Tiga Perempuan Aceh di Deportasi dari Malaysia

oleh

Tiga Perempuan Aceh di Deportasi dari Malaysia, Dua Orang Pulang ke Aceh dengan Bus 

 

 

Uri.co.id, JAKARTA – Tiga warga Aceh dideportasi dari Malaysia, Suryani (29), Halimah (39),  dan Yusnidar (28). Ketiganya tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Selasa (14/5/2019), bersama-sama dengan 37 warga negara Indonesia lainnya.

Kepala Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal melalui petugas Pelayanan Kemasyarakatan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Azhar, menjelaskan, Suryani langsung diterbangkan ke Aceh pada Jumat (17/5/2019), sementara dua lainnya yakni Yusnidar dan Halimah dipulangkan dengan bus angkutan darat ke Aceh.

Suryani berasal dari Peureulak Aceh Timur,  sementara Halimah dari Beurandang Asan, Cot Girek, Lhoksukon, dan Yusnidar dari Desa Cempedak, Panton Labu, Aceh Utara.

Ketiganya dipulangkan dari Malaysia karena melanggar izin tinggal di negara tersebut.

Halimah dan Yusnidar sementara diinapkan di rumah singgah Kantor BPPA  menunggu jadwal keberangkatan ke Aceh.

Halimah mengisahkan, dirinya ditahan selama 5,5 bulan di penjara Sungai Udang, Negeri Sembilan. Ia tiba di negara tersebut sebagai pendatang gelap menggunakan boat dari Dumai. Saat tiba di Port Dixon, Negeri Sembilan, rupanya ia langsung ditangkap aparat keamanan dan dijebloskan ke penjara.

“Saya belum sempat bekerja. Karena saat tiba di pelabuhan langsung ditangkap,” kata Halimah yang diiming-imingi pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji 3,5 juta rupiah per bulan.

Ia memiliki tiga anak, sementara suaminya sudah meninggal dunia.

Sedangkan Yusnidar, ditahan di Penjara Kajang, Selangor selama empat bulan. Ia ditahan karena telah melewati batas izin tinggal.

“Saya datang dengan dokumen lengkap. Bukan pendatang gelap. Tapi masa tinggal saya sudah habis,” kata Yusnidar.

Ia bekerja sebagai  “cleaning service” dan mendapat penghasilan 1200 Ringgit Malaysia (RM). Suaminya, Zainal Abidin, dari Abdya, saat ini juga sedang di tahan di penjara Selangor karena melewati batas izin tinggal.

“Saya jera,” katanya tentang nasib getir yang dialaminya.

Halimah dan Yusnidar gembira bisa pulang kampung menjalani sisa Ramadhan dan berlebaran di kampung halaman.(*)

  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!