Semua Sekretaris Partai tak Lolos ke Parlemen

oleh

BANDA ACEH – Rekapitulasi tingkat provinsi hasil perolehan suara pada Pemilu 2019 sudah selesai dilakukan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Minggu (12/5) lalu. Berdasarkan hasil rekap terungkap bahwa semua sekretaris partai politik, baik lokal maupun nasional, tidak seorang pun lolos ke parlemen di Aceh. 

Dari data yang diperoleh Serambi, masing-masing caleg yang sedang menjabat sekretaris partai tidak berhasil meraup suara terbanyak di partainya. Rata-rata mereka berada di urutan kedua (runner up). Beberapa di antaranya yang meraih suara badan terbanyak, tapi suara partainya masih kalah dibanding partai lain. Alhasil, para sekretaris partai tersebut gagal melaju ke DPRA.

Padahal, dari segi urutan caleg di partai masing-masing, sekretaris partai mendapat nomor urut cantik, yaitu nomor urut pertama. Tapi masalahnya, kemenangan memang tidak ditentukan oleh nomor urut, melainkan oleh suara badan dan suara partai terbanyak.

Lihat saja, beberapa sekretaris partai peraih suara terbanyak di Aceh gagal bersaing dalam kontestasi politik pada Pemilu 2019. Mereka gagal menduduki gedung di Jalan Daud Beureueh DPRA setelah kalah dari caleg sesama partai yang meraih suara dominan.

Sebut saja Iqbal Farabi SH, Sekretaris Partai Demokrat Aceh. Dia maju melalui dapil 6 (Aceh Timur) dan hanya meraih 6.545 suara. Padahal, partai berlambang Bintang Mercy itu sebagai partai peraih suara terbanyak kedua di Aceh setelah Partai Aceh dan memperoleh sepuluh kursi DPRA.

Lalu, Sekretaris Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat yang maju melalui dapil 1 (Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang). Ia gagal meraih kursi karena hanya meraup 3.845 suara, meskipun partainya menjadi partai ketiga peraih suara terbanyak dan memperoleh sembilan kursi.

Nasib yang sama juga dialami Maulisman Hanafiah, Sekretaris Gerindra Aceh yang maju melalui dapil 10 (Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue). Dia juga tidak berhasil menduduki Gedung DPRA karena kalah saing dengan caleg separtainya setelah meraih 2.541 suara.

Padahal, Gerindra sedang berpesta setelah berhasil meraih suara terbanyak keempat di Aceh dan memperoleh delapan kursi di DPRA. Bahkan partai tersebut berhasil mengantarkan dua kadernya ke DPR RI, yaitu Fadhlullah alias Dek Fad dari dapil Aceh I dan TA Khalid yang tak lain Ketua DPD Partai Gerindra Aceh dari dapil Aceh II.

Selain itu, sekretaris partai lain yang gagal menjadi anggota dewan adalah Khairul Amal (Sekretaris PKS Aceh), Banta Syahrial (Sekretaris Partai NasDem Aceh), Teuku Hasbullah HD (PAN), Ansari Idrus Sambo (Sekretaris PPP Aceh), Amrizal (Sekretaris PKB Aceh), Zulmahdi Hasan (Sekretaris PBB Aceh), Salimin Sulaiman (Sekretaris Partai Hanura Aceh), dan  Ihsanul Akmal  (Sekretaris PKPI Aceh).

Khusus untuk PKS, NasDem, PAN, PPP, dan Hanura, selain sekretaris partai itu tidak lolos, pahitnya lagi masing-masing ketua partai itu pun tidak lolos. Masing-masing ketua partai itu bersaing di tingkat DPR RI, seperti Ghufran Zainal Abidin (PKS), Zaini Djalil (NasDem), Teuku Hasbullah HD (PAN), Amri M Ali (PPP), dan Ibnu Rusdi (Hanura).

Nasib tidak menguntungkan juga dialami sekretaris partai lokal, seperti Muhammad Daud (Sekretaris Partai SIRA), Tgk Razuan (Sekretaris PDA), dan Miswar Fuady (Sekretaris PNA). Sedangkan Sekretaris Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak memang tidak mencalonkan diri sebagai calon legislatif dan ia mendukung kubu 01 pada Pilpres 2019. (mas) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!