Kasat Reskrim Wonogiri Dikeroyok, Korban Masih Koma Diterbangkan ke Singapura, 5 Pelaku Ditangkap

oleh

Uri.co.id – AKP Aditya Mulya Ramdhani, seorang perwira polisi yang menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri menjadi korban pengeroyokan.

AKP Aditya dikeroyok saat mengamankan tawuran antar kelompok massa di daerah Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri pada Rabu (8/5/2019) malam.

Dilansir oleh Uri.co.id, korban mengalami luka di bagian kepala dan tak sadarkan diri hingga koma setelah dikeroyok massa anggota perguruan silat yang sedang terlibat tawuran.

Saat itu, AKP Aditya bermaksud melerai massa.

Sementara itu, polisi telah menangkap pelaku pengeroyokan AKP Aditya.

Kondisi AKP Aditya, masih belum membaik.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Polisi duga korban sempat cekcok dengan para pelaku

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Ajar Waskito mengatakan, polisi terus memburu keberadaan empat pria yang teridentifikasi sebagai pelaku pengeroyokan Aditya.

Sebelum dikeroyok, lanjut dia, korban sempat bertugas menghalau massa dari arah timur untuk pulang.

Tak lama kemudian terjadi cekcok korban dengan massa hingga berakhir dengan pengeroyokan.

“Belum ada saksi yang melihat dan mendengar Pak Adit menyebut dirinya polisi saat dikeroyok massa. Hanya saja, saat itu posisi korban bertugas untuk menghalau massa dari arah timur agar pulang. Kemudian terjadi cekcok dengan massa karena saksi tidak melihat lagi karena banyaknya massa,” ungkap dia.

3. Saksi: Korban dipukul dengan kayu dan potongan bambu

Beberapa saksi yang diperiksa polisi menyebutkan, Aditya Mulya Ramdhani tidak hanya dianiaya dengan tangan kosong oleh massa.

Hasil pemeriksaan saksi menyebutkan, Aditya juga dipukul menggunakan kayu dan potongan kayu.

Akibat pengeroyokan itu, mantan Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo ini mengalami pendarahan otak dan koma sampai sekarang.

“Keterangan para saksi, korban (mantan Kasat Reskrim) Aditya dikeroyok dan dianiaya beberapa orang. Bahkan, selain dianiaya dengan tangan kosong, korban juga dipukul menggunakan potongan bambu hingga potongan kayu,” kata Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Ajar Waskito menggantikan AKP Aditya Mulya Ramdhani, saat dihubungi Uri.co.id, Rabu ( 15/5/2019).

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan tiga buah potongan bambu, tiga potongan kayu, pecahan ember hingga mengamankan satu buah kursi.

Kursi itu dipakai warga untuk mendudukan korban usai dianiaya sekelompok masa pesilat.

4. Sebanyak lima rumah rusak dan 4 warga luka-luka

Sebanyak lima rumah milik warga Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah, dilaporkan rusak dan 4 warga mengalami luka-luka lecet pasca-bentrok dua kelompok pendekar dari perguruan pencak silat, yakni PSH Terate dan PSH Winongo, pecah di Kabupaten Wonogiri.

Kapolsek Ngadirojo AKP Subroto yang dihubungi Uri.co.id, Jumat (10/5/2019) siang membenarkan peristiwa itu.

“Kerusakan rumah hanya ringan saja seperti kaca jendela pecah dan genteng pecah.

Rata-rata seperti itu,” kata Subroto.

Menurut Subroto, rumah warga rusak akibat terkena lemparan batu dari massa yang bentrok Rabu (8/5/2019) malam itu.

4. Masih Koma, Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri Diterbangkan ke Singapura
TERBANG SINGAPURA --Detik-detik saat mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani diterbangkan ke Singapura dengan pesawat khusus melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Kamis ( 16/5/2019) sore. Aditya diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan setelah dirawat seminggu di RSU Dr Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. (Uri.co.id/)

TERBANG SINGAPURA –Detik-detik saat mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani diterbangkan ke Singapura dengan pesawat khusus melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Kamis ( 16/5/2019) sore. Aditya diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan setelah dirawat seminggu di RSU Dr Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. (Uri.co.id/) 

Setelah seminggu dirawat intensif di ICU RSU Dr Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani akhirnya dibawa ke Singapore General Hospital (SGH) untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Mantan Kapolsek Pasar Kliwon itu dibawa ke Singapura menggunakan pesawat khusus melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolal, Kamis (16/5/2019) sore.

“Tadi sekitar pukul lima sore, rekan kami AKP Aditya Mulya Ramdhani diterbangkan dengan pesawat khusus medis ke Singapura melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali,” kata Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayanti, saat dihubungi Uri.co.id, Kamis malam.

Mantan Kapolres Pati ini mengatakan, Aditya dibawa ke Singapura untuk pengobatan atas permintaan dan pilihan dari keluarga.

Pilihan keluarga itu tentunya didukung dinas maupun pimpinan.

Saat hendak diterbangkan ke Singapura, kata Uri, kondisinya masih koma alias tidak sadarkan diri.

Empat orang mendampingi Aditya saat diterbangkan ke Singapura.

“Dua orang dari keluarga, satu dokter Biddokes Polda Jateng dan satu anggota dari Polres Wonogiri,” kata Uri.

Harapannya, setelah mendapatkan pengobatan di Singapura, Aditya yang pernah bertugas Direktorat Polair Polda NTT di Kupang NTT itu dapat segera sembuh.

Uri menambahkan, rekan kerja, pimpinan dan sahabat banyak membantu untuk biaya pengobatan kesembuhan Aditya.

 “Aditya itu bagian dari keluarga kami. Aditya bukan hanya sekadar rekan kerja tetapi sudah seperti kerabat,” kata Uri.

Bahkan, secara spontan, lanjut Uri, rekan-rekan kerjanya menggalang dana di tingkat polres hingga polda.

Tak hanya itu, teman-teman seangkatan juga menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan.

“Ada juga pimpinan lain di luar polda juga spontan mengulurkan bantuan,” ujar Uri. 

5. 5 Pelaku Pengeroyokan Mantan Kasat Reskrim Wonogiri Ditangkap

Penyidik Satreskrim Polres Wonogiri menangkap lima pelaku pengeroyokan mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulya Ramdhani, saat mengamankan bentrokan dua massa perguruan pencak silat di Sidoharjo, Wonogiri.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, setelah diperiksa, kelima pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

“Benar kami sudah amankan itu (lima tersangka). Kami masih kembangkan lagi apakah ada tambahan tersangka lagi,” kata Uri saat dikonfirmasi Uri.co.id, Kamis (16/5/2019) malam.

Uri mengatakan kelima tersangka itu sudah ditahan.

Uri menjelaskan, musibah yang menimpa Aditya bermula saat ada konvoi massa pergurusan silat dari PSHT yang mencari kelompok PSHW.

Namun, kelompok PSHW tidak ada kemudian masa menghancurkan tugu.

Saat berada di lokasi untuk mengamankan, Aditya dikeroyok.

“Kalau motifnya masih kami gali dan cari,” kata Uri.

Mantan Kapolres Pati itu meminta pimpinan dua perguruan pencak silat itu dapat mengendalikan anggotanya di lapangan.

Apalagi masing-masing perguruan pencak silat yang memiliki pemimpin dan pengurus yang sudah dituakan.

Uri.co.id  “5 Fakta Polisi Dikeroyok Anggota Perguruan Silat, 4 Pelaku Diburu hingga Kondisi Korban Masih Kritis”

  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!