Anggota KKB di Aceh Terkait Sabu

oleh

* Penegasan Pangdam Teguh

BANDA ACEH – Munculnya kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Aceh, khususnya di Aceh Timur beberapa waktu lalu telah meresahkan warga setempat. Kehadiran kelompok ini tidak terlepas dari bisnis sabu-sabu yang dilakoni pihak kriminal tersebut.

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menegaskan bahwa munculnya anggota kriminal yang disebut sebagai anggota KKB itu tidak ada kaitannya dengan eks kombatan, tapi murni sebagai aksi kriminalitas.

Teguh menyatakan sudah berbicara dengan petinggi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memastikan hal itu. “Mereka (eks kombatan) tidak pernah melakukan perbuatan seperti ini. Yang ada sekarang adalah kasus terkait peredaran narkoba yang bersifat kriminal,” katanya.

Demikian disampaikan Pangdam Teguh menjawab wartawan pada acara konferensi pers terkait penyerahan 12 pucuk senjata bekas konflik jenis campuran yang diserahkan warga secara sukarela di rumah dinasnya, kawasan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (15/5).

“Tidak ada KKB segala macam, tidak ada itu di Aceh. Saya juga sudah bicara dengan rekan-rekan di kepolisian, yang banyak adalah (terkait) peredaran narkoba. Para pengedar narkoba juga melindungi diri mereka dengan senjata seperti ini,” ungkapnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Pangdam mengimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata bekas konflik untuk menyerahkan secara sukarela kepada aparat keamanan, baik kepada TNI maupu polisi. Teguh memberi jaminan keselamatan dan keamanan kepada warga yang seperti ini.

“Kita terus berusaha mencegah atau meniminlisir tindakan yang bersifat kriminal seperti perampokan dan peredaran narkoba. Kalau senjata ini sampai kepada tangan-tangan orang yang tidak bertangung jawab, bisa digunakan ke hal-hal yang bersifat kriminal atau peredaran narkoba,” katanya.
Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak sudah mengultimatum anggota KKB yang masih bersembunyi di seluruh wilayah hukum Polda Aceh agar segera menyerahkan diri. Ia nyatakan, polisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika imbauan itu tidak digubris oleh anggota kelompok tersebut.Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan secara resmi oleh Humas Polda Aceh, Jumat (3/5), Kapolda juga menegaskan bahwa pihaknya selalu siap untuk mengawal dan menjaga situasi keamanan di Aceh dari gangguan apa pun.
“Kita mengimbau kepada anggota KKB yang masih bersembunyi agar segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan terdekat. Bila imbauan ini tidak diindahkan, aparat keamanan akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolda.

Sebelum imbauan itu dikeluarkan, beberapa waktu lalu tim gabungan  Polda Aceh  dan Polres Aceh Timur terlibat baku tembak dengan anggota KKB di kawasan Aceh Timur, Rabu (24/4) malam. Dalam kejadian itu, satu orang yang diyakini sebagai pimpinan kelompok tersebut bernama Nasir Agung (45), warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, tewas setelah tertembak di dadanya.

Dalam baku tembak itu, polisi berhasil membekuk Mahdi (34), warga Desa Paya Keutapang, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Sedangkan satu orang lagi bernama Sofyan alias Apuy berhasil melarikan diri. Belum ada kabar, apakah yang bersangkutan sudah tertangkap atau sudah menyerahkan diri.

Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko kemarin menerima 12 pucuk senjata jenis campuran bekas konflik yang diserahkan kelompok masyarakat secara sukarela. Penyerahan senjata itu berlangsung di rumah dinas Pangdam IM, kawasan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (15/5).

Senjata diserahkan oleh salah satu prajurit yang mewakili masyarakat kepada Pangdam secara simbolis. Selama ini senjata bekas konflik tersebut dikuasai oleh kelompok masyarakat dari empat kabupaten, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Barat, dan Aceh Besar.

Ke-12 pucuk senjata itu terdiri atas dua pucuk M16, satu pucuk FNC, tujuh pucuk AK-47, dan tiga pucuk pistol. Selain itu, warga tersebut juga menyerahkan lima magazen, 455 amunisi, dua granat nanas, dua ranjau antipersonwl, dan dua pelontar.

Semua senjata itu dalam keadaan aktif atau masih berfungsi dengan baik. Pangdam Teguh menyampaikan penyerahan senjata oleh warga tersebut atas dasar kesadarannya sendiri. Ini juga hasil kegiatan penggalangan secara terbatas pihak Kodam IM dengan mengedepankan cara-cara persuasif.

Dalam kesempatan itu, Pangdam penyerahan senjata ini sebagai bukti bahwa Aceh saat ini sudah kondusif, aman, dan nyaman. Dia berharap investor bisa menanamkan modalnya di Aceh dan pemerintah bisa melakukan pembangunan untuk menunjang kesejahteraan rakyat.

“Ini juga sebagai bukti bahwa Aceh sekarang situasinya sudah kondusif dan aman. Sekarang masyarakat sudah benar-benar menikmati situasi aman ini sehingga mereka tidak perlu mempersenjatai diri untuk mengamankan dirinya, kerana kondusi Aceh secara keseluruhan sudah aman,” ungkap dia.

Turut hadir dalam konferensi pers itu, Asintel Kasdam IM, Kolonel Inf Azwar Usman, Kabekangdam IM Kolonel Cba Rommy Tuwaidan, Aspers Kasdam IM Kolonel Inf Agung, Dandeninteldam IM Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, Kasmin Pangdam Mayor Inf Dimar B, Dantepbek Mayor Cba Fahrul Razi, dan Wadandeninteldam Mayor Inf T Andy. (mas) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!