Kisah Bintang, Si Mantan Sopir Angkot yang Kini Jadi Wali Kota Subulussalam

oleh

Uri.co.id, SUBULUSSALAM – Meraih kesuksesan tak seperti membalikkan telapak tangan.

Kesuksesan perlu diraih dengan usaha dan kerja keras bahkan tak jarang harus diawali dari nol dan tertatih-tatih.

Itulah yang dialami H Affan Alfian Bintang SE yang kini menjadi Wali Kota Subulussalam periode 2019-2024.

Sebelum sukses, ternyata Bintang merupakan mantan sopir angkot dan pernah jadi buruh bangunan.

Yah, masa mudanya Bintang begitu sapaan suami Ny Hj Mariani Harahap ini, bisa dikatakan tak terlalu menggembirakan.

Modalnya hanya kemauan belajar dan keinginan maju.

Di awal kariernya, prihatin dan kesulitan hidup adalah hal biasa.

Orang-orang di sekeliling mengakui kesuksesan Bintang bukan jatuh dari langit.

Bintang jelas berusaha keras untuk maju.

Dia terpaksa harus bekerja banting tulang untuk mencukupi kehidupan keluarga.

Termasuk bekerja sebagai sopir angkot di Medan.

Tak tanggung-tanggung, Bintang melakoni pekerjaan sopir angkot hingga empat tahun sejak 1989-1992.

”Banyak asam garam yang saya lewati sebelum menjadi politikus,” kata Bintang dalam sebuah wawancara dengan Uri.co.id, beberapa hari lalu.

Empat tahun menjadi sopir angkot Bintang pun akhirnya mencoba peruntungan ke Kota Subulussalam.

Pada 1993, ayah empat putra dan putri ini hijrah ke Kota Subulussalam yang dulu masih merupakan wilayah Aceh Selatan dengan status Kecamatan Simpang Kiri.

Di Subulussalam, Bintang juga bukan langsung mendapat peluang usaha yang cemerlang.

Tapi politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Subulussalam ini juga sempat menggeluti pekerjaan serabutan.

Di awal mengadu nasib di Subulussalam, hidup Bintang bekerja sebagai buruh bangunan.

Menjadi buruh bangunan bukanlah hal yang enak karena harus bekerja keras.

Sebesar apa pun rintangannya, Bintang harus melanjutkan hidup dan bisa meraih sukses.

Selain menjadi buruh bangunan dia mencoba peruntungan lain berjualan kerupuk di rumah.

Bermodalkan uang Rp 300 ribu Bintang membuka warung di rumahnya.

Lalu, Bintang mencoba berjualan dari pasar tradisional Terminal Terpadu Subulusalam ke Gelombang, Suka Maju dan pasar lainnya.

Dia menggelar dagangan di atas sebilah meja sekitar satu 130 cm x 200 cm di dekat pintu gerbang pasar Terminal Subulussalam.

Saat pasar mingguan Gelombang, Suka Maju tiba pria murah senyum ini berjibaku bersama istri menjajakan dagangannya berupa tepung, minyak goreng, sabun, dan lainnya.

Saat sang istri menggelar dagangan, pria delapan bersaudara ini menyambi menjadi sopir carry pickup membawa penumpang hilir mudik antara pasar dan perkampungan.

Bintang juga mengaku pernah menjadi agen armada kempu palebas.

Kerja kerasnya bersama istri berbuah manis.

Pada 2001, anak almarhum Bakhtiar Efendi Bintang dan Almarhumah Hj Saedah Siketang itu membuka grosir di Jalan Teuku Umar dengan nama UD Kiki Bintang.

Tak disangka, UD Kiki Bintang akhirnya melejit menjadi grosir terbesar di Kota Subulussalam.

Semua raihan ini diperoleh Bintang berkat kerja keras serta doa orang tuanya.

Selain itu, kata Bintang, salah satu kiat suksesnya yakni bebuat baik dan berbagi kepada masyarakat dan orang membutuhkan.

“Kiatnya tidak muluk-muluk, doa orang tua, kerja keras dan berbagi kepada orang yang membutuhkan dan ini terus saya lakoni. Alhamdulillah, kami bisa jadi wali kota juga atas bantuan orang-orang lemah ini,” ungkap Bintang.

Ketika ditanyai mengapa tertarik terjun ke dunia politik, Bintang menjawab ingin berbagi kepada sesama menjadi salah satu motivasi.

Melalui jabatan itu, ia yakin bisa berbuat lebih maksimal membantu masyarakat.

Selama ini, kata Bintang, mungkin bantaun yang dia berikan terbatas sesuai kemampuan.

Tapi dengan adanya peluang menjadi wali kota, upayanya membantu masyarakat akan maksimal akan lebih baik dan luas.

Di tengah karier politiknya, Bintang diberi mandat sebagai Ketua Partai Hanura Kota Subulussalam 2007.

Bintang dibantu oleh beberapa sahabatnya kala itu seperti Bakhtiar Husein yang kini menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) Kota Subulussalam, Anasruddin dan Tarmizi Berutu.

”Mereka inilah dulu berperan membantu saya mengenalkan ke dunia politik,” ujarnya.

Karier politik Bintang kembali cemerlang seindah namanya.

Memasuki pilkada perdana Subulusalam 2008, Bintang kemudian “dipinang’ Merah Sakti mendampinginya sebagai Wakil Wali Kota Subulusalam.

Kala itu pasangan ini disebut ‘Sabit’ dengan nomor urut 1.

Dewi Fortuna berpihak kepada Bintang dan Sakti hingga pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada Subulusalam meski harus bertarung dua putaran hingga berujung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Lima tahun menjadi Wakil Wali Kota Subulussalam, Bintang pecah kongsi dengan Sakti hingga keduanya bertarung pada Pilkada 2013.

Namun, kali ini Sakti mampu menyaingi Bintang meski selisih perolehan hanya 190-an suara.

Bintang tak gentar, dia senyap selama empat tahun namun menggempur kembali dengan merangkul Salmaza sebagai pasangannya.

Kali ini keberuntungan berpihak kepada pasangan ini dengan perolehan suara sekitar 5.000-an alias menang telak.

Meski begitu, pertarungan pilkada kembali berlanjut hingga ke MK, bahkan PTUN dan PT TUN di Medan.

Tapi Bintang tetap memenangkan pertarungan politik tersebut hingga resmi menjadi Wali Kota Subulussalam, Selasa (14/5/2019).

Bukan hanya itu.

Bintang juga berhasil menggolkan dua anaknya menjadi anggota legislatif Kota Subulussalam periode 2019-2024.

Bahkan, seorang anaknya yakni Ade Fadly Pranata Bintang bakal menjadi pimpinan DPRK Subulussalam ke depan karena berhasil meraih suara terbanyak dibanding 19 caleg lainnya.

Sebelumnya, Bintang juga berhasil mengantarkan istrinya selama dua periode menjadi anggota DPRK bahkan terakhir sebagai wakil pimpinan.

Soal keraguan sejumlah pihak jika Bintang akan gagap dalam memimpin ditepis tegas.

Bahkan Bintang mengaku dengan bantuan masyarakat ia akan menunjukan prestasinya dalam membangun kota Sada Kata ini.

“Insha Allah kita juga bisa dengan relasi yang dibangun. Setahun sebelum dipilih sudah membangun relasi kementerian dan provinsi. Apa yang diprediksi oleh orang-orang tidak benar. Saya siap menunjukan karya. Kali pertama nanti kita mewujudkan konsep smart city,” ujarnya.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!