khawatir karna orang tua insyaallah berangkat kesana. Tapi jadi lega abis baca ini J absolutely right!

Dalam postingannya pun, dian menyampaikan bahwa dia dan keluarga dalam keadaan baik. Semua ketakutan dan kepanikan terkalahkan dengan antusias menyambut lebaran besok.

“Insyaallah…jangan terprovokasi atau terpengaruh..Mungkin ada yang memanfaatkan momen ini untuk memprovokasi. Fokus maksimalkan ibadah di hari terakhirRamadhan, make the most of it #kamitidaktakut,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa jam sebelumnya, bom bunuh diri juga terjadi di dekat konsulat AS di kota Jeddah serta di Qatif dimana ada sekita dua ledakan yang menghantam dekat sebuah mesjid Syiah. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id