Gempa Berkekuatan 7,5 Guncang Papua Nugini, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

oleh

Uri.co.id – Gempa bumi berkekuatan M 7,5 mengguncang Papua Niugini pada Selasa (14/05/2019).

Kabar mengenai lindu yang mengguncang provinsi Irlandia Baru itu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono.

Menurut Daryono, gempa tektonik tersebut menggucang pada pukul 19.58 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, episenter gempa terletak pada koordinat 4,16° LS – 152,51° BT tepatnya di laut pada jarak 45 km arah timur laut Kota Kokopo, Papua Nugini dengan kedalaman 25 km.

“Pusat peringatan dini tsunami ‘The Pacific Tsunami Warning Centre’ yang berpusat di Hawaii sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sebagian wilayah pasifik barat daya,” kata Daryono melalui pesan singkat.

“Meskipun selanjutnya (peringatan tersebut) diakhiri karena hasil konfirmasi data monitoring muka laut di sekitar pusat gempa tidak menunjukkan terjadinya tsunami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, BMKG melakukan analisis mekanisme sumber terhadap gempa itu.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh sesar geser sehingga meskipun berkekuatan besar dan hiposenternya dangkal maka tidak memicu terjadinya tsunami,” tutur Daryono.

Dengan merujuk pada lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan peta tektonik setempat, Daryono mengungkapkan bahwa gempa kuat ini dipicu aktivitas sesar Weitin.

“Sistem sesar ini memiliki pergerakan geser mengiri (left lateral fault),” ujar pria kelahiran Semarang itu.

“Sesar aktif Weitin cukup populer karena memiliki laju pergeseran sangat cepat, yaitu sekitar 130 mm/tahun,” sambungnya.

Daryono juga mengisahkan sejarah gempa besar di wilayah ini.

Dia mengatakan bahwa zona ini sebelumnya merupakan lokasi lepasnya energi gempa dahsyat berkekuatan M 8,0 pada 16 November 2000.

“Gempa ini menewaskan beberapa orang dan dilaporkan memicu terjadinya tsunami kecil,” kisahnya.

Pada gempa hari ini, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shake map), beberapa wilayah di Provinsi Irlandia Baru mengalami guncangan kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

Dia juga menegaskan, dampak gempa di sekitar episenter mencapai skala intensitas VI-VII MMI, seperti di Kota Kabilomu, Palabong, Hitung, Siaman, dan Semalu yang lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa.

“Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan dan korban jiwa akibat gempa,” kata Daryono.

Meski berkekuatan besar dan sempat dikeluarkan peringatan dini tsunami dari Hawaii, Daryono mengimbau kepada masyarakat di wilayah Indonesia untuk tetap tenang.

Pasalnya, menurut ahli gempa bumi itu, gempa ini tidak membangkitkan tsunami dan tidak berdampak di wilayah Indonesia.

Sementara berdasar data dari Survei Geologi AS (USGS), gempa yang terjadi tergolong gempa dangkal dengan kedalaman pusat gempa pada 10 kilometer dan berada di 44 kilometer timur laut Kokopo di pulau Britania Baru.

Gempa terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

“(Gempa) sangat besar, benar-benar besar. Sangat menakutkan,” kata Megan Martin, direktur pelaksana Resor Perkebunan Ropopo di Kokopo, kepada AFP.

“Belum ada laporan mengenai kerusakan, namun kami sedang memeriksanya,” tambahnya.

Seorang wartawan AFP yang berbasis di Kokopo mengatakan, getaran gempa telah menyebabkan listrik di kota padam, serta mendorong orang-orang untuk lari keluar rumah menuju tempat yang lebih aman.

Dalam laporan awal belum menunjukkan adanya kerusakan serius. Namun gambaran lengkap diperkirakan tidak akan diperoleh sebelum Rabu (15/5/2019) siang.

Gempa susulan dilaporkan terasa beberapa saat setelah gempa awal terjadi. Warga juga khawatir akan adanya gelombang tsunami.

Laporan dari Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sempat memperkirakan adanya lonjakan ketinggian air setinggi satu meter dan diperkirakan bisa mencapai hingga Jepang, Taiwan, Filipina, dan Indonesia.

Para ilmuwan tidak memiliki alat pengukur level permukaan laut di sudut terpencil kepulauan Bismark ini, namun diyakini ancaman gelombang tinggi akibat gempa telah berlalu.

Wilayah Kokopo tidak jarang dilanda bencana alam.

Kawasan Rabaul di dekatnya, sempat hancur oleh letusan gunung berapi kembar pada 1994.

Awal tahun ini, hujan deras dan berkepanjang juga telah memakan korban jiwa sedikitnya sembilan orang, dengan banyak lainnya kehilangan tempat tinggal dan tanpa akses air bersih.

Beberapa pekan lalu, gempa berkekuatan 7,2 juga sempat mengguncang Papua Nugini dengan getaran yang dapat dirasakan di ibu kota Port Moresby hingga jauh ke Australia.

Pada Februari 2018, gempa berkekuatan 7,5 juga telah menggetarkan kawasan dataran tinggi yang terjal dan memicu tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 125 orang.

Uri.co.id “Gempa M 7,5 Guncang Papua Niugini, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!