Doa 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan, Boleh Dibaca untuk Mendapatkan Ampunan!

oleh

Uri.co.id – Doa 10 hari kedua Ramadan dalam bahasa Arab beserta artinya, bisa dibaca untuk mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Puasa bulan Ramadan 1440 H memasuki hari kesebelas pada Kamis (16/5/2019).

Ini juga bisa diartikan bahwa umat muslim telah memasuki 10 hari kedua Ramadan.

Jika 10 hari pertama biasa disebut sebagai hari penuh rahmat, maka 10 hari kedua Ramadan merupakan hari penuh ampunan.

Fase ini juga sering dianggap sebagai fase transisi semangat, yakni menurunnya semangat karena euforia Ramadan di 10 hari pertama sudah usai serta timbulnya sedikit euforia menjelang liburan.

Selain itu, tak sedikit juga masjid-masjid yang mulai kehilangan sebagian besar jamaahnya di fase ini.

Padahal, di 10 hari kedua Ramadan ini Allah membukakan pintu pengampunan seluas-luasnya.

Ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya seperti ini:

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah rahmah, pertengahannya maghfirah dan akhirnya itqum minan nar.”

Bagi siapapun yang bisa melewati bulan puasa Ramadan ini hingga fase kedua, insyaallah bisa mendapatkan ampunan yang tidak akan diperoleh di bulan-bulan yang lain.

Dengan memohon ampunan dengan tulus dan bersungguh-sungguh serta bertobat dari hati yang terdalam insya Allah pasti mendapatkan ampunan-Nya.

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya doa khusus yang bisa diamalkan di 10 hari kedua Ramadan ini agar dosa-dosa kita diampuni Allah, dibaca dari hari ke-11 hingga ke-20.

Berikut ini doanya:

Allahummagfirli dzunuubi ya robbal ‘alamiin.

Artinya: ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku wahai Tuhan Pencipta Semesta Alam.

5 Amalan Penting Bulan Ramadan Versi Ustaz Abdul Somad

style mengutip dari BangkaPos, berikut kelima amalan yang dimaksud:

1. Shiyam

Amalan pertama yang penting menurut Ustaz Abdul Somad di bulan Ramadan adalah shiyam alias berpuasa.

“Shiyam artinya imsak. Imsak artinya menggenggam. Apa yang digenggam?”

“Yang pertama digenggam, mulut. Tak masuk air tak masuk nasi, tak masuk sambal, tak masuk sayur, semua tak masuk,” kata Ustadz Abdul Somad.

“Begitu juga tidak boleh keluar. Tak boleh keluar sumpah serapah, tak boleh keluar caci maki, kata-kata kotor, fasiq, tak boleh. Ini yang pertama kali digenggam,” katanya.

Sementara hal kedua yang harus digenggam adalah mata, yakni jangan sampai melihat hal yang tak diridhai Allah SWT.

Lalu, kaki yang ingin digunakan untuk melangkah ke tempat yang tak diridhai Allah SWT juga harus ditahan.

Tangan yang ingin memukul, menempeleng, menampar, menyakiti hati juga harus ditahan.

Sedangkan hal terakhir yang harus ditahan adalah otak.

“Jangan lagi memikirkan yang tidak dihalalkan, tak dibenarkan Allah SWT,” jelas UAS.

UAS menjelaskan, shiyam adalah ibadah yang tidak berkeringat karena tidak melakukan aktivitas apapun.

“Shiyam, menahan. Tahan mata, tahan mulut, tahan telinga, kaki dan tangan.”

“Tapi justru banyak orang lebih mau amal berkeringat daripada menahan,” kata Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, banyak amal yang kita sangka berat, tapi justru ada yang lebih berat.

“Ada yang lebih berat dari pada Jihad. Tumpah, menetes darah, nyawa bisa ilang.” kata Ustadz Abdul Somad.

“Berat menahan mata, berat menahan lidah,” lanjut UAS.

2. Sedekah

UAS menjelaskan, sedekah adalah hal yang akan menolong manusia saat sudah di hadapan Allah SWT nanti.

“Orang akan bernaung di bawah sodaqohnya sampai diputuskan pengadilan di padang mahsyar,” katanya.

“Apa yang dimakan busuk, yang kau pakai lapuk, yang disedekahkan itulah yang dibawa mati menghadap Allah SWT,” lanjut UAS.

UAS menambahkan, sedekah paling bagus di bulan Ramadan adalah memberi makanan untuk berbuka puasa.

“Siapa yang memberi buka puasa, untuk yang berpuasa mendapat pahala macam orang yang berpuasa,” kata UAS.

Ramadhan 1440 H / 2019. (Instagram)

3. Tadarus

Ustadz Abdul Somad mengatakan saat tadarus berkelompok tak perlu banyak orang. Cukup sepuluh saja.

“Jangan dibuat lebar-lebar. Apa gunanya sepuluh? Selembar (setiap kelompok), sepuluh lembar sama dengan satu juz,” katanya.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, tadarus menggunakan mikropon luar tak perlu lama-lama.

“Jam sepuluh, stop. Kalaupun mau mengaji, dalam saja. Kalaupun mau ngaji, pakai mik dalam,” jelas UAS.

UAs menjelaskan, nanti di hari kiamat Quran akan datang memberikan syafaat pada orang yang membacanya.

“Ada waktu-waktu luang, baca. Buat target satu hari satu juz. kalau tak sanggup, satu hari satu halaman,” kata UAS.

4. Zikir

Ustadz Abdul Somad mengatakan, orang yang berfikir adalah orang yang berzikir mengingat Allah, waktu tegak, waktu duduk dan waktu berbaring.

“Jangan putus zikir,” kata Ustadz Abdul Somad.

UAS mengatakan, siapa yang banyak berzikir, maka mudah mati dalam khusnul khotimah.

5. Qiyam

Menurut UAS, Qiyam artinya tegak.

“Kenapa disebut tegak? Karena kita sudah tegak dari jam delapan sampai jam sembilan,” ucapnya.

“Enam puluh menit kita sudah tegak. Itulah tadi disebut dengan Qiyam. Qiyam artinya tegak. Apa yang ditegakkan? Kaki,” imbuhnya.

Menurut UAS, ibadah yang paling afdol di tengah malam adalah Qiyam, sementara menegakkan malam bahasa Arabnya lail.

Karena itu ibadahnya disebut Qiyamul Lail.

“Nabi Muhammad SAW satu malam itu Qiyamnya rakaat pertama surat Al Baqarah dua juz empat lembar. Kalau dibaca pelan, dua jam lebih kurang,” kata UAS.

Untuk selengkapnya, silakan simak video di bawah ini. (style/ Irsan Yamananda)

Uri.co.id Doa 10 Hari Kedua Ramadan dalam Bahasa Arab Beserta Artinya, Bisa Dibaca untuk Mendapatkan Ampunan! ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!