15 Siswa SMAN Mosa Raih Nilai 100 UNBK

oleh

BANDA ACEH – Perolehan nilai UN SMA Negeri Modal Bangsa (Mosa) tahun pelajaran 2018/2019 kembali mengalami peningkatan. Tak tanggung-tanggung, tahun ini sebanyak 15 siswa sekolah tersebut meraih nilai 100 untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Prestasi ini melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya hanya 5 siswa memperoleh nilai UNBK 100 di berbagai mata pelajaran. Tahun ini melonjak tiga kali lipat dan alhamdullilah itu melebihi target kami,” terang Kepala SMAN Mosa, Dr Anwar Amin MSE kepada Serambi, Rabu (15/5).

Dia menjelaskan, kepastian itu diperoleh pihaknya pada 6 Mei 2019. Hasil UNBK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin MPd. Dikatakan Anwar, dua sekolah yang meraih nilai UNBK tertinggi yaitu SMAN Mosa dan SMKN 1 Banda Aceh.

“Kami diundang khusus oleh Pak Kadis untuk diserahkan langsung. Kata beliau sebagai penghargaan. Kami sangat terharu yang Pak Kadis lakukan dan membuat kami termotivasi,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, kepala sekolah dan dewan guru berterima kasih kepada para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Dirinya berpesan, kepada para siswa SMAN Mosa yang lulus UN agar tetap fokus belajar dan tidak cepat berpuas diri.

Anwar menambahkan, target pihaknya adalah menjadi sekolah terbaik se-Aceh serta meningkatkan prestasi di tingkat sekolah. Sistem boarding school diakui Anwar memungkinkan pihaknya memantau proses belajar siswa secara lebih intensif.

Keberhasilan 15 siswa SMAN Mosa meraih nilai sempurna merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Pihak sekolah mengaku melakukan terobosan dengan mengundang guru khusus untuk memberikan pembengkalan. “Kami mengundang narasumber yaitu para guru terbaik di Aceh untuk memberikan kisi-kisi UN. Para guru tersebut juga merupakan pemateri untuk pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan,” ujar Kepala Sekolah SMAN Mosa, Dr Anwar Amin MEd.

Ia menjelaskan, terobosan itu telah dilakukan pihaknya sejak tahun ajaran lalu. Para narasumber memberikan pembekalan secara massal kepada siswa. Kemudian pihaknya memilih sepuluh siswa terbaik untuk dibimbing secara khusus. Adapun mata pelajaran yang mendatangkan narasumber khusus yaitu matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Hanya saja bedanya, kata dia, pada tahun ajaran 2018/2019 ini pihaknya juga menerapkan metode ‘tutor sebaya’. Dimana para siswa terbaik di masing-masing mata pelajaran diwajibkan mengajarkan kembali teman-temannya yang lain. Metode ‘tutor sebaya’ ini dinilai efektif, karena membuat siswa tidak merasa tertekan. Pola ini dijalankan terhitung sejak Februari lalu.

“Ke depan kami akan memulai lebih cepat (tutor sebaya) agar waktu persiapannya juga bisa lebih lama. Prestasi ini juga berkat guru-guru di sekolah. Meraih prestasi merupakan sebuah berkah sekaligus tantangan,” demikian Anwar.(rul) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!