Pendopo Bupati Abdya Diteror Granat, Personel Brimob Ujong Patihah dan Trumon Meluncur ke Lokasi

oleh

Pendopo Bupati Abdya Diteror Granat, Personel Brimob Ujong Patihah dan Trumon Meluncur ke Lokasi

Uri.co.id, BLANGPIDIE – Informasi Pendapa Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), diteror dengan granat sangat menggegerkan. Satu granat nenas yang diduga masih aktif ditemukan di bahu Jalan Nasional (Jalan Raya) persis depan pagar pendapo bupati Aceh Barat daya di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Selasa (14/5/2019) siang.

Informasi yang sangat menyentak itu pun segera menyebar, sehingga dalam waktu singkat Jalan Nasional kawasan Pendapo Bupati Abdya dipadati warga.

Personel Polres Abdya bertindak cepat melakukan pengamanan lokasi agar tidak terjadi peristiwa tidak diinginkan mengingat granat jenis nenas itu diduga masih aktif dan bisa meledak.

Police line tampak sudah dipasang di lokasi, warga dilarang mendekat. Satu unit kendaraan taktis (rantis) juga sudah berada di dekat titik lokasi granat ditemukan atau depan pagar Pendapo Bupati Abdya.

“Fokus kita menjaga keselamatan, warga diminta tidak mendekat karena membahayakan,” kata Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK kepada Uri.co.id di lokasi.

Untuk menjinakkan granat jenis nenas dan diduga masih aktif itu, menurut Kapolres Abdya, sejumlah personel Brigade Mobil (Brimob) Kompi 4 Trumon di Kabupaten Aceh Selatan dan Brimob Kompi 4 Ujong Patihah di Kabupaten Nagan Raya, sedang dalam perjalanan menuju TKP di Blangpidie, Abdya.

“Operator penjinakan granat tersebut dari Brimob Tromon,” kata Kapolres AKBP Moh Basori SIK.     

Selain Kapolres AKBP Moh Basori, juga berada di lokasi Kabag Ops Polres Abdya, AKP Haryono, Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi, Kasat Shabara, Iptu Amri Chaniago dan sejumlah personel Polres Abdya.

Juga tampak di lokasi Dandim 0110 Abdya, Letkol Arm Iwan Aprianto SIP bersama sejumlah personel dari Kodim 0110 setempat.

Petugas kepolisian sibuk mengatur arus lalu lintas yang sempat macat karena padat warga di lokasi.

Seperti diberitakan dari informasi salah seorang petugas keamanan di lokasi, bahwa granat nenas itu diduga aktif, dan bisa meledak.

“Nampaknya, Pen (pengaman) baru satu yang dicopot, kalau dicopot keduanya, diperkirakan bisa meledak,” ujar salah seorang petugas di lokasi.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!