Pengakuan Ayah Praka Anumerta Kasnun: Kami Bangga Putra Kami Gugur Membela Negara

oleh

Uri.co.id, TAKENGON – Meski masih diselimuti duka yang mendalam karena kehilangan putra ketiganya, namun M Adam, berusaha tetap tegar menghadapi cobaan.

M Adam, adalah ayah dari Praka Anumerta Kasnun yang gugur ketika menjalan tugas di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (13/5/2019) lalu.

Rasa sedih yang mendalam dirasakan oleh keluarga besar Praka Anumerta Kusnun di Dusun Tanjung, Kampung Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Tetapi, kepergian putra terbaik Dusung Tanjung itu, selain menyisakan duka, juga memberikan rasa bangga bagi keluarga yang ditinggalkan.

M Adam justru mengaku bangga karena putranya gugur membela bangsa dan negara serta menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)).

“Saya tidak sedih, dan tidak merasa kehilangan karena anak saya gugur di medan tempur. Tapi saya malah bangga, dia (Kusnun-red) gugur ketika membela bangsa ini,” kata M Adam kepada sejumlah wartawan, usai prosesi pemakaman, Rabu (15/5/2019).

Walau terlihat tegar, namun kesedihan yang mendalam masih tergambar di wajah Ayah Praka Anumerta Kusnun.

Dia mencoba menyimpan kesedihannya dibalik kebanggaan terhadap putranya yang gugur serta pulang tinggal nama setelah menjalankan tugas negara.

“Dia gugur dalam tugas, bukan karena lari dari tugas. Itu yang membuat saya tidak sedih dan tidak merasa kehilangan,” aku M Adam.

Beberapa hari sebelum meninggal, M Adam mengaku telah mendapat firasat. Namun tanda-tanda itu, diabaikan karena dianggap sebagai hal biasa terjadi.

“Firasat pertama, saya tiga hari sebelum kejadian, tidak bisa tidur. Bahkan monyet serta bebek angsa peliharaan kami di belakang rumah hampir tiap malam berteriak,” kata M Adam.

Teriakan monyet peliharaan serta ributnya bebek angsa di belakang rumah M Adam, menjadi sebuah tanda bila salah satu anggota keluarganya akan pergi selamanya.

“Kita kan nggak tahu, barangkali itu, merupakan tanda kalau Kusnun akan gugur di tempat tugasnya. Tapi setelah kejadian ini, baru kami sadari bahwa semua itu, barangkali tanda-tandanya,” aku M Adam.

Dua bulan sebelum meninggal, Praka Anumerta Kusnun, tidak pernah lagi menghubungi orang tuanya di Dusun Tanjung, Kampung Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Bahkan ketika dihubungi ponsel milik almarhum jarang aktif, hingga akhirnya dikabarkan Kusnun telah gugur dalam tugas. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!