RSPUR-IJN Tingkatkan Pelayanan Pasien Sakit Jantung yang Ingin Berobat ke Malaysia

oleh

RSPUR-IJN Tingkatkan Pelayanan Pasien Sakit Jantung yang Ingin Berobat ke Malaysia

Uri.co.id, BANDA ACEH –  Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) Banda Aceh dan Institut Jantung Negara (IJN) Kuala Lumpur, Malaysia sudah menjalin kerja sama sejak 2018 lalu dalam penanganan pasien jantung di kedua rumah sakit tersebut.

Dalam upaya memperkuat kerja sama, kedua rumah sakit tersebut menggelar Talkshow tentang penanganan pasien jantung, Kamis (16/5/2019) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin.

Direktur RSPUR, dr Nanang Sugiarto MARS menyampaikan, hampir lebih kurang dua tahun kerja sama RSPUR-IJN, sudah ada sejumlah pasien jantung di Aceh yang dirujuk berobat salah satu rumah sakit jantung terbaik di Asia tersebut melalui pihaknya.

“Bahkan pasien yang sudah selesai melakukan penindakan di IJN dirujuk kembali ke RSPUR untuk proses rehabilitasi dengan dokter di rumah sakit kita,” ujar dr Nanang.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini memang sangat banyak pasien penyakit jantung dari Aceh yang berobat di Malaysia, baik itu di Penang mapun Kuala Lumpur.

Sehingga dengan adanya kerja sama tersebut, pasien jantung di Aceh yang dilayani oleh RSPUR akan lebih mudah proses rujukan ke IJN.

Ada beberapa kemudahan yang ditawarkan melalaui kerja sama itu, nanti pasien jantung dapat dilakukan diagnosa awal di RSPUR.

Jika pasien tersebut membutuhkan penindakan lanjutan maka dapat dirujuk ke IJN.

Kemudian jika sudah selesai penindakan di IJN maka proses perobatan selanjutnya atau rehabilitas dapat dilakukan di RSPUR, ditangani dengan dokter yang sudah berkolaborasi dengan IJN.

“Sehingga pasien lebih hemat biaya, karena tidak harus bolak balik ke Malaysia lagi,” ujarnya.

Sementara Country Manager Marketing and Medical Tourism IJN, Muhammad Hizami Aizat mengatakan, bahwa IJN sendiri sudah sangat dikenal di Indonesia, bahkan sebelumnya sudah banyak warga Aceh yang berobat di IJN.

Namun dengan adanya kerja sama itu, proses pengobatan akan lebih mudah, karena nanti pasien dirujuk oleh RSPUR langsung ke IJN, sehingga pasien tidak disibukkan dengan pengurusan adminitrasi.

“Nanti dokter yang akan menjalani penindakan di IJN, maka sebelum berangkat mereka juga mendapat penanganan awal dari dokter di RSPUR,” ujarnya.

Jadi nanti dokter di RSPUR dapat memberikan penjelasan dan riwayat pasien kepada dokter di IJN. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!