Pendopo Bupati Abdya Diteror Granat

oleh

BLANGPIDIE – Satu granat nenas yang diduga masih aktif ditemukan di bahu jalan nasional depan pagar Pendopo Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Selasa (14/5) siang.

Informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah sumber, granat nenas itu diletakkan oleh orang yang belum teridentifikasi menggunakan mobil Toyota Avanza hitam sekitar pukul 10.15 WIB, kemarin. Setelah meletakkan granat tersebut, mobil tersebut langsung kabur dan tancap gas ke arah Banda Aceh.

Awalnya, salah seorang saksi mata tidak mengetahui benda apa yang diletakkan oleh orang dalam mobil tersebut. Merasa curiga dengan cara pelaku meletakkan benda itu, saksi mata tersebut langsung melaporkan hal itu ke personel Satpol PP yang berada di Pos Pondopo Bupati Abdya. Setelah itu, anggota satpol PP bersama saksi mata bergegas melihat benda mencurigakan tersebut.

Setelah melihat dan menduga benda itu adalah granat, mereka langsung melapor ke Pos Satlantas yang berjarak sekitar 60 meter dari pendopo. Lalu, seorang anggota Satlantas mendatangi tempat diletakkan benda tersebut. Mengetahui benda itu adalah granat, personel Satlantas kemudian menghubungi anggota Polres Abdya.

Beberapa menit kemudian, penemuan granat yang sudah terbuka pen (pengaman satu) itu langsung menyebar ke masyarakat setempat. Sehingga, dalam waktu singkat jalan nasional kawasan depan Pendapo Bupati Abdya dipadati warga dan kondisi tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet.

Tak lama kemudian, sejumlah personel Polres Abdya tiba. Lalu, mereka mengamankan lokasi dengan memasang police line di seputaran tempat diletakkan granat tersebut. Warga juga dilarang mendekat untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sebab, granat nenas itu diduga masih aktif dan bisa meledak dengan daya yang sangat kuat.

Bahkan, Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK didampingi sejumlah perwira Polres yang turun langsung ke lokasi pun meminta segera didatangkan satu kendaraan taktis (rantis) atau barracuda. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi atau meredam daya ledak jika granat tersebut meledak, sebelum berhasil dijinakkan petugas. Setiba di lokasi, barracuda langsung diparkirkan persis di tengah granat tersebut.

Untuk menjinakkan granat jenis nenas itu, Polres Abdya harus menunggu Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satrimbobda Trumon dan Nagan Raya. Granat itu baru berhasil dijinakkan oleh tim Jihandak Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satrimobda Aceh sekitar pukul 18.05 WIB, kemarin. Setelah berhasil dijinakan, granat itu selanjutnya diamankan oleh tim jihandak untuk dimusnahkan.

Sebelum dijinakkan, polisi sempat mensterilkan lokasi dengan radius 30 meter kiri dan kanan. Bukan itu saja, petugas Satlantas Polres Abdya pun sempat menyetop sementara kendaraan yang melintasi kawasan itu baik dari arah Banda Aceh maupun Medan.

Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK mengatakan, granat tersebut diduga masih aktif dan memiliki daya ledak cukup tinggi. “Alhamdulillah sudah berhasil kita amankan. Kita minta masyarakat tidak panik, dan kita pastikan Abdya aman dan kami siap memberi pengamanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

AKBP Moch Basori juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat orang-orang mencurigakan di lingkungannya. “Kita sudah usulkan ke Bupati untuk dipasang CCTV terutama pada tempat-tempat yang kita anggap vital, seperti depan pendopo dan jalan-jalan. Sehingga jika ada kejadian seperti ini, cepat bisa diungkap,” jelasnya.

Ditanya apakah teror granat itu ada kaitannya dengan politik, AKBP Basori mengaku belum mengetahui motif pelaku meletakkan granat tersebut. “Insya Allah, kami akan menyelidiki biar tahu siapa pelaku dan motifnya,” ungkap Kapolres seraya berjanji akan selalu memberikan rasa aman kepada masyarakat.(c50/nun) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!