Polisi Tangkap Pria Berparang

oleh

* Pelaku Didiagnosa Menderita Gangguan Kejiwaan

MEULABOH – Tim gabungan dari Polres Aceh Barat bersama Polsek Johan Pahlawan, Selasa (14/5) siang, berhasil mengungkap kasus yang sempat heboh yakni pria berparang ‘menyerang’ Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten setempat. Pelaku yang diamankan polisi dalam waktu 2×24 jam sejak kasus terjadi pada Minggu (12/5) sekira pukul 03.00 WIB itu, setelah menjalani pemeriksaan ternyata mengalami gangguan kejiwaan.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra SE didampingi Kanit Reskrim, Aipda Firdaus SH, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (15/5) sore. Turut hadir dalam temu pers itu, psikolog Diah Pratiwi PSi dan Pjs Keuchik Lapang, Mas Adi. Tak ketinggalan, polisi juga mengekspos pria berparang bernama Novan Saputra (26) serta sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan.

Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra SE menjelaskan, pengungkapan kasus menghebohkan itu melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Polres Aceh Barat bersama Polsek Johan Pahlawan, serta Kodim 0105/Aceh Barat. Ia menyebutkan, pelaku ditangkap pada sebuah rumah di kawasan Desa Lapang, dan kemudian dibawa ke Polsek Johan Pahlawan guna dimintai keterangan.

Saat pemeriksaan, jelas Kapolsek, polisi ikut menghadirkan seorang psikolog untuk memeriksa kejiwaan pelaku. “Setelah diperiksa, ternyata pelaku mengalami gangguan kejiwaan sehingga kasus ini tidak dilanjutkan ke pidana, tapi diteruskan ke pihak desa di mana pelaku akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk diobati,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi menerangkan, dari pemeriksaan diketahui bahwa motif pelaku melakukan aksinya itu karena ia merasa terganggu mendengar suara dari mikrofon (mic) masjid. Sehingga pada malam itu, pelaku langsung datang ke masjid serta merusak mikrofon dengan parang yang dibawanya.

Dengan dibawanya pelaku berobat ke RSJ, tukasnya, maka diharapkan kasus serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang. “Demikian juga kepada masyarakat diminta tetap tenang karena kasus perusakan mikrofon sudah ditindaklanjuti dan berhasil diungkap,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, pria tidak dikenal dengan membawa sebilah parang tiba-tiba muncul di Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (12/5) sekira pukul 03.00 dini hari. Pelaku yang belum teridentifikasi dengan memakai sepatu bot dan senter di kepala itu merusak sebuah mikrofon (pengeras suara) di masjid setempat.

‘Serbuan’ mendadak pria berparang itu sontak membuat sejumlah pemuda dan jamaah tadarus di Masjid Nurul Arifin masjid berhamburan untuk menyelematkan diri. Kondisi ini membuat pelaku leluasa merusak mikrofon dengan parang miliknya. Setelah merusak mikrofon, pelaku kemudian meninggalkan masjid dengan berjalan ke areal persawahan.

Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Keuchik Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Mas Adi mengungkapkan, pria berparang pelaku ‘penyerangan’ Masjid Nurul Arifin di desanya itu bukan warga Lapang, melainkan pendatang dari Blang Bintang, Aceh Besar. Selama ini, beber Adi, pelaku dibantu oleh warga Lapang karena di ia tinggal seorang diri di Meulaboh.

Sedangkan, psikolog Diah Pratiwi dalam keterangan kepada wartawan membenarkan, bahwa dari hasil sejumlah rangkaian tes terhadap pelaku Novan Saputra diketahui bahwa pria tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Untuk itu, Diah merekomendasi, supaya pelaku segera diobati. “Sebab, tindakan pria itu selain dapat membahayakan orang lain, juga dirinya sendiri,” tutupnya.(riz) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!