Meski Jadi Wali Kota Subulussalam, Bintang Janji Tetap Merakyat dan Rangkul Semua Suku

oleh

Meski Jadi Wali Kota Subulussalam, Bintang Janji Tetap Merakyat dan Rangkul Semua Suku

 

 

Uri.co.id, SUBULUSALAM – H Affan Alfian Bintang SE/Drs Salmaza MAP telah resmi menjadi orang nomor satu dan dua di Kota Subulussalam menyusul  pelantikan yang  digelar, Selasa (14/5/2019) siang di Gedung DPRK Subulusalam Jalan Raja Tua, Lae Oram, Subulussalam.

Meski akan menjadi wali kota, Bintang sapaan akrab sang pengusaha sembako Kota Subulussalam ini menyatakan akan tetap merakyat dan meluangkan waktu hadir dalam perhelatan warga jika sedang berada di daerah seperti sebelumnya.

Hal itu diutarakan Bintang saat wawancara dengan Uri.co.id, Senin (13/5/2019) di pendapa Wali Kota Subulussalam. Menurut Bintang, berbaur bersama rakyat seperti hadir dalam hajatan baik pesta perkawinan, khitan bahkan keluar dapur atau kenduri selepas melahirkan dilakoni politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Subulussalam ini jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

Bahkan, kata Bintang, langkahnya masuk ke politik juga dimotivasi atas keinginan untuk membantu masyarakat lebih maksimal.

“Karena selama ini bisa ditanyakan kepada warga bagaimana saya, maka saya masuk ke politik juga tujuannya agar bisa membantu orang atau masyarakat lebih maksimal,” ungkap Bintang

Lebih jauh dikatakan, dia juga mendengar adanya selintingan liar menyangkut aksinya yang selama ini hadir dalam momen pesta perkawinan atau hajatan lain termasuk hal-hal kecil apalagi jika ada warga kemalangan meninggal dunia.

Bintang mengaku kegiatan ini akan terus dia pertahankan bukan untuk tebar pesona tapi menjadi tradisi. Meski ada pihak yang mencibir bahkan menganggap spele tapi Bintang menilai hal tersebut menjadi wahana baginya untuk lebih dekat dengan rakyat.

Soal keraguan pihak Bintang akan berubah saat menjadi wali kota ditepis tegas. Bintang menyatakan akan tetap melakoni tradisi hadir di tengah masyarakat selama dia ada di daerah.

Jika di luar daerah, kata Bintang kemungkinan akan sulit hadir karena jarak. Untuk kesibukan, Bintang memastikan bisa membagi waktu.

Selama inipun lanjut Bintang dia bukan berarti tidak memiliki kesibukan atau kegiatan sehingga bisa hadir dalam hajatan masyarakat. Masalahnya hanya pada keinginan dan pola membagi waktu.

Dikatakan, dulu saat dia masih menjadi Wakil Wali Kota Subulussalam juga terus berkunjung ke masyarakat, bersosial dan berbagi termasuk hadir pada acara undangan pesta perkawinan atau hajatan lain.

“Sekarang kembali ke diri kita, asal mau bisa semuanya, saya juga sibuknya tapi bisa membagi waktu. Kan hadir di undangan atau berkunjung tidak harus lama, beberapa menit luangkan waktu, begitu yang selama ini saya terapkan dan nanti akan saya pertahankan, kecuali sedang di luar daerah kalau ada di Subulussalam Insha Allah tetap seperti biasa,” janji Bintang

Hal lain yang ditangkis Bintang menyangkut sinyalemen buruk bahwa akan terjadi diskriminasi terhadap suku tertentu. Bintang pun menyatakan jika dia akan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal maupun suku Singkil. Bahkan, kata Bintang, untuk adat dan tarian akan ditonjolkan.

Jika selama ini tari dampeng merupakan salah satu simbol budaya Suku Singkil, Bintang berjanji tetap menjaga hal tersebut. Pun demikian suku-suku lainnya, akan tetap diakomodir.

Intinya, Bintang secara tegas menampik berbagai asumsi negatif yang diarahkan kepadanya dan hal itu dinilai sebagai hembusan pihak lain yang mempunya tujuan tertentu.(*)

  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!