3.857 Bus Layani Pemudik

oleh

* Tak Ada Kenaikan Tarif
* Jadwal Kapal Tetap Normal

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Junaidi mengatakan, para pemudik di Aceh yang pulang kampung menjelang Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah akan dilayani oleh 3.857 unit bus. Untuk jurusan antarprovinsi tersedia 604 bus dari 19 perusahaan, sedangkan untuk trayek dalam provinsi tersedia 3.253 bus dari 84 perusahaan.

“Jumlah angkutan penumpang umum yang kami sampaikan itu adalah untuk semua rute perjalanan darat yang terdapat di Aceh, mulai dari Medan-Banda Aceh, lintas pantai timur-utara, tengah, maupun pantai barat-selatan Aceh, Subulussalam dan Aceh Singkil hingga batas Sumut,” ujar Junaidi kepada Serambi seusai rapat persiapan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah di Aceh untuk tahun 2019, Kamis (16/5), di Aula Dishub Aceh.

Junaidi mengatakan, dalam rapat persiapan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 2019 itu yang diundang tidak hanya para kadishub kabupaten/kota bersama kasi angkutan daratnya, tapi juga pihak pengelola pelabuhan dan PT ASDP bersama instansi teknis terkait, termasuk polisi lalu lintas, Jasa Raharja, dan lainnya.

“Untuk lebih jelasnya mengenai tahapan pelaksanaan angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, bisa ditanyakan langsung kepada Kabid Darat Dishub Aceh, Nizarli,” ujar Junaidi.

Kabid Darat Dishub Aceh, Nizarli yang dimintai penjelasannya mengatakan, tahapan persiapan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah saat ini sudah sampai pada tahap rapat koordinasi antarinstansi terkait.

Dalam rapat koordinasi itu, kata Nizarli, pihaknya juga mengundang para pengusaha angkutan penumpang umum AKAP maupun AKDP. Mereka diundang untuk mendengarkan langsung penjelasan dalam pelaksanaan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah bahwa akan ada pengecekan fisik kendaraan yang akan dijadikan sebagai armada angkutan umum penumpang untuk mudik Lebaran 2019.

Pengecekan fisik kendaraan itu, kata Nizarli, hukumnya wajib dan kendaraan yang sudah dinyatakan lulus tes cek fisik kendaraan angkutan mudik akan diberikan stiker angkutan mudik Lebaran 2019 untuk ditempelkan pada kaca depan bus.

Pengecekan fisik kendaraan angkutan mudik Lebaran, menurutnya, akan dilakukan serentak di kabupaten/kota mulai 21-25 Mei 2019.

Seperti biasanya, kata Nizarli, menjelang tujuh hari sebelum Lebaran, Dishub Aceh akan membuka posko pelayanan mudik Lebaran 2019. Posko pelayanan akan dibuka di empat terminal tipe A, yaitu Terminal Bus Besar dan Minibus Batoh, Banda Aceh, Terminal Kota Langsa, Terminal Kota Lhokseumawe, dan Terminal Kota Takengon. Satu lagi ada di Meulaboh, tapi belum berfungsi.

Kecuali di posko terminal tipe A, kata Nizarli, pada terminal tipe B, yaitu Terminal Luengbata, Kota Banda Aceh, terminal tipe B kabupaten/kota, terminal pelabuhan penyeberangan seperti di Pelabuhan Ulee Lheue-Balohan Sabang dan Terminal Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), juga dibuka posko Pelayanan Angkutan Mudik Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah.

Pembukaan posko pelayanan angkutan mudik Idulfitri itu dilakukan, kata Nizarli, fungsinya sebagai tempat pengaduan masyarakat, jika ada layanan yang kurang baik dilakukan oleh perusahaan angkutan penumpang umum kepada masyarakat calon penumpang mudik dan hal-hal lain yang terakait dengan gangguan arus mudik Lebaran.

Tes urine
Pengecekan urine para sopir angkutan Lebaran juga akan dilakukan secara gabungan. Di antaranya pihak Dishub Aceh, Dishub kabupaten/kota, Polda Aceh, BNN, Organda, PT Jasa Raharja, dinkes, dan pihak terkait lainnya. “Tapi mengenai jadwal dan tempatnya dirahasiakan,” ujar Nizarli.

Ketika ditanya soal tuslah atau kenaikan ongkos tarif angkutan Lebaran, Kabid Perhubungan Darat Dishub Aceh itu menegaskan bahwa sampai kini belum ada informasi dari pihak Kementerian Perhubungan. “Karena belum ada, maka masih berlaku tarif yang ada sekarang ini,” ujarnya.

Terkait jadwal angkutan penyeberangan di beberapa Pelabuhan, Nizarli menjelaskan, belum ada peerubahan, masih seperti hari biasa, kecuali menjelang Lebaran ada terjadi kenaikan, maka akan ada tambahan jadwal penyeberangan.

Pengangkutan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue-Balohan Sabang, misalnya, masih dilayani oleh lima unit kapal, yaitu dua kapal feri KMP BRR dan KMP Tanjung Burang dan tiga kapal cepat, yaitu kapal cepat Expres Bahari I, Express Bahari 2F, dan Cantika 86.

Begitu juga untuk penyeberangan dari Meulaboh-Sinabang dan Labuhan Haji-Sinabang, dilayani dua kapal feri, yakni KMP Teluk Sinabang dan KMP Labuhan Haji. Sedangkan untuk jalur Singkil-Nias-Gunung Sitoli, dilayani satu kapal feri, KMP Teluk Singkil. Untuk itu, posko pelayanan angkutan mudik Lebaran, harus sudah dibuka di masing-masing pos yang sudah disepakati tanggal 29 Mei 2019.

Pada posko pelayanan angkutan mudik itu, tersedia sejumlah petugas, termasuk petugas kesehatan, petugas penanganan kecelakaan lalu lintas, dan lainnya.

Masing-masing instansi/dinas yang masuk dalam Tim Angkutan Mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi, kata Nizarli, wajib mengirimkan satu atau dua orang petugasnya untuk siaga di posko angkutan mudik Lebaran yang akan didirikan pada 29 Mei-13 Juni 2019.

“Posko Mudik Lebaran itu perlu disediakan agar pelayanan gangguan kelancaran arus mudik bisa cepat diatasi, termasuk jika terjadi bencana alam, seperti tanah longsor, banjir bandang, atau puting beliung yang bisa menghambat kelancaran lalu lintas masyarakat yang ingin mudik ke kampung halamannya merayakan Hari Raya Idul Fitri maupun saat arus balik nanti,” ujar Nizarli. (her) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!