Dirut PTPN 1 Harus Dicopot

oleh

* Seratusan Pemuda Kembali Berdemonstrasi

LANGSA – Seratusan masa mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kota Langsa, Senin (13/5) melakukan demonstrasi ke Kantor Direksi PTPN I Langsa.

Mereka menuntut dicopotnya dirut, direksi dan komisaris PTPN 1 Langsa, karena dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan ganti-rugi kebun yang masuk RTH Hutan Kota.

Masa gabungan mahasiswa dan pemuda ini awalnya berkumpul di Sekretariat KNPI Kota Langsa di Jalan A Yani, selanjutnya menggunakan sepmor bergerak ke Kantor Direksi PTPN I. Kedatangan para pendemo sekitar pukul 10.30 WIB ini disambut puluhan anggota pengamanan perusahaan dan aparat Polres Langsa.

Sedangkan pintu gerbang Kantor Direksi PTPN I Langsa dikunci rapat dan dijaga ketat petugas. Massa memusatkan diri di depan pintu gerbang masuk dan situasi tampak memanas, bahkan masa mulai memaksa dan mendorong pagar pintu gerbang masuk, karena jajaran direksi belum keluar menemui mereka.

Setelah satu jam lebih berorasi di bawah cuaca terik matahari, barulah datang menemui mereka yakni Komisaris Utama, Irfan Edison, Direktur Operasional, Deswanto, dan Ary Maulana.

Aksi berakhir dengan damai dan sekitar pukul 12.00 WIB, mahasiswa dan pemuda membubarkan diri, setelah pihak manajemen PTPN 1 Langsa dan perwakilan pemuda dan mahasiswa menandatangani tuntutan bersama.

Sebelumnya, koordinator lapangan, Mukhtar yang juga Ketua KNPI Langsa dalam orasinya menyampaikan: “Tindakan represif yang dilakukan security dan karyawan PTPN 1 terhadap pemuda adalah bentuk arogansi yang tidak dapat ditolerir.” Pada Kamis (9/5) lalu, mereka perwakilan OKP, Ormas, LSM, dan mahasiswa Kota Langsa berniat melakukan audiensi dengan Dirut dan Direksi PTPN 1.

Terkait aksi yang dilakukan karyawan PTPN tentang pembebasan lahan HGU untuk pengembangan RTRW Kota Langsa. Tindakan itu untuk menyikapi hubungan yang tidak harmonis antara PTPN 1 dan Pemko Langsa yang akan dapat mengambat pembangunan kota.

Para pemuda yang juga mahasiswa berniat bertemu dengan pimpinan PTPN 1 untuk meminta klarifikasi atas aksi para karyawan. Tapi, tujuan itu tidak mendapat tanggapan baik dari Dirut, Direksi, dan Karyawan PTPN 1 yang tidak ingin bertemu dengan perwakilan pemuda dan mahasiswa.

Bahkan, seorang oknum karyawan PTPN 1 Langsa melakukan provokasi terhadap pemuda dan mahasiswa, dan security melakukan pengusiran paksa. Akibatnya sejumlah pemuda mahasiswa mendapat perlakuan buruk yang dilakukan oleh PTPN 1.

Sehingga, sejumlah pemuda mahasiswa terkena pukulan oleh security dan karyawan-karyawan PTPN 1. Maka oleh sebab itu, Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Langsa mengeluarkan tuntutan ke PTPN 1 Langsa melalui sebuah pernyataan sikap.

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh KNPI Langsa (Mukhtar), LSM Barisan Muda (Tarmizi), FPRM (Naaruddin), Granat Kota Langsa (Islamsyah MTA), Anshor (Rizkie Maulana), LSM Foma Aceh (Dafid Suryadi), Fomapak (Ibnu Sakdan), IKAT Langsa (Fahriansah).

Remaja Masjid Baiturrahim (Rafsanjani), PPL (Agus Mandor), KUPAS (Abdullah Abe), Geprak (Munazir), BKPRMI (Tgk Zubir), HIPMI PT (Syahrul Ramadhan), Gerakan Pemuda Sosial (Annur Reza), LP GAM (Musliadi H).

KAMMI (M Iqbal), PPKKL (Dedek Ariansyah), GAN (Sayed Oesman), HMI (Boidatul Khoi), Pemuda Muhammayah (Hamdani), PMII (Syarwan), PEMa IAIN Langsa (Faisal), KBM Unsam (Aulia), Pema Universitas CND (Yogi Ramadani), Poltekkes Langsa (Zulfian Zuhdi).

Dilansir sebelumnya, pertemuan dengan sejumlah organisasi kepemudaan Kota Langsa dengan Direktur PTPN 1 Langsa gagal, setelah pihak perusahaan menolak. Pihak perushaaan dinilai diliputi kekhawatiran jika pertemuan jadi dilaksanakan, karena selain jumlah banyak, juga akan melebar ke persoalan lain.

Awalnya, rencana pertemuan antara pihak PTPN I Langsa dengan pemuda yang terhimpun dalam OKP, Ormas, dan LSM pada Jumat (10/5) sore di Sekretariat Pemko Langsa kembali gagal atau juga dibatalkan oleh pihak perusahaan.

Para perwakilan pemuda yang telah menunggu sejak pukul 14.00 WIB di aula Setdakot, tampak kecewa dan akhirnya memilih membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB. Sehari sebelumnya, pada Kamis (9/5) puluhan pemuda, perwakilan atau pengurus OKP dan Ormas, serta LSM, mendatangi Kantor Direksi PTPN I Langsa.

Direktur Operasi PTPN 1 Langsa, Deswanto, di hadapan para demonstran, mengatakan pihaknya sangat mendukung program pembangunan Pemko Langsa. Hal itu dibuktikan dengan melakukan pelapasan hak guna usaha (HGU) perkebunan pohon kelapa sawit seluas 1.300 hektare untuk perluasan RTRW Kota Langsa.

Ditambahkan, untuk 31 hektare lahan PTPN 1 Langsa sedang dalam proses dan ada mekanisme hukum serta aturan yang harus dilalui. Disebutkan, Direksi PTPN 1 berkewajiban menjaga asset dan Pemko Langsa menunjuk KJPP penilai aset atau lahan seluas 31 hektare itu.

Setelah dianalisa KJPP, harga ditujukan kepada PTPN 1 sekitar Rp 3 miliar. Namun setelah dibagi 31 hektare, dibawah NJOP yaitu hanya Rp 8.900/meter sedangkan NJOP Rp 11.000/meter.

“Kami diminta tanggungjawab atas analisa itu. Kita ajukan ke pemko, melalui PN Langsa tidak menerima keberatan kami, sehingga akhirnya kami tempuh melalui proses kasasi ke MA, dan kasasi ini tentunya lama,” ujarnya.

Deswanto menambahkan, Wali Kota Langsa memahami masalah itu dan pihaknya juga snagat memahami kebutuhan Pemko Langsa. Kemudian dirinya berdiskusi dengan Wali Kota Langsa untuk pembangunan perluasan RTH Hutan Kota, sehingga pohon sawit dipotong.

Wali Kota mengatakan, berapapun nilai ganti rugi yang diputuskan atau turun dari MA, maka siap menerimanya, yang penting pohon bisa ditumbang karena proyek perluasan RTH Hutan Kota Langsa ini berakhir 2019 ini. “Kami paham kebutuhan pemko, namun tentunya kami juga harus taat hukum, oleh karenanya kami minta surat pernyataan dari Wali Kota Langsa, beliau sangat kooperatif dengan membuat surat pernyataan itu,” jelasnya.

Disebutkan Deswanto, surat pernyataan dari Wali Kota Langsa itu dibuat pada (7/5) dan diserahkan ke Holding PTPN III pada Kamis (9/5) dan pihaknya berdiskusi ke Pemko Langsa terkait izin penebangan pohon untuk perluasan RTH Hutan Kota ini.

Pada prinsipnya PTPN 1 Langsa menyetujui program Pemko Langsa dan mulai hari ini, Senin (13/5) penebangan pohon kelapa sawit di area HGU PTP 1 Langsa boleh dikerjakan untuk perluasan RTH Hutan Kota Langsa yang berada ratusan meter saja dari Kantor Direksi PTPN I Langsa.

“Kita dari dua belah pihak harua menahan diri agar tidak terprovokasi. Sedangkan terkait ada berapa hal tuntutan mahasiswa, akan kami bicarakan bersama jajaran direksi, dan mari bersama-sama kita saling bermaafan,” imbuh Deswanto.(zb) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!