Pengrusak Surat Suara Pemilu di Langsa Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

oleh

Uri.co.id, LANGSA – Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Rabu (15/5/2019) memvonis M Salim Harun bin Harun 2 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsidier satu bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 3 tahun penjara dan denda Rp 30 juta subsidier 6 bulan kurungan.

Sidang pamungkas pembacaan vonis perkara tindak pidana Pemilu (pengerusakan kertas surat suara caleg DPRK Pemilu 2019 di Kota Langsa), berlangsung singkat sekitar 10 menit pada pukul 10.30 WIB di PN Langsa.

Vonis putusan dibacakan Dr Nurmaningsih Amriani SH MH, didampingi M Dede Idham SH, Ryki Rahman Sigalingging SH MH.

Sedangkan dari JPU dari Kejari Langsa, Firman Junaidi SH.

Terdakwa M Salim Harun (61) warga Dusun Sehati, Gampong Paya Bujok Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, hadir dalam persidangan memakai baju kemeja abu-abu muda dan celana kain abu-abu.

Setelah pembacaan vonis, Hakim Ketua Dr Nurmaningsih Amriani SH MH, saat itu langsung menanyakan kepada terdakwa M Salim Harun apakah menerima putusan itu, terdakwa menjawab menerimanya.

Terdakwa M Salim Harun terlihat tidak didampingi keluarga atau kerabatnya.

Usai sidang vonis perkara tindak pidana Pemilu ini terdakwa langsung dibawa petugas Kejari ke Kantor Kejaksaan setempat.

JPU Kejaksaan Negeri Langsa, Firman Junaidi SH, kepada Uri.co.id mengatakan, setelah sidang putusan terdakwa M Salim Harun langsung dieksekusi, dan siang ini telah diserahkan ke LP Kelas II Langsa.

Catatan Uri.co.id pengrusakan kertas surat calon DPRK Dapil 1 Langsa Kota ini, dilakukan pelaku dengan cara mencoblos secara acak kertas surat suara menggunakan kawat yang telah dimodifikasi seperti cincin, dipakai di jari tangannya.

Insiden itu terjadi pada Kamis (18/4/2019) dini hari, saat proses penghitungan sedang berlangsung di TPS 12 Gampong Paya Bujok Blang Paseh, dan diketahui oleh seorang saksi dari salah satu parnas peserta Pemilu yang sedang berada di TPS.

Untuk menghindari hal tak diinginkan, saat itu juga oknum Linmas tersebut diamankan ke Kantor Panwaslih untuk pemeriksaan oleh tim penyidik Gakkumdu.

Bahkan video insiden dugaan pengrusakan kertas surat suara DPRK Dapil Langsa Kota di TPS dimaksud telah beredar di facebook dan dilihat oleh ratusan pengguna medsos FB.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!