Masuki Pertengahan Mei, Baru Satu Proyek Dilelang di Lhokseumawe, Ini Tanggapan Dewan

oleh

Uri.co.id, LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Bagian ULP, hingga Kamis (16/5/2019), baru melelang satu proyek, itu pun hanya berupa paket konsultan.

Padahal sekarang ini sudah mau berakhir triwulan kedua atau sudah memasuki pertengahan tahun.

Sesuai hasil penelusuran Uri.co.id di Laman LPSE Lhokseumawe, memang baru satu proyek yang dilelang, yakni perencanaan pembangunan jembatan Pusong-Kandang dengan anggaran mencapai Rp 2,5 miliar.

Dimana proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lhokseumawe.

Anggota DPRK Lhokseumawe, M Hasbi SSos MSM, menanggapi hal ini, barusan mengaku memang sangat heran kenapa sampai sekarang ini baru cuma satu paket yang dilelang.

Padahal tahun anggaran 2019 sudah memasuki pertengahan tahun.

Dengan kondisi ini telah menujukan budaya lama belum mampu diubah Pemerintah Kota Lhokseumawe, yakni pelelangan proyek selalu berlangsung terlambat.

Bahkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada yang baru dilelang pada berakhir tahun.

Parahnya lagi, sebut Hasbi, selama ini pun tidak ada alasan yang jelas kenapa ditunda-tunda proses pelelangan, walaupun pihak legislatif sudah melakukan pengesahan anggaran tepat waktu.

“Herannya kami, kenapa kebiasaan yang tidak bagus ini tidak diubah. Kita bercontohlah ke daerah-daerah lainnya, sejak berapa bulan lalu proyek sudah berjalan, sehingga pembangunan tahun 2019 sudah mulai dirasakan masyarakatnya,” ujar Hasbi.

Selain itu, menurut Hasbi, dengan banyaknya proyek belum dilelang, menunjukan kalau kinerja dari esksekutif sangat lambat, seperti tidak ada perencanaan yang matang.

“Ini seharusnya bisa dievaluasi,” katanya.

Sedangkan bila pelelangan terlambat dan baru berlangsung akhir tahun, tentunya berisiko pekerjaan tidak akan rampung sesuai limit waktu yang ada.

Disamping itu, bila pun pekerjaan bisa rampung, tentunya para rekanan telah bekerja secara buru-buru, sehingga kualitas bangunan belum tentu maksimal.

“Bila hal ini terjadi, tentunya yang dirugikan tetap masyarakat, karena mendapatkan fasilitas pembangunan dari negara dengan kualitas yang tidak sesuai,” paparnya.

Belum lagi dari segi perputaran uang, bila proyek-proyek cepat diluncurkan, maka pastinya perputaran uang di Kota Lhokseumawe bisa lebih maksimal.

“Intinya kita minta agar proyek bisa segera dilelang. Eksekutif jangan banyak beralasan lagi. Jangan seperti sebelumnya, saat masalah masih banyak proyek belum dilelang mencuat ke publik, eksekutif selalu mengatakan akan segera dilelang proyek lainnya, dan memberikan berbagai alasan keterlambatan. Tapi ujungnya tetap proyek tidak juga dilelang,” pungkas Hasbi. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!