Bau Busuk Masih Menyengat, Warga Kembali Demo PT Medco

oleh

Bau Busuk Masih Menyengat, Warga Kembali Demo PT Medco

Uri.co.id, IDI – Warga dari wilayah operasi PT Medco di Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Kamis (16/5/2018) kembali melancarkan aksi demo ke lapangan migas CPP Blok A, di Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur.

Sebelumnya ,Rabu (15/5/2019) pagi warga juga telah berdemo ke CPP, kemudian melaksanakan demi lanjutan Kamis karena pertemuan di Kantor Camat Indra Makmu, Rabu (15/5/2019) siang, antara PT Medco dengan warga yang difasilitasi Muspika tidak menemukan kesepakatan.

Warga meminta PT Medco segera mengatasi bau tak sedap sehingga tidak muncul lagi selamanya. Tapi PT Medco belum bisa memenuhi harapan warga tersebut.

Karena itu, Kamis (16/5/2019)  pagi hingga petang, warga yang didominasi kaum ibu-ibu dan anak-anak kembali demo ke CPP meminta PT Medco segera mengatasi tuntutan warga.

Sebelumnya diberitakan, warga wilayah operasional PT Medco E&P Malaka, dari lima gampong, di Kecamatan Indra Makmu, menggelar aksi unjuk rasa ke lapangan migas di CPP Blok A, Gampong Blang Nisam, di kecamatan itu, Rabu (15/5/2019) pagi.

Ratusan warga dari Gampong Alue Ie Mirah, Suka Makmu, Julok Rayeuk Utara, Jamboe Lubok, Blang Nisam, dan Bandar Baru itu, menyampaikan orasi didepan pintu gerbang masuk CPP Blok A.

Aparat keamanan mengawal ketat proses penyampaian aspirasi warga.

Unjuk rasa ini dilancarkan warga, terkait masih munculnya bau menyengat yang meresahkan warga yang hingga saat ini belum ada penanganan untuk menghilangkan bau tak sedap tersebut dari pihak perusahaan.

Bau busuk yang dihirup warga ini menimbulkan dampak bagi kesehatan seperti muntah-muntah, mual, pusing, dan sesak nafas.

Selain menyampaikan tuntutan dengan berorasi. Warga juga menyampaikan tuntutan di spanduk yang telah bertuliskan aspirasi warga.

Koordinator aksi Darwin, mewakili warga demo menyampaikan beberapa tuntutan.

Pertama, kata Darwin, warga meminta PT Medco, untuk segera mengatasi persoalan bau busuk yang sangat meresahkan warga selama ini.

“Tuntutan kami yang paling utama diharapkan kepada Medco agar segera mengatasi bau sehingga tidak muncul lagi selamanya,” pinta Darwin.

Tuntutan kedua, jelas Darwin, warga meminta PT Medco agar membuat balai latihan kerja bagi masyarakat lingkar CPP Blok A, sehingga warga juga dapat merasakan pekerjaan yang lebih mapan di Medco nantinya selain sebagai buruh.

“Kami juga meminta kontribusi Medco membuat balai latihan kerja. Jangan, sampai masyarakat lingkar tambang hanya jadi buruh selamanya, dengan kahadaran Medco diharapkan putra-putri lingar CPP Blok bisa lebih sukses,” harap Darwin.

Darwin mengatakan pihaknya mengapresiasi kehadiran Medco di Indra Makmu. Karena, dapat menampung lapangan pekerjaan bagi warga. Namun demikian, warga juga berharap perusahaan tidak banyak melakukan pemotongan hak-hak karyawan oleh Subkontraktor yang mengelola pekerjaan.

“Selain itu kita harapkan dari operasional Medco jangan menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat tidak bekerja, seperti ibu-ibu, dan anak-anak,” harap Darwin.

Tuntutan warga ini ditanggapi langsung oleh Manager Field Relations Blok A Medco E&P Malaka Dedi Sukmara, yang menemui warga di lokasi.

Dedi Sukmara mengatakan PT Medco telah merespon setiap keluhan warga lingkar tambang.

“Setiap keluhan langsung kita tindaklanjuti. Terkait keluhan tentang bau, kita sudah ambil tindakan dengan mengirimkan pekerja ahli ke wilayah Blang Nisam untuk melakukan pengecekan bau busuk tersebut,” jelas Dedi.

Untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi warga, jelas Dedi, pihaknya bekerjasama dengan Muspika Indra Makmu, dan unsure keuchik akan membagikan masker bagi warga untuk mencegah terhirup bau.

“Terkait masalah bau, ada beberapa tindakan yang kami lakukan pertama membagikan masker kepada warga melalui keuchik dan Polsek untuk mencegah warga terhirup bau,” jelas Dedi.

Kemudian lanjut Dedi, jika ada masyarakat mengalami keluhan akibat menghirup bau diharapkan datang ke Puskesmas untuk diperiksa oleh tim dokter.

“Pihak perusahaan akan mendampinginya. Begitu juga, jika warga perlu dirujuk ke rumah sakit, kami dari pihak perusahaan juga akan mendampinginya. Ini komitmen kami, terhadap masyarakat yang terkena dampak bau,” jelas Dedi.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi lagi ke depan, jelas Dedi, pihak perusahaan sudah berkooridnasi dengan IPB Bogor, untuk melakukan pemantauan kadar udara di wilayah operasional CPP.

“Semua wilayah operasi akan dipantau kadar udaranya sehingga apapun hasilnya nanti bisa kita ketahui,” jelas Dedi, seraya mengatakan, saat pemantauan nanti tim IPB dan dibantu oleh aparat keamanan, dan keuchik.

Sementara itu, tuntutan warga terkait membuat balai latihan kerja (BLK), jelas Dedi, sebelum Ramadhan, pihak perusahaan telah mensurvei salah satu rumah di Gampong Blang Nisam, untuk dijadikan rumah pemberdayaan (BLK) bagi warga lingkar tambang.

Di BLK ini nantinya, jelas Dedi, warga akan dilatih oleh instruktur professional yang memberikan pelatihan keahlian bagi warga.

Sejuah ini, Medco juga sudah menjalin kerjasama dengan BLK di Banda Aceh, dan Aceh Timur.

“Insya Allah perusahaan berkomitmen untuk terus menjalankan semua program ini demi kesejahteraan masyarakat,” jelas Dedi.

Medco Segera Datangkan Akademisi ke Blok A

Sementara itu dalam siaran pers yang diterima Serambi dari PT Medco, Kamis sore. Disebutkan,  PT Medco E&P Malaka akan segera mendatangkan pihak akademisi untuk mengobservasi sumber bau di sekitar wilayah operasi Blok A, Aceh Timur.

Pelaksanaan penelitian dari tim akademisi tersebut akan dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan.

Tim akademisi tersebut akan mendeteksi kualitas udara di lokasi sekitar CPP termasuk area yang dilaporkan oleh masyarakat.

Hasil dari tim ini akan menjadi acuan bagi Perusahaan untuk langkah penanganannya. Selain melibatkan pihak ketiga, perusahaan juga nantinya akan melibatkan pemangku kepentingan setempat dalam melakukan sosialisasi kondisi terkini.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak agar proses observasi ini dapat berjalan sesuai rencana sehingga permasalahan ini dapat segera terpecahkan,” ujar Manager Fields Relations PT Medco E&P Malaka, Dedi Sukmara.

Sebelumnya, informasi ini juga telah diteliti oleh pihak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan tim dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral pada, 2-3 Mei.

Dari hasil pengecekan dinyatakan bahwa kadar udara dalam batas aman dan tidak ditemukan gas beracun yang terdeteksi oleh alat multi gas detector. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!