Tak Mempan Disantet, Istri dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami

oleh

Uri.co.id – Salman (42) warga jalan Batin Bertuah Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Riau ditemukan tewas dibunuh didalam kamarnya.

Korban Salman tewas setelah dibunuh oleh pembunuh bayaran saat tertidur pulas di rumahnya.

 Nahasnya, pelaku pembunuh bayaran itu merupakan suruhan Rifina (31) yang tidak lain merupakan istri korban.

Melansir  Pekanbaru, Salman ditemukan meninggal dunia pada Senin (13/5/2019) lalu sekitar pukul 05.00 WIB subuh.

Salman ditemukan tewas dengan kondisi luka tusuk di bagian perut dan Kepala bagian belakang serta wajah mengalami luka.

Mulanya, korban tewas diduga akibat korban pencurian dengan kekerasan.

Sebab, istri korban yakni Refina sempat berteriak minta tolong dan melaporkan kasus tersebut keaparat kepolisian.

Namun, ada berbagai kejanggalan saat polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo mengatakan, dari keterangan saksi yakni istri korban Minggu malam korban sempat keluar rumah dan bermain kartu di warung.

Kemudian dini hari pulang ke rumah dan langsung makan di dapur.

“Istri korban mengatakan habis makan korban langsung tidur di kamarnya. Sementara istri korban tidur di ruang tengah bersama anak anaknya,” terang Kapolsek.

“Sekira pukul 05.00 WIB subuh istri korban terbangun dengar suara azan subuh. Kemudian istri korban membangunkan Salman untuk pergi kerja, Namun Rifna terkejut saat masuk ke dalam kamar melihat bercak darah didinding dan melihat korban sudah meninggal dunia,” ujarnya dikutip Uri.co.id dari Uri.co.id.
S

Istri Bunuh Suami di Mandau Riau, (istimewa/ Pekanbaru)

Selain korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan, kamar mereka juga dalam keadaan berantakan.

“Melihat kondisi berantakan Rifna langsung memeriksa lemarinya 2 buah cincin dan 1 kalung emas telah hilang. Sementara kondisi keluar pintu dapur juga telah terbuka saat istri korban keluar kamar,” tambahnya.

Melihat kondisi ini istri korban langsung memanggil tetangganya. Kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mandau.

Petugas mendapat informasi ini langsung menuju tempat kejadian. Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengamankan TKP serta memeriksa saksi saksi.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, terungkap jika otak pelaku pembunuhan tidak lain adalah istri korban sendiri.

Rifna (31) ternyata merencanakan sejak awal pembunuhan suaminya.

Pengungkapan tersebut setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan bukti kuat yang mengarah pada istri korban.

Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahamanto kepada , Kamis (16/5) siang menjelaskan, petugasnya yang melakukan penyedikan menemui kejanggalan saat melakukan olah TKP pertama.

“Untuk mengungkap kejanggalan ini tim Polsek Mandau kembali melakukan olah TKP kedua Rabu kemarin. Olah TKP kedua ini dipimpin langsung Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo bersama Kanit Reskrim Polsek Mandau,” Kata Yusup.

Selain melakukan olah TKP ulang petugas juga melakukan introgasi ulang saksi saksi yang dekat dengan korban dan TKP pembunuhan.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan ulang ini akhirya petugas menemukan petunjuk baru.

Di mana penyidik menemukan bungkusan plastik yang berisikan tiga helai kain lap yang sudah kotor dan ada bercak darahnya.

Bungkusan plastik ini ditemukan di tempat pembuangan sampah dibelakang rumah.

“Kita langsung mempertanyakan ini, karena pada olah TKP awal lalu tidak ada di situ. Namun jawaban saksi yakni istri korban tidak jelas dan mencoba berkelit,” kata Kapolres.

Karena sudah tidak dapat alasan mengelak sejumlah pertanyaan petugas akhirnya Rifna mengakui perbuatannya yang menyuruh orang lain melakukan pembunuhan terhadap suaminya.

Tak hanya itu, rupanya istri korban menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya.

Istri korban menyusuh 2 orang temannya dengan bayaran Rp 25 juta untuk membunuh Salman.

Santet Tak Mempan

Pembunuhan terhadap Salman (42) warga Pematang Pudu kecamatan Mandau ternyata bukan tanpa alasan. Dugaan pembunuhan terhadap korban dilakukan oleh istrinya sendiri dikarena peselingkuhan.

Istri korban mengeluh kepada selingkuhanya diketahui berinisial AN sering diperlakukan kasar oleh Suaminya.

“Istri korban ini selingkuh kemudian mengadu kepada selingkuhannya sering diperlakukan kasar oleh suaminya, dan meminta mencarikan dukun untuk menyantet korban,” terang Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto.

Kemudian Rifna dikenalkan oleh Selingkuhanya kepada Honas yang merupakan karyawan sebuah perusahaan di Duri.

Saat bertemu dengan Honas yang mengaku dukun ini Rifna ditemani rekannya Avwita.

“Saat bertemu Honas memberikan remasan jeruk purut yang sudah dimantra. Agar diberikan kepada suaminya agar terkena santet,” Kapolres.

Namun setelah dua hari anjuran Honas tidak berefek terhadap suami Rifna.

Kemudian Rifna kembali mendatangi Honas mempertanyakan ramuannya tidak berdampak.

“Dia juga meminta agar Honas untuk meminta agar segera membunuh suaminya. Namun awalnya Honas menolak melakunya,” terangnya.

Namun setelah dibicarakan mereka berdua akhirnya Honas mau melakukan pembunuhan dan meminta upah sebesar Rp 25 juta.

Rifna pun menawarnya dengan bayaran Rp 10 juta hingga keduanya pun sepakat.

Namun, pemayaran kepada pelaku tidak dilakukan secara kontan melainkan dengan cara dicicil.

“Rifna meminta kurang menjadi sepuluh juta dengan pembayaran secara dicicil bayaran awal Rp 3 juta. Sisanya akan di bayarkan apabila BPJS kematian suaminya sudah keluar,” jelas Kapolres.

Uang 3 juta tersebut dibayarkan Rifna hasil penjualan emas yg dilaporkan hilang saat pembunuhan Salman.

Polisi pun akhirnya meringkus Honas ditempat kerjaannya.

“Pelaku sempat melakukan perlawanan dan terpaksa dilumpuhkan petugas,” kata Kapolres.

Setelah berhasil dilumpuhkan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut.

Pelaku melakukan perbuatannya karena dijanjikan mendapat imbalan setelah membunuh suami korban.

Dari Honas ini sejumlah alat bukti yang digunakan untuk membunuh korban ditemukan.

Di antaranya berupa satu buah batu gilingan cabe sebagai alat untuk memukul kepala korban, serta sebilah pisau dapur milik tersangka.

“Barang bukti yang diamankan yakni bantal sebagai alat untuk menutupi wajah korban agar tidak bersuara,” pungkasnya.

Simak video ini: 

 Uri.co.id  Suami Tewas Dibunuh Setelah Tak Mempan Disantet, Istri Bayar Upah Pembunuh Bayaran dengan Dicicil ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!