Ikan Aceh Dibawa ke Luar

oleh

* Hasil Tangkapan Melimpah

BANDA ACEH – Hasil tangkapan nelayan di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang dalam beberapa hari ini melimpah. Hal itu terlihat dari tingginya aktivitas bongkar muat yang dilakukan nelayan. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Perikanan samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Banda Aceh.

Aktivitas bongkar muat di PPS Lampulo pada minggu kedua Ramadhan 1440 Hijriah ini tetap ramai. Berbagai jenis ikan tangkapan nelayan terlihat memenuhi keranjang-keranjang ikan yang berjejer di dermaga pelabuhan. Hal tersebut juga diakui Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Tommi Purnomo.

Kepada Serambi, Selasa (14/5), Tommi mengatakan dalam satu minggu ini, ada 30 kapal nelayan yang membongkar dan menjual hasil tangkapan di PPS Kutaradja Lampulo. Total tangkapan nelayan yang mendarat di Pelabuhan Lampulo sekitar 172,4 ton.

Dikatakan Tommi Untuk pembelian partai besar, ikan tongkol dibeli dengan harga antara Rp 5.000-Rp 8.000/Kg. Sedangkan ditingkat eceran dijual Rp 10.000-Rp 15.000/Kg. Ikan layang-layang sedikit tinggi, untuk pembelian partai besar harganya Rp 10.000-Rp 13.000/Kg, dan eceran Rp 15.000-Rp 20.000/Kg. Untuk baby tuna lebih mahal lagi, pembelian partai besar Rp 15.000-Rp 17.000/Kg, eceran Rp 20.000/Kg. Ikan salam untuk partai besar Rp 9.000-Rp 15.000/Kg dan eceran Rp 20.000/Kg.

Para pedagang besar, kata Tommi, membawa ikan-ikan yang mereka beli ke luar Aceh, seperti ke Medan, Riau, dan Batam. Ikan-ikan itu diangkut menggunakan mobil pendingin dengan kapasitas 10-20 ton. “Jenis ikan yang dijual ke luar Aceh umumnya jenis ikan yang sedikit produksinya di daerah lain. Seperti baby tuna dan layang-layang,” jelasnya.

Harga kedua jenis ikan tersebut di Medan, Riah, dan Batam, tambah Tommi, lumayan bagus. “Harganya bisa mencapai Rp 40.000/Kg dan bila banyak ikan Rp 20.000-Rp 25.000/Kg.”

Sementara itu, Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh, Nurmahdi mengatakan, sudah menjadi kebiasaan setiap minggu pertama Ramadhan, harga ikan jatuh, karena hasil tangkapan melimpah.

Pada awal Ramadhan, kata Nurmahdi, belum banyak nelayan yang melaut. Baru pada hari keempat Ramadhan nelayan mulai melaut. Pada hari keenam dan kedelapan puasa, hasil tangkapan melimpah, karena banyak nelayan yang sudah pulang melaut untuk menjual ikannya di PPP Kutaradja Lampulo.

Bila dalam satu hari, ada empat atau enam boat nelayan yang pulang bawa hasil tangkapan antara 10-20 ton/boat. Sementara daya beli masyarakat pada minggu pertama masih rendah. Kondisi itu yang membuat harga ikan jatuh.

Memasuki minggu kedua ini, kata Nurmahdi, daya beli ikan memang sudah naik 10-15 persen, tapi karena produksi hasil tangkapan ikan nelayan banyak, harga ikan tetap rendah.(her) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!