Polres Aceh Barat Tangkap Pria Berparang yang Rusak Mikrofon Masjid Hingga Jamaah Tadarus Lari

oleh

Polres Aceh Barat Tangkap Pria Berparang yang Rusak Mikrofon Masjid Hingga Jamaah Tadarus Kabur 

Uri.co.id, MEULABOH – Polres Aceh Barat bersama Polsek Johan Pahlawan, Selasa (14/5/2019) siang berhasil mengungkap kasus yang sempat heboh yakni pria berparang ‘menyerang’ Masjid Nurul Arifin,  Desa Lapang,  Kecamatan Johan Pahlawan kabupaten setempat. 

Terduga yang diamankan polisi dalam 2×24 jam itu sejak kasus terjadi pada Minggu (12/5/2019) sekira pukul 04.00 WIB.

Pria yang diduga tersebut bernama Novan Saputra (26) ternyata tercacat warga Desa Lapang kecamatan setempat. 

Dalam mengungkap kasus itu polisi turut dibantu oleh seorang anggota TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat yang ikut menyelidiki kasus yang sempat heboh tersebut.

Dalam memastikan status pelaku, polisi ikut menghadirkan seorang psikologi guna memeriksa kejiwaan pelaku yang diketahui hari-hari berprofesi swasta tersebut. 

Dugaan sementara aksi aneh pelaku diduga terusik dengan suara tadarus di masjid karena arah toa masjid mengarahkan ke rumahnya. 

Penangkapan pelaku turut disaksikan aparat Desa Lapang dan selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Johan Pahlawan guna dimintai keterangan. 

Kapolres Aceh Barat,  AKBP Raden Bobby Aria Prakasa ditanyai Uri.co.id, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria terduga yang merusak mikrofon di Masjid Nurul Arifin Desa Lapang. 

“Masih proses penyelidikan dan pemeriksaan.  Rencana besok (Rabu 15/5/2019) kita ekspose, ” katanya. 

Seperti diberitakan, pria tidak dikenal dengan membawa sebilah parang tiba-tiba muncul di Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (12/5/2019) sekira pukul 03.00 dini hari.

Pelaku yang belum teridentifikasi atau orang tidak dikenal (OTK) dengan memakai sepatu bot dan senter di kepala itu merusak sebuah mikrofon (pengeras suara) di masjid setempat.

Informasi diperoleh, sejumlah pemuda atau jamaah di Desa Lapang sedang melaksanakan tadarus di dalam masjid, serta sejumlah lainnya duduk di pondok dalam perkarangan masjid.

Tiba-tiba dari arah sawah di dekat masjid muncul pria tidak dikenal membawa sebilah parang masuk ke dalam masjid.

Tanpa basa basi, pria tersebut langsung mencari mikrofon yang digunakan warga yang sedang mengaji tadarus dalam bulan Ramadhan.

Karena gelagat lain sehingga peserta tadarus memilih kabur dengan bersembunyi di kamar masjid.

Langkah itu untuk menyelamatkan jiwa mereka dari ulah pelaku, sementara pelaku langsung merusak mikrofon dengan parang miliknya.

Setelah merusak mikrofon pelaku meninggalkan masjid dan kembali berjalan ke arah sawah sehingga sejumlah warga lain mencari pelaku.(*)  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!