946 Peserta MTQMN Mendaftar

oleh

BANDA ACEH – Animo mahasiswa untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-15 Tahun 2019 lumayan tinggi. Buktinya, sampai Selasa (14/5) sudah terdata sebanyak 946 peserta yang mendaftar ke panitia. Mereka berasal dari 130 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia. Jumlah itu masih akan terus bertambah karena pendaftaran dibuka hingga 31 Mei mendatang.

Wakil Ketua Panitia MTQMN 2019 Bidang Fasilitas, Nashrillah Anis SE MM, kepada Serambi, tadi malam, mengatakan, jika setiap perguruan tinggi mengirim dua ofisial sesuai jumlah yang ditanggung panitia, berarti sampai hari ini (kemarin-red) sudah 1.200-an orang yang dipastikan hadir saat pelaksanaan MTQMN Ke-15 di Kampus Unsyiah pada 28 Juli hingga 4 Agustus mendatang.

“Melihat jumlah yang sudah mendaftar, kita optimis perkiraan peserta sekitar 3.000 orang yang akan hadir pada MTQMN di Unsyiah akhir Juli nanti akan tercapai. Tentu ini akan menimbulkan multiplier effect yang cukup berarti pada sektor-sektor lain seperti perdagangan dan transportasi, maupun dampak ekonomi bagi masyarakat daerah ini. Untuk itu, kita berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan even tingkat nasional tersebut,” ujar Awenk–sapaan akrab Nashrillah Anis.

Dikatakan, pihaknya berusaha membentuk pemahaman di kalangan masyarakat akan manfaat dan dampak positif yang bisa didapat atau dinikmati masyarakat dari pelaksanaan MTQMN di Unsyiah nanti. Karena itu, sambung Awenk, sekali lagi pihak panitia berharap agar semua komponen masyarakat ikut memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan even akbar tersebut.

Nashrillah menambahkan, kesan keramahtamahan serta sambutan yang baik dari seluruh masyarakat kepada mahasiswa peserta MTQMN ini nanti tentu akan menciptkan imej positif bagi daerah Aceh. Sehingga, sekembalinya mereka ke daerah masing-masing setelah kegiatan nanti akan menceritakan kepada masyarakat di sana bahwa masyarakat Aceh ternyata ramah dan daerahnya aman.

“Jika imej seperti itu sudah terbangun di masyarakat luar daerah, secara tidak langsung dapat mendorong investor untuk menjadikan Aceh sebagai daerah tujuan investasinya. Sebab, mereka menilai Aceh layak menjadi tujuan investasi dan dunia usaha secara umum. Kondisi demikian akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah kita,” demikian Nashrillah Anis yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah ini.

Panitia Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-15 Tahun 2019, Selasa (14/5), menandatangani naskah kerja sama (MOU) dengan PT Angkasa Pura II (Persero) di Kompleks Perkantoran Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Pihak panitia MTQMN diwakili Wakil Ketua Bidang Fasilitas, Nashrillah Anis SE MM, dan didampingi Koordinator Bidang Humas dan Publikasi, Dr Zulkarnain Jalil MSi. Sementara PT Angkasa Pura II diwakili Rahmat Syukran SE.

Lingkup kerja sama tersebut antara lain juga menyangkut pemanfaatan sejumlah fasilitas dan pelayanan pada terminal kedatangan Bandara SIM kepada kafilah/peserta MTQMN yang datang dari seluruh Indonesia. “Dengan adanya MOU tersebut, selama MTQMN nanti akan ada kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas di bandara, sehingga syiarnya lebih terasa,” ujar Zulkarnain Jalil, kepada Serambi, tadi malam.

Dikatakan, panitia akan berupaya memberi pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah peserta MTQMN dari seluruh Indonesia. “Ini kita harapkan akan menumbuhkan imej dan citra positif masyarakat luar terhadap kondisi daerah Aceh yang sebenarnya. Aceh aman dikunjungi oleh siapa saja, bahkan mungkin lebih aman dari sebagian daerah lain di Indonesia. Ini yang perlu kita tunjukkan, sehingga siapapun termasuk investor ke depan akan tertarik masuk ke Aceh,” demikian Dr Zulkarnain Jalil MSi yang juga Wakil Pembantu Dekan III Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Unsyiah.(jal) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!