Soal Program Bantuan Bebek Petelur, Ini Alasan Kadistan Agara

oleh

Uri.co.id, KUTACANE – Program penyaluran bantuan ternak bebek petelur Dinas Pertanian Aceh Tenggara yang mengalokasikan dana DAU Rp 8,8 Miliar untuk pengadaan bebek petelur mencapai 88.000 ekor, menuai protes dari Anggota DPRA dari Partai Aceh Dapil 8 (Agara-Gayo Lues), Yahdi Hasan.

Ia menyoroti program bantuan ternak bebek petelur kepada masyarakat di Agara yang dialokasikan dana mencapai Rp 8,8 Miliar oleh Pemkab Agara melalui Dinas Pertanian Agara dinilai bukan program membangun ekonomi rakyat.

Ini program yang tidak tepat sasaran dan bukan program mencerdaskan anak bangsa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Agara, Asbi SE, kepada Uri.co.id, Senin (13/5/2019) mengatakan, bantuan bebek petelur ini diberikan khusus kepada kelompok yang mampu menyediakan pakanan bebek petelur sampai bebek petelur itu bertelur, menyediakan kandang, memiliki lahan, dan mampu menyediakan fasilitas listrik di kandang bebek.

Bantuan bebek petelur mereka berikan minimal 500 ekor hingga 1.000 ekor per kelompok yang bantuan ini tidak boleh dipindahkan ke perorangan melainkan diletakan dalam satu kandang dan program ini dalam menyiapkan swasembada telur di Agara.

Menurut dia, mengenai bantuan ternak bebek petelur tahun 2018 mencapai Rp 4,2 miliar.

Ini pengalaman yang pahit bagi kita karena bebek petelur yang kita berikan perkelompok, tetapi dibagikan ke perorangan sehingga bebek petelur tersebut tidak berhasil alias disembelih.

Sementara itu, Anggota DPRA, Yahdi Hasan, mengatakan, bantuan bebek petelur tersebut adalah program yang tidak tepat sasaran alias program yang salah dalam mengambil kebijakan.

Karena, masih cukup banyak program lain untuk mengangkat perekonomian masyarakat sehingga rakyat menjadi sejahtera. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!