Plt Sekda Pantau Stok Bahan Pangan

oleh

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Elvizar Ibrahim, bersama Tim Satgas Pangan meninjau Pasar Induk Lambaro, Peunayong dan Mal Suzuya untuk memantau stok bahan kebuthan pokok dan perkembangan harga, Senin (13/5).

Tim Satgas Pangan yang mendapingi Plt Sekda Aceh diantaranya Dir Reskrimsus T Saladin, Kadis Perindag Aceh Muhammad Raudhi, Kadistanbun Aceh A Hanan, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Cut Yusminar, Kadistanben Aceh Mahdinur, Kadis Ketahanan Pangan Aceh Ilyas, Kepala BI Perwakilan Banda Aceh Zainal Arifin Lubis, Bulog Aceh dan instansi terkait lainnya.

Selesai melakukan peninjauan ke dua pasar tradisional dan pasar moderen Mal Suzuya serta Gudang Bulog, Plt Sekda Aceh bersama Tim Satgas Pangan memberikan penjelasan kepada wartawan di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar.

Elvizar Ibrahim mengatakan, secara umum harga kebutuhan pokok di Banda Aceh dan Aceh Besar masih relatif stabil, kecuali bawang putih. Namun begitu, harganya di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, mulai Senin kemarin, sudah mulai menurun, karena sudah banyak pasokan bawang putih impor dari Cina yang masuk ke Pasar Induk Lambaro.

Dalam tinjauan pasar kemarin, tambah Plt Sekda Aceh, pihaknya menemukan satu unit pikap sedang membawa bawang putih puluhan goni. Dari keterangan sang sopir bawang putih itu baru masuk dari Medan yang diangkut menggunakan bus.

Untuk harga bawang putih dari sebelumnya Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per kilogram, kini berangsur-angsur turun. Harga jual bawang putih di Pasar Induk Lambaro Rp 50.000/kg. “Sedangkan gula pasir harganya sedikit tinggi Rp 13.000/Kg, tapi masih dalam batas yang wajar,” ujar Elvizar.

Selain gula, tambahnya, harga telur ayam juga masih tinggi Rp 355.000/ikat (300 butir). Tapi untuk kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, minyak goreng tepung terigu, harganya masih relatif stabil.

Minyak goreng curah Rp 9.000-Rp 9.500/Kg, tepung terigu Rp 8.000-Rp 9.000/kg, dan beras premium Rp 145.000/sak (30 Kg), sedangkan beras super Rp 158.000/sak (30 Kg).

Plt Sekda Aceh, Elvizar Ibrahim menambahkan, untuk pengendalian harga kebutuhan pokok harus dilakukan jauh-jauh hari dan dalam waktu satu tahun. Misalnya untuk pengendalian harga bawang putih, harus dibuat perencanaan, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan saat bulan puasa seperti sekarang ini.

“Masa tanam bawang putih itu 3 bulan, maka perencanaan penananamnya harus dilakukan tiga bulan ke belakang. Tahun ini, menurut Laporan dari Kadistanbun, Aceh dapat program penanaman bawang putih seluas 200 hektare, bawang merah 300 Ha dan cabe merah 160 Ha. Kalau ketiga komoditi itu, harganya mau distabil pada bulan puasa, tanamnya harus dilakukan bulan Januari atau Februari 2019,” kata Elvizar.

Sementara Kadistanbun Aceh, A Hanan mengatakan, program tanam bawang putih, bawang merah dan cabe merah, baru bisa dilakukan setelah bulan puasa, karena programnya baru bisa dijalankan sesuai dengan tahapan penggunaan anggarannya.

Kasatgas Pangan Aceh, T Saladin mengatakan, pihaknya terus melakukan pengintaian terhadap pihak-pihak yang ingin melakukan spekulasi harga kebutuhan pokok. Misalnya bawang putih. Kita akan pantau terus mulai dari pengangkutan dari Medan sampai ke Aceh. Begitu juga gula pasir dan komoditi lainnya.

Kadis Perinag Aceh, Muhammad Raudhi menambahkan, masalah saat itu adalah Aceh belum punya distributor bawang putih yang tetap, sehingga kita tidak bisa mendapatkan berapa jumlah stok bwang putih yang ada di Aceh.(her) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!