Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Galantas, Game Unik Sebagai Media Pembelajaran Berlalu Lintas

oleh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Empat mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat, menciptakan satu game unik sebagai media pembelajaran lalu lintas.

Game Lalu Lintas atau disingkat Galantas itu merupakan karya pemuda kreatif yaitu Ikhlasul Amal, Ihza Azizul Hakim, Namira Risza Pasya, dan Rona Salsabila Hatta.

Galantas berjenis ‘board game’, atau permainan yang menggunakan papan/karton sebagai komponen utamanya. Game unik ini terinspirasi dari monopoli dan ular tangga, yang bertujuan untuk membantu masyarakat terutama anak di bawah umur agar lebih mengenal rambu-rambu dan marka lalu lintas.

Hal itu diungkapkan Ikhlasul Amal, anggota tim PKM Unsyiah kepada Uri.co.id, Kamis (16/5/2019). Dikatakan, game tersebut didesain mirip dengan kondisi berlalu lintas agar masyarakat lebih siaga di jalan raya.

“Lewat game ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aturan lalu lintas, meningkatkan keamanan dalam berkendara, serta mengurangi angka kecelakaan terhadap anak-anak,” katanya.

Menurut Ikhlasul, permainan yang dirancang oleh Rona Salsabila Hatta itu pertama kali diperkenalkan kepada pelajar SMP 1 Lhoknga, Aceh Besar. Respons mereka sangat positif, karena game tersebut mudah dioperasikan layaknya bermain monopoli atau ular tangga.

“Dari hasil sosialisasi ini, terbukti bahwa pengetahuan anak-anak terhadap lalu lintas meningkat setelah bermain Galantas,” imbuhnya, seraya menyebut adapula yang bertanya dimana permainan itu dijual.

Untuk cara bermainnya, sambung Ikhlasul, para pemain mulai dari start dan terus mengikuti jalur kotak yang telah tersedia. Apabila ada tanda berbelok, maka pemain harus mendapatkan kotak tersebut dengan hasil angka dadu agar dapat berbelok ke jalan lain.

“Apabila tidak bisa mendapatkannya, maka sudah pasti pemain akan mutar-mutar di jalur yang sama,” ucapnya.

Selain itu, pemain yang terkena ‘kartu keselamatan’ harus mengambil dan menjawab pertanyaan yang tersedia pada kartu. Apabila tidak bisa menjawab, pemain tersebut harus dimasukkan ke dalam penjara.

Begitu pula dengan pemain yang terkena razia juga harus mengambil kartu razia dan menjawab pertanyaan yang tersedia.

Ditambahkan, pemain yang masuk penjara diberi 2 pilihan, pertama, pemain dapat menunggu 3x putaran pemain lain untuk keluar. Kedua, pemain dapat mengambil kartu keselamatan setelah 1x putaran pemain lain lalu menjawab pertanyaan yang ada.

“Apabila terjawab benar, maka pemain itu bebas dan berpindah ke check point terdekat pemain terakhir kali masuk penjara. Apabila jawaban salah maka tetap dalam penjara,” jelas Ikhlasul.

Di samping itu, lampu lalu lintas di papan permainan dianggap sebagai lampu merah yang artinya harus berhenti. Dijelaskan, dadu yang dimainkan harus berhenti tepat di lampu tersebut.

“Apabila jumlah angka pada dadu melebihi kotak lampu lalu lintas, maka dianggap pemain tidak dapat berpindah dari kotak yang sekarang,” katanya lagi. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!