Tiga Saksi Diperiksa Kasus Penemuan Granat

oleh

* Kasus ‘Teror’ Granat di Pendopo Bupati Abdya

BLANGPIDIE – Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penemuan satu granat nanas yang masih aktif di depan pagar Pendopo Bupati, kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Selasa (14/5) siang. Pihak kepolisian memeriksa tiga saksi untuk didengar keterangannya, Rabu (15/5).

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK yang dihubungi Serambi, kemarin, menjelaskan, tiga saksi yang diperiksa itu masih untuk petunjuk awal, namun keterangannya belum mengarah. “Kita masih melakukan pemeriksaan,” kata Kapolres. Hanya saja, AKBP Moh Basori enggan mengungkapkan identitas tiga saksi yang diperiksa tersebut.

Kapolres melanjutkan, pihaknya terus bekerja untuk mengungkapkan pelaku dan motif dari kasus ‘teror’ granat jenis nenas di bahu jalan nasional depan pagar Pendopo Bupati Abdya itu. “Saat ini, kita terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data atau informasi/keterangan yang dapat dijadikan petunjuk,” tukasnya.

Oleh sebab itu, ia diharapkan, bantuan masyarakat untuk memberikan informasi yang bisa mengarah pengungkapan kasus itu. Meski begitu, pinta Kapolres AKBP Moh Basori, masyarakat juga tak perlu panik dengan penemuan granat itu, namun harus tetap tenang apalagi saat ini sedang menjalankan ibadah puasa. “Kami dari Polres Abdya terus bekerja keras untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu granat nenas yang diduga masih aktif ditemukan di bahu jalan nasional depan pagar Pendopo Bupati Abdya, kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie pada Selasa (14/5) siang. Informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah sumber, granat nenas itu diletakkan oleh orang yang belum teridentifikasi menggunakan minibus Toyota Avanza warna hitam sekitar pukul 10.15 WIB. Setelah meletakkan granat di depan pagar pendopo, mobil tersebut langsung kabur dan tancap gas ke arah Banda Aceh.

Awalnya, salah seorang saksi mata tidak mengetahui benda apa yang diletakkan oleh orang dalam mobil tersebut. Merasa curiga dengan cara pelaku meletakkan benda itu, saksi mata kemudian langsung melaporkan hal itu ke personel Satpol PP yang berada di Pos Pendopo Bupati Abdya. Setelah itu, anggota Satpol PP bersama saksi mata bergegas melihat benda mencurigakan tersebut.

Setelah melihat dan menduga benda itu adalah granat, mereka langsung melapor ke Pos Satlantas yang berjarak sekitar 60 meter dari pendopo. Lalu, seorang anggota Satlantas mendatangi tempat diletakkan benda tersebut. Mengetahui benda itu adalah granat, personel Satlantas kemudian menghubungi anggota Polres Abdya.

Beberapa menit kemudian, penemuan granat yang sudah terbuka pen (pengaman satu) itu langsung menyebar ke masyarakat setempat. Sehingga, dalam waktu singkat jalan nasional kawasan depan Pendapo Bupati Abdya dipadati warga, sehingga sempat membuat arus lalu lintas macet.

Tak lama kemudian, sejumlah personel Polres Abdya tiba. Lalu, mereka mengamankan lokasi dengan memasang police line di tempat kejadian perkara (TKP). Warga juga dilarang mendekat untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sebab, granat nenas itu diduga masih aktif dan sewaktu-waktu bisa meledak dengan daya yang sangat kuat.

Bahkan, Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK didampingi sejumlah perwira Polres yang turun ke lokasi pun meminta segera didatangkan satu kendaraan taktis (rantis). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi atau meredam daya ledak jika granat tersebut meledak, sebelum berhasil dijinakkan petugas. Setiba di lokasi, rantis langsung diparkirkan persis di tengah granat tersebut.

Granat jenis nanas yang sempat menjadi tontonan warga akhirnya berhasil dijinakkan pada Selasa sore sekira pukul 18.05 WIB, oleh tim gabungan dari Brigade Mobil (Brimob) Kompi 5 Trumon, Aceh Selatan dan Brimob Kompi 4 Ujong Patihah, Nagan Raya atau Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh.

Sementara itu, pantauan Serambi, kemarin, setelah granat jenis nenas tersebut berhasil dijinakkan, suasana Pendopo Bupati Abdya yang berlokasi di Gampong Geulumpang Payong atau di pingir Jalan Nasional Blangpidie-Tapaktuan itu, tampak kondusif.

Beberapa personel Satpol PP Abdya tetap melaksanakan tugas piket seperti biasa. Bupati Akmal Ibrahim dan anggota keluarga serta para jamaah dilaporkan juga tetap melaksanakan shalat Tarawih di musalla dalam Kompleks Pendopo pada Selasa malam.

Bahkan, shalat Tarawih di musalla Pendopo yang dilanjutkan dengan pengajian berjalan normal hingga tadi malam. Kecuali itu, pada Rabu (15/5) malam, juga digelar acara buka puasa bersama di Pendopo Bupati Abdya tersebut. Selain para pejabat, acara buka puasa bersama juga dihadiri para tokoh masyarakat.(nun/c50) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!