Menjalani Ramadan di Kashmir di Tengah Musim Dingin yang Indah dan Nikmatnya Secangkir Babrebuel

oleh

Oleh Zatin Abdullah *)

KASHMIR adalah syurganya Asia yang menjadi daya pikat wisatawan karena pemandangnnya yang indah.

Begitu juga sambutan masyarakatnya begitu terbuka kepada pendatang, khususnya yang beragama Islam. Mereka menyambutnya seperti saudara sendiri.

Ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi Kashmir bertepatan dengan Bulan Ramadan. Sehingga saya bisa merasakan langsung suasana berpuasa di Kashmir dan cara masyarakat Kashmir menyambut Ramadan.
Suasana masjid di Kashmir saat Ramadan.

Suasana masjid di Kashmir saat Ramadan. (Uri.co.id/FOTO ZATIN ABDULLAH FOR SERAMBINEWS)

Ketika kendaraan yang kami tumpangan dari Jammu yang menempuh waktu sekitar 13 jam sampai di Kashmir, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00.

Bersamaan dengan datangnya waktu shalat isya, terlihat di sepanjang jalan laki-laki menuju masjid, tidak tampak ada perempuan.

Pemandangan ini sangat bebeda dengan Aceh dimana jamaah perempuan ramai ke masjid.

Saya tidak tahu apakah ini bagian dari tradisi di Kashmir?

Setelah sampai di penginapan, kami disambut layaknya saudara.

Petugas hotel menyuguhi kami teh khas Kashmir dan makanan hangat.

Berpuasa di Kashmir dimulai pukul 4.00 pagi dan berbuka pada pukul 7.30 sore.

Sebagaimana di Banda Aceh berbuka puasa di Kashmir diawali dengan kurma dan minuman manis khas Kashmir yang namanya Babrebuel.

Minuman ini diracik dari susu, kelapa tua yang diiris, potongan kurma dan biji basil.

Selain itu juga ada halwa dan sevaya sheer.

Rasanya khas dan belum pernah saya coba sebelumnya. Maka saya menanyakan kepada Baba (sebutan untuk bapak-bapak) bagaimana cara membuatnya.

Ternyata sangat gampang sekali yaitu cukup mencampur air dengan susu, kemudian dimasukkan biji basil, potongan kurma dan irisan kelapa tua.

Di India memang lebih terkenal kelapa yang tua daripada kelapa muda.

Kemudian dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah di masjid bagi laki laki.

Sedangkan makan malam dilanjutkan setelah itu.

Karena ingin shalat tarawih di masjid, saya menanyakan kepada Aijaz Bhay pemilik penginapan tempat saya menginap.

Ternyata perempuan di Kashmir tidak melaksanakan shalat tarawih di masjid.

Menurutnya perempuan lebih bagus melakukan shalat tarawih di rumah.

Yang melaksanakan shalat tarawih hanyalah laki-laki dewasa.

Anak-anak tidak dianjurkan untuk dibawa ke masjid karena bisa mengganggu jamaah.

Pernah pengalaman Aijaz Bhay membawa keponakan ke masjid dan ketika jamaah sujud, dia berteriak “why everyone is die” kenapa semua orang di sini meninggal.

Walaupun berpuasa di India bagian lain sedikit berat karena cuaca yang panas, akan tetapi tidak sama halnya dengan di Kashmir.

Cuaca yang dingin sangat mendukung umat muslim dalam berpuasa Ramadan.

Walaupun pelaksanaan shalat tarawih sudah selesai, namun suara tilawah masih silih berganti terdengar dari mesjid masjid sampai masuk imsak.

Suasana ini tidak jauh berbeda seperti di Indonesia.

Sama seperti kawasan lainnya di India, Ramadan dilaksanakan di Srinagar pada 7 Mei 2019, sehari lebih telat dari Indonesia.
Penjual kupiah di salah satu sudut Kashmir.

Penjual kupiah di salah satu sudut Kashmir. (Uri.co.id/FOTO ZATIN ABDULLAH FOR SERAMBINEWS)

Dapat berpuasa di Kashmir pada tahun ini adalah berkah yang luar biasa bagi saya.

Sebab, ini adalah puasa kedua saya di luar negeri.

Sebelumnya saya sempat merasakan berpuasa di Bangkok, Thailand.

Tapi tidak seharmonis seperti yang saya rasakan di Kashmir.

Semua menyambut Ramadan dengan penuh suka cita dan setiap orang yang berpuasa sangat dihormati.

Ketika ada yang menawarkan makanan dan saya katakan saya berpuasa “rooza” mereka langsung tersenyum dan minta maaf dan mengatakan Allah hafiz.

Mereka menawarkan makanan karena mereka berpikir saya musafir.

Ramzan kareem dari Kashmir.(*)

*) PENULIS Zatin Abdullah adalah guru MAS Lhokweng Nisam, Aceh Utara. Saat ini berada di Kashmir dalam rangka traveling.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Uri.co.id. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!