Pria Ber-AK 56 Divonis 4 Tahun

oleh

* Kasus Pemberondongan Terkait Utang Sabu

LHOKSUKON – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (14/5) menghukum Muksalmina alias Ol (28) warga Desa Keude Geudong, Kecamatan Samudera yang terlibat kasus pemberondongan dengan penjara selama empat tahun penjara. Muksalmina dihukum karena terlibat pemberondongan rumah Ahmad Budiman (71), warga Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, dengan senjata api (senpi) jenis AK-56.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muksalmina ditangkap polisi dalam sebuah rumah di Kecamatan Samudera, 19 Juli 2018 saat sedang nyabu (mengisap sabu-sabu). Sementara temannya, Alir Ridha alias Reza (22), warga Kecamatan Samudera, yang juga terlibat dalam kasus itu ditangkap di rumahnya dua jam setelah penangkapan Muksalmina. Reza merupakan orang yang meminjam senpi kepada Johansyah (32), Tapi, yang memberondong rumah Ahmad Budiman adalah Muksalmina.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa pada sidang sebelumnya. Pada 30 April 2019 lalu, terdakwa dituntut enam tahun penjara karena melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sidang tersebut kemarin dipimpin Arnaini MH didampingi dua hakim anggota, Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH. Sedangkan terdakwa hadir ke ruang sidang bersama pengacaranya, Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH. Hakim menyebutkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran senjata apil ilegal yang dapat meresahkan masyarakat.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa antara lain berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan memiliki tanggungan keluarga. Karena itu, Hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada Muksalmina, karena melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Usai membacakan materi amar putusan itu, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan jaksa untuk memberi tanggapan atas putusan tersebut. Karena keduanya memiliki hak untuk menerima atau banding terhadap putusan itu. Lalu, hakim menutup sidang tersebut.

Untuk diketahui, Alir Ridha alias Reza yang terlibat dalam kasus pemberondongan rumah Ahmad Budiman dan menyimpan senjata api (senpi) jenis AK-56, dituntut 30 bulan penjara oleh JPU Kejari Aceh Utara, 8 Januari 2019. Namun, pada awal Februari 2019, Reza divonis 18 bulan penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara.

Alir Ridha ikut menyimpan senpi Ak-56 dari Johansyah sebelum diserahkan kepada Muksalmina. Alir juga memboncengi Muksalmina dengan sepeda motornya ketika menuju ke lokasi rumah Ahmad Budiman. Kemudian, rumah itu diberondong oleh Muksalmina.

Terdakwa kasus pemberondongan, Muksalmina duduk di kursi pesakitan mendengar materi amar putusan dengan seksama yang dibacakan majelis hakim. Setelah mendapatkan kesempatan untuk menanggapi putusan tersebut, ia terlebih dahulu berkonsultasi dengan pengacaranya. Lalu, ia baru menyatakan menerima vonis empat tahun penjara. Hal serupa juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, Harri Citra Kesuma SH, sehingga kasus putusan kasus tersebut sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap).(jaf) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!