Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un, Kabar Duka Datang dari Keluarga Prabowo Subianto

oleh

Uri.co.id – Kabar Duka datang dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Prabowo mengumumkan bahwa kakak dari ibunya, Olga Sigar, meninggal dunia, Selasa (14/5/2019).

Diberitakan Wow.com, kabar duka ini diumumkan oleh Prabowo melalui unggahan Instastory di akun @prabowo, Selasa (14/5/2019).

Dalam unggahannya itu, Prabowo membagikan foto dirinya bersama sang tante dan kerabat lainnya.

Foto tersebut berwarna hitam-putih.

Mereka berpose tersenyum sambil berdiri di depan meja makan yang penuh makanan.

Dalam foto tersebut, Prabowo menuliskan kaba duka tersebut.

“Innalillahi Wa Innailayhi Raji’un.

Telah berpulang dengan tenang Olga Sigar, kaka dari Ibu saya yang berusia 98 tahun.

Semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisi Tuhan yang Masa Esa,” tulis Prabowo di bagian atas foto.
S

Unggahan Instastory Prabowo Subianto di akun Instagramnya, Selasa (14/5/2019). (Instagram/@prabowo)

Prabowo Bagikan Foto Lawas Keluarga Sigar dari Minahasa

Diberitakan  Solo, Prabowo Subianto, mempublikasikan potret ibundanya, Dora Marie Sigar, ke akun media sosialnya.

Prabowo mengunggah foto keluarga besarnya di Instagram, Selasa (14/5/2019).

Pada unggahannya itu, tampak beberapa pria dan wanita, yang merupakan pendahulu keluarga Prabowo.

Foto yang diunggah merupakan foto lawas dengan latar hitam putih.

Prabowo kemudian menunjukkan foto mendiang ibunya semasa hidup.

Dari keterangan yang dituliskan oleh pasangan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 ini, potret diambil saat sang ibu berkumpul dengan keluarga Minahasa yang bermarga Sigar.

Ibunda Prabowo tampak duduk di barisan tengah.

Berada di urutan kedua, ibunda Prabowo tampak tersenyum tipis.

“Ibu saya (kedua dari kanan) bersama keluarga Sigar dari Minahasa,” tulis Prabowo pada unggahannya.

Adik Prabowo Ungkap Latar Belakang Keluarganya yang Beragam

Dilansir oleh Uri.co.id, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus adik kandung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menceritakan latar belakang agama keluarganya yang beragam di acara Vox Point Indonesia bertajuk “Isu Kebebasan Beragama Sepi di Panggung Pilpres” di Sekolah Santa Maria, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Di hadapan Ketua Umum PSI Grace Natalie, Wakil Ketua TKN Johnny G Plate dan puluhan jemaah Katolik dan Nasrani, Hashim bercerita panjang lebar soal keberagaman agama di keluarganya untuk meyakinkan sang kakak tidak akan mendirikan negara khilafah atau negara Islam.

Hashim memulai dengan kisah Prabowo yang lahir dari rahim Dora Marie Sigar, wanita asal Manado yang memeluk agama Kristen.

Sementara sang ayah adalah Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang ekonom yang lima kali menjabat sebagai menteri di era Soekarno dan Soeharto.

“Saya mau sampaikan karena banyak orang nasrani bingung dan bengong baru tahu prabowo lahir dari seorang ibu kristiani, lahir dan meninggal sebagai seorang Kristen,” ujar Hashim.

“Kalau perlu jelaskan latar belakang kami, Prabowo adalah seorang haji, anak ketiga dari Rade Mas Soemitro, cucu dari Radenmas Djojohadikusumo yang disebut founding founders RI adalah kakeknya Prabowo. Dia anggota BPUPKI, jadi komitmen jaga Pancasila sudah jelas,” tambahnya.

Putra bungsu dari empat bersaudara itu meyankinkan Prabowo tidak akan mengkhianati keluarganya untuk mendirikan negara khilafah.

Prabowo, menurut Hashim, berjanji untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Apalagi dua dari paman, atau anak dari Radenmas yang juga pendiri BNI 46 itu, gugur dalam peristiwa Pertempuran Lengkong: Kapten Anumerta pada 25 Januari 1946.

“Dari yang dikatakan Prabowo semalam (saat debat capres), Pancasila akan dipertahankan dengan jiwa raganya dan nyawanya. Keluarga kami sudah bayar dengan darah,” ucapnya.

Hashim juga sempat membahas isu diskriminasi terhadap anggota gereja GKI Yasmin Bogor yang tak kunjung terselesaikan.

Terlahir dari keluarga yang agamanya beragam, Hashim yakin Prabowo akan memperjuangkan hak rakyat untuk beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

“Saya adalah pendukung utamanya, penyandang dana utamanya dan saya ridak mungkin mendukung kandidat capres cawapres mau dirikan negara khilafah,” ujar pria pemeluk agama nasrani itu.

“Maka sekali lagi dikatakan tidak mungkin Prabowo mengkhianati eyang-eyang ibunya dan saya sebagai adik kandungnya. Dia sudah berpuluh tahun 5 kali hampir mati bela Pancasila,” pungkasnya.

 wow.com  Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar Duka Datang dari Prabowo Subianto ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!