Aparatur Gampong Lhok Rameuan Mundur Massal, Diduga Ini Penyebabnya

oleh

Uri.co.id, SUKA MAKMUE – Aparatur Desa Lhok Rameuan, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya mengundurkan diri secara massal dari jabatan masing-masing.

Pengunduran diri sebagai aparatur gampong itu diduga akibat tidak dibayarnya honor selama satu tahun setengah.

Sehingga para aparatur gampong memilih mundur.  Mulai dari Kaur Kesra, Kaur Pembangunan, Unsur Pemuda, hingga Kepala Dusun.

Surat pengunduran diri tersebut ditekan oleh masing-masing aparatur gampong di atas meterai, tertanggal 9 Mei 2019, yang ditujukan kepada keuchik setempat.

Surat pengunduran diri itu turut ditembuskan kepada camat, kapolsek dan Danposramil Suka Makmue.

Ketua Tuha Peut Lhok Rameuan, Kecamatan Suka Makmue, Abdul Latif kepada Serambinew.com, Selasa (14/5/2019) mengatakan, semua aparatur gampong sudah mengundurkan diri termasuk semua anggota Tuha Peut di desa tersebut.

Pengunduran diri itu akibat tidak ada pembayaran gaji selama satu tahun setengah, sehingga semua mengundurkan diri, kecuali keuchik dan tuha peut.

Ia menambahkan, kondisi roda pemerintahan Desa Lhok Rameuan dinilai sangat memprihatinkan, karena tidak jalannya roda pemerintahan.

Sehingga pihaknya berharap adanya solusi dari pihak pemerintah tingkat kabupaten untuk kemajuan desa itu.

Sementara Keuchik Lhok Rameuan Syatari mengaku sudah mengetahui adanya pengunduran diri para apatur gampongnya ini.

“Menyangkut perosoalan ini saya akan panggil mereka dulu, nanti saya kabari lagi,” jelas Syatari.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!