LP Narkotika Langkat Rusuh

oleh

* Ratusan Warga Binaan Melarikan Diri

STABAT – Tiga bangkai mobil terguling di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelasa III Narkotika Hinai Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Puluhan bangkai sepeda motor juga berserakan di sekitar LP. Bagian gedung LP yang berbahan kaca juga tampak pecah.

Dinding ruangan, kaca-kaca pembatas ruangan, dan pintu kaca ruangan utama pecah. Beling berserakan di lantai. Suasana mencekam tersebut terlihat pada Kamis (16/5). Kerusakan tersebut merupakan dampak kerusuhan yang terjadi di LP.

Penyebab kerusuhan disebut-sebut karena arogansi petugas LP berinisial AT. Ia diduga menganiaya napi yang akrab disapa Ajo. Adapun alasan petugas menghajar Ajo, karena diduga menggunakan narkoba di dalam LP.

Napi lain tidak terima, dan memicu kerusuhan sekitar pukul 14.00-17.00 WIB. Tekait kerusuhan, Kepala Divisi Administrasi Kementerian Hukum dan HAM Sumut Indah Rahayu Ningsih berjanji akan mencek kebenarannya. “Soal narkotika dan dugaan pemukukan masih akan kita cek dan cek kebenarannya,” kata Indah.

Ia kemudian menambahkan, kondisi lapas sudah kondusif. “Kami telah menampung aspirasi warga binaan. Dan, nantinya akan kami sampaikan ke pimpinan, ke pusat dan pimpinan wilayah, tentunya pak kakanwil juga. Seluruh permintaan akan kami akomodir,” ujarnya di LP Hinai, Kamis malam.

Permintaan warga binaan, kata Indah, yang pertama adalah perlakuan yang bagus. Kedua, tidak ada lagi pungutan-pungutan liar. “Hal ini akan kami akomodir. Karena, Kementerian Hukum dan HAM, sudah memasuki wilayah bebas korupsi. Bahkan, sudah menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Jadi, kami berkomitmen untuk memperbaiki seluruh layanan yang ada di lapas, rutan dan imigrasi. Jadi, sudah tidak ada lagi masalah, tinggal memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak,” ungkapnya.

Terkait kronologi kerusuhan, Indah enggan menyampaikannya. Sebab, ia harus terlebih dahulu menyampaikannya kepada pimpinan. “Kami belum bisa menyampaikannya, karena ini harus dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan. Artinya, saat ini, kami berdiri di sini, bersama dengan bapak kepala imigrasi, LP sudah dalam keadaan aman. Nanti malam kami akan rapat dan semua akan disampaikan kepada Pak Kakanwil,” ujarnya kemarin.

Kerusuhan terjadi, karena rasa empati sesama napi, gara-gara rekan mereka Ajo diduga dianiaya petugas. Para napi membakar gedung, membakar tiga mobil, dan sekitar 30-an sepeda motor milik petugas yang terparkir.

“Tadi gara-gara dipukuli teman kami, sampe peot-peotlah. Sama makanan, kalau bisa diperhatikan,” kata seorang napi, yang enggan kabur karena memikirkan keluarga. Napi lainnya mengatakan motif senada.

Mereka tak terima rekan mereka dipukuli sipir di depan umum. “Kawan kami pula dipukuli orang itu. Cemana lah kami nggak marah kali. Udah itu makanan suka-suka orang lapas aja bagikannya,” ujar napi bertato di lengan.

LP ini menampung 1.635 napi dengan luas area delapan hektare, mencakup LP Kelas III Narkotika dan Lapas Pemuda yang berdampingan gedungnya. Kapasitas LP tersebut cuma mampu menampang 915.

Berdasar kapasitas berbanding jumlah para napi, maka LP tersebut mengalami overkapasitas 79 persen.

Seorang pegawai lapas mengatakan, ribuan napi marah mengincar pegawai AT dan Kepala Tramtib Lapas, Sunardi. “Orang itu tadi ngincar pegawai yang mukuli itu, tapi sampai sekarang nggak tahu kami di mana dia. Mereka juga mau mencari Kepala Tramtibnya. Makanya, tadi rumah Kalapas (B Sitepu) dibakar orang itu, tiga mobil dibakar. Kalapas posisinya di Yerusalem kalau nggak salah,” ungkap pegawai LP yang minta namanya tidak dipublikasi.

Pascarusuh, ratusan napi kabur. Petugas kepolisian jajaran Polres Binjai bergerak cepat merazia kendaraan yang melintasi perbatasan Langkat-Binjai. Petugas kepolisian berhasil mengamankan seorang napi yang diketahui bernama M Muslim Damanik (36).

“Napi tersebut tinggal di Bahorok, Langkat. Ia diamankan petugas di Jalan T Imam Bonjol, Binjai Kota pukul 15.30 WIB,” kata Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Kamis malam.

Hingga tadi malam sudah puluhan warga binaan yang berhasil ditangkap kembali. Sementara itu, razia diperketat, termasuk bus-bus yang bergerak dari arah Medan ke Banda Aceh.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto turut hadir bersama Dandim Langkat Letkol (Inf) Syamsul Alam, Letkol (Inf) Danyon Raider Lizardo Gumay, dan Dirpamobvit Polda Sumut Kombes Hery Subiansauri mengamankan LP.

Sekitar pukul 17.00 WIB, petugas sudah bisa mengendalikan suasana di LP. “Kami berterima kasih sekali kepada rekan-rekan unsur TNI, Batalion Raider, dan Marinir. Pukul 17.00 WIB sudah bisa diamankan, dan warga binaan sebagian sudah masuk ke dalam,” kata Kapolda Sumut.

Menurutnya, jumlah napi di LP tersebut 1.635 orang. Hingga tadi malam sedang dihitung berapa orang yang kabur dan berapa yang ada di dalam. “Sedangkan 92 orang yang kabur diamankan kembali,” katanya. (news) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!