Gagalkan Penyeludupan Ganja 300 Kg, BNN Sebut Pengiriman Ganja dari Aceh ke Jakarta Meningkat

oleh

Uri.co.id – PIHAK Badan Narkotika Nasional (BNN) baru saja gagalkan selundupan ganja 300 kilogram.

Diketahui, selain BNN sita 300 Kg ganja, ada 3 tersangka berinisial D, M dan J ditangkap di daerah Cilegon.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengungkapkan ganja kering diselundupkan dari Aceh via jalur darat.

Disebutkan olehnya pasokan ganja kering dari Aceh beberapa bulan belakangan ini mengalami peningkatan jelang lebaran.

“Ternyata bahwa ganja dari Aceh belum juga berkurang dan bahkan pada beberapa bulan terakhir ini terdapat peningkatan pengiriman khususnya ke Jakarta.

“Kalau sudah di Jakarta makan berpontensi untuk menyebar ke seluruh indonesia,” ungkap Arman di Gedung BNN, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/5/2019).

Permasalahan utamanya antara lain adalah masih banyak daerah-daerah terpencil di Aceh yang ditumbuhi tanaman ganja.

Daerah tersebut belum terendus sehingga dimanfaatkan oleh segilintir oknum.

“Salah satu masalahnya memang daerah pemroduksinya, kultivasinya masih belom bisa seluruhnya kami tangani. Sehingga yang di daerah pegunungan dan tenpat terpencil itu masih ada masyarakat yang menanam dan memanen dan dibentuk ganja kering seperti ini,” ucapnya.

Pengiriman ganja tersebut menyesuaikan dengan jumlah permintaan.

Bila permintaan meningkat, maka pengiriman ganja kering pun terus mengalir ke Jakarta.

“Dengan banyaknya suplai atau pengiriman ke Jakarta atau Jawa. Maka bisa kami simpulkan bahwa pengguna semakin banyak. Dan jika permintaan semakin banyak maka pasokan semakin banyak dari Aceh”

“Ini jadi perhatian kita terutama anak-anak kita. Karena ganja ini salah satu jenis narkoba yang paling banyak digunakan anak muda kita,” kata Arman.

Bila dilihat dari besaran jumlah barang bukti sekira 300 kilogram, Arman prediksi bahwa ganja itu ialah permintaan bandar besar.

Nantinya akan menjual ke para bandar lain tak hanya ke wilayah Jakarta saja, namun juga daerah di Pulau Jawa.

“Kalau kita lihat jumlah dari yang mereka stok. Saya kira mereka memberikan atau mengedarkan dalam jumlah besar juga. Bukan hanya 1 atau 2 kg”

“Ini kelihatannya pesanan puluhan sampai ratusan kilo. Kami menengarai bahwa sindikat ganja ini bukan hanya satu kelompok,” jelasnya.

Sebelumnya, BNN menggagalkan kiriman ganja kering sebanyak 500 kilogram di daerah Depok bermodus pengiriman kargo peti kemas, Minggu (5/5) lalu.

Sepekan kemudian, BNN kembalj mengamankan 300 kilogram ganja kering dari sindikat yang sama di Cilegon, Banten, bermodus pengiriman limbah B3.

Ada 5 orang tersangka yang telah diamankan dari sindikat itu. Sedangkan total barang bukti yang diamankan ada kurang lebih 800 kilogram ganja kering.

Modus Baru Penyeludupan Narkoba Diantara Limbah Medis

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengagalkan pasokan kiriman ganja kering dari Aceh sebesar 300 kilogram.

Pengungkapan kasus itu merupakan lanjutan pengembangan kasus sebelumnya dimana BNN menggagalkan kiriman ganja kering di daerah Depok bermodus pengiriman kargo peti kemas, Senin (6/5) lalu.

“Barang bukti yang bisa kami peroleh (sekarang) 300 kilogram ganja kering. Ini adalah hasil pengembangan kasus penangkaoan narkoba di Depok pada 5 Mei lalu dengan barang bukti kurang lebih 500 kilogram,” ungkap Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari di Kantor BNN, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/5).

Modus operandi yang dilakukan sindikat ini juga hampir sama seperti kasus sebelumnya, yakni menyamarkan paket ganja dengan cara pengiriman kargo.

Sebanyak 3 orang kurir yang telah diamankan kali ini mengirimkan ganja tersebut bersama kiriman limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3).

Hal itu bertujuan agar bau ganja kering luput dari pantauan petugas maupun anjing pelacak. Mereka berinisial D, M dan J.

“Yang sekarang ini hampir sama. Sindikat ini mengirim ganja ke Jakarta melalui jalan darat dan disimpan dan diangkut bersama limbah B3 medis. Ini tentu maksudnya sama dengan yang lalu biar enggak tercium baunya. Apalagi dengan pemeriksaan petugas apalagi ini limbah berbahaya, limbah medis atau mungkin saja limbah racun. Sehingga para sindikat ini bisa lolos dari pemeriksaan petugas,” jelasnya.

Total dari sindikat ini, BNN telah mengamankan sebanyak 5 orang pelaku yang keseluruhannya ditangkap di daerah Cilegon, Banten. Sementara itu, total barang bukti yang diamankan ada sebanyak 800 kilogram.

BNN masih mencari satu orang tersangka lain yang berprofesi sebagai sopir truk pembawa limbah B3.

“Jadi dari pemeriksaan yang kami lakukan. Karyawan yang bekerja sebagai sopir pengangkut limbah ini mendapatkan order dari temannya di daerah Aceh juga untuk membawa ganja ini ke Jakarta. Oleh karena itu, kami sekarang sedang mencari yang bersangkutan untuk kami lakukan penangkapan dan penyelidikan,” jelasnya.

Wartakotalive Gagalkan Selundupan Ganja 300 Kg, BNN: Terjadi Peningkatan Pengiriman Ganja dari Aceh ke Jakarta ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!