Sekretaris BPBD Aceh Tengah Bantah Soal Pernyataan Mengkerdilkan Petugas Damkar

oleh

Uri.co.id, TAKENGON – Sekretaris BPBD Aceh Tengah, Mauiza Uswa, Jumat (17/5/2019) menyampaikan klarifikasi soal pernyataannya yang dianggap meremehkan petugas pemadam kebakaran sehingga berujung pada aksi protes yang dilakukan oleh seratusan petugas, Kamis (16/5/2019) malam.

Menurut Mauiza Uswa, timbulnya aksi protes dari petugas damkar karena salah dalam memaknai bahasa yang disampaikan.

“Saya hanya mengatakan, kalau Damkar adalah salah satu unit kecil dalam struktur BPBD. Bukan berarti mengkerdilkan, apalagi sampai meremehkan damkar,” kata Mauiza Uswa.

Menurut Mauiza Uswa, pihaknya sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan para petugas damkar karena yang disampaikan berkaitan dengan struktur atau unit-unit yang ada di tubuh BPBD.

“Mungkin, apa yang saya sampaikan tersebut, diartikan lain atau dianggap meremehkan damkar. Tidak mungkin saya bersikap seperti itu,” ungkapnya.

Diceritakan Mauiza Uswa, awal terjadinya kesalahpahaman itu, pada saat adanya simulasi dan sosialisasi pemadaman kebakaran di Bank BRI Cabang Takengon.

Namun pihak Bank yang melibatkan personel damkar tidak melayangkan langsung surat ke BPBD sebagai instansi induk pemadam kebakaran.

“Pada saat itu, saya hanya meminta agar pihak Bank bisa melayangkan surat langsung ke BPBD, sebagai instansi induk dari Damkar. Nanti baru, pihak BPBD yang akan menunjuk siapa petugas yang diarahkan ke simulasi itu. Bukan berarti petugas atau damkarnya yang dikecilkan. Ini semua salah paham,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Sekretaris BPBD Aceh Tengah ini, setiap ada simulasi yang melibatkan personel BPBD, mulai dari petugas damkar, atau tim reksi cepat (TRC), harus ada prosedur yang dilewati sebagai bentuk tertib administrasi.

“Tujuan saya, meminta surat dilayangkan ke BPBD, sebagai upaya tertib administrasi, agar simulasi yang dilakukan tidak terkesan illegal,” ujarnya.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!