Tiga Instansi Bahas Gangguan Listrik

oleh

* MKI, PLN, dan Dinas ESDM Aceh

BANDA ACEH – Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Aceh bersama PLN dan Dinas ESDM Aceh, pada Sabtu (11/5) lalu, di Kantor PLN Wil I Aceh, melakukan pertemuan membahas gangguan listrik di Aceh yang terjadi selama dua hari pada Kamis (9/5) dan Jumat (10/5). Hadir dalam acara tersebut, GM PT PLN Persero Wil I Aceh, Ir Jefri Rosiadi, Ketua MKI Perwakilan Aceh, Sulaiman Z BSc, Sekretaris Dr Nasaruddin ST MT, serta Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur, dan beberapa staf PLN plus Dinas ESDM.

Pada pertemuan itu, General Manajer PLN Aceh, Ir Jefria Rosiadi menjelaskan, bahwa pemadaman bergilir yang terjadi pada Kamis dan Jumat pekan lalu, di wilayah Aceh, akibat gangguan teknis yang terjadi pada Gardu Induk (GI) di Belawan, Sumut. Gangguan itu, jelasnya, mempengaruhi sistem operasional listrik yang ada di PLTU 1 dan 2 Nagan Raya.

“PLTU Nagan 1 dan 2 tidak sanggup melayani beban puncak listrik yang terjadi di Aceh, sehingga kedua mesin jadi mati. Akibat kedua mesin pembangkit PLTU Nagan 1 dan 2 mati, suplai listrik kepada masyarakat berkurang, sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir,” jelasnya.

Namun begitu, ucap Jefri Rosiadi, pengelola PLTU 1 dan 2 Nagan Raya langsung berupaya untuk menghidupkan kembali mesin pembangkit agar bisa kembali mensuplai listrik ke jaringan. “Alhamdulillah, pada Sabtu siang, mesin pembangkit PLTU Nagan 1 hidup kembali dan sore harinya langsung dikoneksikan ke jaringan tegangan tinggi untuk mensuplai listrik ke daerah yang dilakukan pemadaman bergilir. Mesin pembangkit PLTU 1 Nagan itu menyuplai daya listrik 60 MW,” ulasnya.

Setelah mesin pembangkit PLTU 1 Nagan bisa terkoneksi, pada Sabtu siang, pihak pengelola PLTU Nagan kembali menghidupkan mesin pembangkit listrik PLTU Nagan 2. Sehingga, pada Minggu siang, mesin PLTU Nagan 2 hidup kembali dan sore harinya menyuplai daya listrik ke jaringan sebesar 60 MW. “Total dari dua mesin PLTU Nagan itu telah menambah daya listrik menjadi 120 MW. Tambahan daya sebesar itu, membuat kondisi listrik kita di Aceh bisa kembali normal sampai kini dan selanjutnya,” ucap dia.

Jefri menegaskan, pemadaman listrik adalah hal yang sangat tidak diinginkan siapa pun, termasuk PLN selaku penyedia listrik, apalagi konsumen. Apalagi,

ungkap Jefri, sebelum puasa pihak PLN telah melakukan persiapan siaga pemadaman bergilir bila terjadi gangguan teknis pada mesin pembangkit maupun gangguan akibat bencana alam dan lainnya.

Menanggapi penjelasan GM PT PLN Wil I Aceh, Ketua MKI Aceh, Sulaiman Z menerangkan, MKI yang merupakan sebuah forum masyarakat profesi di sektor ketenagalistrikan bisa memahami gangguan listrik yang terjadi pada Kamis dan Jumat pekan lalu itu. Menurut dia, pemadaman bergilir yang terjadi itu bukan faktor kesengajaan dan kelalaian dari PLN, tapi karena gangguan teknis yang terjadi di Gardu Induk Belawan, Sumut yang berimbas matinya mesin pembangkit PLTU Nagan 1 dan 2.

“Akibat gangguan di GI Belawan, bukan hanya wilayah Aceh yang harus mengalami pemadaman bergilir, tapi juga Sumut. Jadi, ini bisa kita pahami,” ujar Sulaiman. Peristiwa itu, ujarnya, harus dijadikan catatan penting untuk perbaikan ke depan. “Gangguan bisa saja terjadi dan siapa pun tidak bisa meramalnya kapan gangguan itu terjadi. Namun begitu, belajar dari gangguan tersebut, kita ambil hikmahnya untuk lebih siaga lagi ke depan,” tukas dia.

Sedangkan, Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur memaparkan, semua sistem yang dibangun memiliki sisi positif dan negatif. “Untuk listrik. kita bangun sisten interkoneksi antarprovinsi, dimaksudkan agar biaya operasi listrik menjadi lebih efisien dan efektif,” ulasnya.

Pemerintah, ucap Kadis ESDM, tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut, karena tujuan dari pembangunan nasional adalah untuk memberikan rasa keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun begitu, jika ada terjadi gangguan listrik dan itu bukan disengaja, masyarakat juga harus bisa memaklumi dan memahaminya. “Betapa beratnya dan susah serta rumitnya mengurus pembangkit dan jaringan listrik terinterkoneksi yang sangat panjang itu,” tandas Mahdinur.(her) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!