Kritis Terhadap Kebijakan Kepala Sekolah yang Dinilai Merugikan Murid, Siswa SMA Ini Tak Diluluskan

oleh

Uri.co.id – Euforia kelulusan tengah dirasakan semua siswa SMA, terkecuali Aldi Irpan, murid SMAN 1 Sembalun Lombok Timur.

Seorang siswa SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, Aldi Irpan harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya dinyatakan tidak lulus ujian.

Bukan karena nilai Aldi Irpan yang jelek atau di bawah rata-rata, ketidaklulusan siswa kelas XII jurusan IPS ini diduga akibat sikap kritisnya pada kepala sekolah.

Uri.co.id mengutip dari Kompas.com, Aldi Irpan mengkritik kebijakan kepala sekolah yang dinilai merugikan para siswa.

Melalui akun media sosialnya di Facebook Aldi Irpan memprotes sikap kepala sekolah yang memulangkan salah satu siswa karena terlambat sekolah.

Seolah tidak terima dengan keputusan kepala sekolah tersebut, Aldi pun menjelaskan bahwa rekan siswanya tersebut terlambat karena harus berjuang melewati jalan rusak dan longsor untuk berangkat sekolah.

“Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami pendidikan diperuntukkan untuk siswa bukan untuk dipersulit, tolong lihatlah perjuangan kami….. Salam Demokrasi”.

Unggahan Aldi Irpan di Facebook (Facebook)

Berikut fakta lain dari Aldi Irpan, siswa kelas XII jurusan IPS, SMAN 1 Sembalun Lombok Timur.

1. Dinyatakan Tak Lulus Diduga Karena Terlalu Kritis

Senin (13/5/2019) seharusnya menjadi kabar bahagia untuk Aldi, namun justru sebaliknya, dirinya malah tidak diluluskan.

Aldi pun menuturkan bahwa nilai yang ia dapatkan sebnarnya tidaklah jelek, bahkan seharusnya ia tercatat peringkat kedua di jurusannya tersebut dengan total nilai 192.

“Saya tidak lulus karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya,” kata Aldi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (16/5/2019).

2. Dipanggil Kepala Sekolah Gara-gara Status di Facebook

Akibat satatus yang ia tulis di Facebook, Aldi harus menghadap ke kepala sekolahnya.

Sang kepala pun menanyakan alasan mengapa dirinya menuliskan status tersebut di media sosial.

Aldi yang berpikiran kritis ini pun menyampaikan pendapatnya tentang kebijakan sekolah yang tidak berpihak pada siswa.

Selain memulangkan siswa yang terlambat karena harus berjuang melewati jalan rusak akibat longsor, Aldi juga mengungkapkan kebijakan kepala sekolah lainnya yang dinilai merugikan para siswa.

Kepada Kompas.com, Aldi juga mennceritakan bahwa kepala sekolah pernah melempar rekannya yang bernama Holikul Amin hanya karena menggunakan jaket dilingkungan sekolah.

Bukan tanpa sebab rekan Aldi tersebut mengenakan jaket, hal ini karena cuaca di Sembalun sangat dingin.

“Padahal, ketika itu kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah. Banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak sesuai dan tidak adil, tetapi kawan-kawan saya tidak berani mengutarakan. Saya berani mengutarakannya demi kawan-kawan saya,” kata Aldi.

3. Diancam dan diminta Pindah Sekolah

Aldi menceritakan saat berada di dalam ruangan kepala sekolah, dirinya ditanya apa yang menjadi keinginannya.

Dan jawaban Aldi pun sederhana, ia menginginkan agar peraturan sekolah yang tidak sesuai dapat dirubah.

Rupanya jawaban Aldi membuat kepala sekolah menjadi emosi dan mengancamnya untuk tidak meluluskannya, dan memintanya untuk pindah sekolah.

“Saya akan dibiayai jika mau pindah sekolah. Tapi saya menolak tetap tidak mau karena saya akan ujian. Kepala sekolah mengancam tidak akan meluluskan. Saya tetap menolak. Kepala sekolah akhirnya mengatakan terserah kamu, saya sudah menyerah,” tutur Aldi. Ia diminta untuk menanggung risiko karena dianggap melawan, menentang, dan tidak menghormati guru.

4. Sosok Aldi di Mata Guru Wali Kelas

Rugaiman, wali kelas Aldi mengaku sangat sedih atasa keputusan kepala sekolah yang tidak meluluskan muridnya ini.

Menurutnya Aldi merupakan anak yang baik, rajin, sopan dan pintar.

Anak kami ini aktif di OSIS. Selalu membantu sekolah. Dia membantu mendatangkan donatur yang menyumbang 60 Al Quran. Sampai sekarang sumbangan itu dipakai untuk mengaji anak-anak di sekolah ini,” kata Ruhaiman.

Menurutnya, secara akademis dan perilaku, Aldi tergolong anak baik.

Hanya Aldi sangat kritis jika kebijakan itu merugikan banyak kawannya, terutama soal penggunaan jaket di musim hujan.

“Kami sudah berusaha memberi masukan kepada kepala sekolah yang baru satu tahun menjabat di Sembalun ini.

“Soal penggunaan jaket, misalnya, di sini dinginnya 11-12 derajat celsius kalau pagi dan musim hujan. Berbeda dengan wilayah lain di Lombok,” ungkapnya.
Surat pengumuman hasil ujian nasional milik Aldi Irpan yang beredar di Facebook.

Surat pengumuman hasil ujian nasional milik Aldi Irpan yang beredar di Facebook. (Facebook.com/Lombok Timur Bangkit via GridHot.ID)

5. Pendapat Dinas Pendidikan NTB

Pihak Dinas Pendidikan NTB mengakui akan segera memanggila kepala sekolah AMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali untuk diminta klarifikasinya.

“Terkait hal itu kepala sekolah juga mengaku sudah dipanggil oleh kepala UPT Dikmen Lombok Timur untuk dimintai klarifikasi atas hal tersebut,” kata Rusman.

Rusman mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi melalui sambungan telepon kepada kepala SMAN 1 Sembalun.

Saat itu Sadikin sudah menjelaskan, ada tiga alasan Aldi tidak diluluskan.

Pertama, keputusan tersebut berdasarkan musyawarah bersama guru, bukan keputusan sendiri kepala sekolah.

Kedua, Aldi dinilai tidak memenuhi persyaratan atau tidak memenuhi kewajiban selama bersekolah.

Ketiga, Aldi sering kali dibina karena perilakunya, dan ia menyatakan tidak mengulangi perbuatannya. Namun, janji itu dilanggar.

(Style/Octavia Monalisa)

Uri.co.id 5 Fakta Siswa SMA yang Tak Lulus Karena Protes Kebijakan Kepala Sekolah yang Dinilai Merugikan Siswa ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!