Warga Segel Kantor Keuchik

oleh

* Tuntut Kejelasan Penggunaan Dana Desa

SUKA MAKMUE – Warga Desa Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya pada Rabu (15/5) sore, dilaporkan menyegel kantor keuchik setempat, dalam sebuah aksi protes yang dilancarkan sejumlah masyarakat. Aksi penyegelan tersebut sebagai bentuk protes atas kebijakan pembangunan dan penggunaan dana desa yang dinilai tidak transparan.

Sebagai bentuk penegasan, warga memalang pintu kantor keuchik dengan kayu. Hanya saja, aksi penyegelan tersebut tidak berlangsung lama karena pada pada malamnya palang dibuka kembali setelah dilakukan mediasi oleh kepolisian setempat.

Ketua Pemuda Kabu Tunong, Said Asil Laut Tawar kepada Serambi, Kamis (16/5), mengatakan, aksi penyegelan kantor keuchik yang dilakukan warga pada Rabu sore, itu merupakan bentuk protes lantaran selama ini proses pembangunan dan penggunaan dana desa dilakukan sepihak aparatur gampong tanpa ada musyawarah dengan masyarakat setempat. Said melanjutkan, warga selama ini juga sudah sangat kesal atas kebijakan aparatur desa yang dinilai sangat tertutup.

“Kami masyarakat dan pemuda Kabu Tunong perlu kejelasan tentang dana desa. Sebab itu, kami mengajak keuchik dan aparatur desa supaya ikut hadir ke kantor keuchik pada siang tadi (Rabu siang-red), namun sayang mereka tak ada yang hadir sehingga kami putuskan menyegel kantor keuchik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa selama ini keuchik tidak pernah terbuka setiap pelaksanaan pembangunan. Pasalnya, setiap pelaksanaan pembangunan, keuchik hanya berkomunikasi dengan aparatur desa saja, sedangkan masyarakat tidak pernah diberitahukan atau diajak musyawarah dalam pembahasan kegiatan yang menggunakan dana desa.

Samsuddin Nyak Cut, warga Kabu Tunong lainnya menegaskan, aksi yang dilakukan sejumlah masyarakat tersebut murni sebagai bentuk protes atas kebijakan keuchik yang dinilai tertutup selama ini. Ia juga menyampaikan, kalau penyegelan kantor keuchik itu tidak ada kaitan dengan masalah politik masa lalu. “Jika aksi warga dikaitkan dengan masalah politik masa lalu, itu sama sekali tidak benar, itu bohong,” tegas Samsuddin.

Secara terpisah, Kabag Pemerintahan Setdakab Nagan Raya, Adnan yang dikonfirmasi Serambi terkait penyegelan kantor keuchik Kabu Tunong menerangkan, persoalan yang membelit keuchik pada saat ini seperti tak ada habisnya. Menurut Adnan, penyebab timbulnya persoalan di desa selalu didasari karena tidak ada keterbukaan dalam penggunaan anggaran.

“Memang isu yang menonjol tetap masalah keuangan semenjak kucuran dana yang signifikan jumlahnya ke desa. Tentu pihak pemkab tidak tinggal diam dan akan menelusuri permasalahan serta menyelesaikannya sesuai mekanisme yang ada,” tukasnya.

Sementara itu, Keuchik Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Syafruddin menyatakan, aksi protes yang dilakukan sebagian warganya dengan dalih tidak transparannya pembangunan merupakan hak mereka untuk menilai kinerja kepemimpinannya.

Namun begitu, tukas Syafruddin, bahwa semua kebijakan pembangunan yang diambilnya tetap selalu melalui tahapan musyawarah. “Memang kita akui tidak semua masyarakat di desa kita libatkan, akan tetapi semua pihak terkait, setiap ada pembangunan, tentu kita musyawarahkan,” jelas Syafruddin.

Untuk itu, ia menduga, aksi protes tersebut dilatarbelakangi masalah politik masa lalu. Sehingga setiap kebijakan yang diambil dirinya dan aparatur gampong, selalu dinilai kurang tepat oleh sebagian warga. “Akan tetapi, hal itu hak mereka untuk menilainya,” tutupnya.(c45) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!