Penyidik Perikanan Serahkan Awak Kapal WN Thailand ke Imigrasi Aceh

oleh

Penyidik Perikanan Serahkan Awak Kapal WN Thailand ke Imigrasi Aceh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Aceh, menyerahkan tujuh awak kapal perikanan Malaysia berkewarganegaraan Thailand kepada Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh pada Senin (13/5/2019).

“Tujuh warga Negara Thailand yang diserahkan kepada Imigrasi Aceh merupakan ABK dari 2 kapal Malaysia yang ditangkap KP Hiu 15 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu 2 Februari 2019”, kata Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo Basri, dalam siaran pers yang diterima Uri.co.id, Senin (13/5/2019).

Selanjutnya, kata Basri, tujuh WN Thailand yang terdiri atas empat Anak Buah Kapal (ABK) KM KHF 1980 dan tiga ABK KM KHF 2598 akan dideportasi ke negara asal oleh Kantor Imigrasi.

Sebelumnya, lanjut Basri, dua kapal Malaysia tersebut ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 012 di bawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo pada Sabtu (2/2/2019).

Kedua kapal itu ditangkap saat sedang mencuri ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl (pukat tarik), di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka.

“Saat ditangkap, kapal berbendera Malaysia itu sedang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dan diawaki oleh sejumlah 9 WN Thailand,” kata Basri.

Selanjutnya PPNS Perikanan Pangkalan PSDKP Lampulo menetapkan dua orang masing-masing nakhoda kapal sebagai tersangka dan menjalani proses persidangan.

Sementara awak kapal lainnya akan dipulangkan ke negara asalnya bekerjasama dengan Kantor Imigrasi setempat.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!