DPC PPP Pijay Menilai Soal Kasasi T Mulya Fikri Masih Kewenangan Mahkamah Partai

oleh

DPC PPP Pijay Nyatakan Soal Kasasi T Mulya Fikri Masih Kewenangan Mahkamah Partai

 

 

Uri.co.id, MEUREUDU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Pidie Jaya (Pijay)  menyatakan terhadap persoalan atas putusan Kasasi MA No 88K/Pdt-Sus Parpol/2019 tentang Sengketa antara  T Mulya Fikri SE dengan DPW PPP Aceh c/q DPC PPP Kabupaten Pijay yang membatalkan putusan PN Sigli No: 10/Pdt.G/2018 tersebut merupakan kesalaham dalam hal ini menjadi kewenangan ranah mahkamah partai.

Baca: Melaksanakan Ibadah Puasa bukan Saja Siap Ilmu tapi Juga Siap Mental

Wakil ketua I DPC PPP Pijay,  Husni Johan kepada Uri.co.id, Senin (13/5/2019) mengatakan,  menyangkut atas Kasasi MA tersebut pihak DPC PPP Pijay patut memberikan penjelasan agar tidak memunculkan multi tafsir terhadap gugatan PAW ketua DPC A Hamid AW yang dilakukan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK). 

 “Pertama  amar putusan kasasi MA No 88K /Pdt-sus parpol /2019 Harus lah di terjemahkan secara utuh dan menyeluruh tidak diterjemahkan secara parsial atau setengah-setengah berdasarkan kepentingan ( By order),”sebutnya. 

Selanjutnya,  dalam putusannya MA Telah Membatalkan Putusan PN Sigli Nomor : 10/Pdt.G /2018 Atas dasar pertimbangan PN Sigli telah salah menerapkan huku.  menurut Husni Johan,  dimana sengketa atau anggota partai politik berdasarkan ketentuan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU Nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik sepenuhnya masih merupakan kewenangan Mahkamah partai politik.

Jadi,   MA mengadili sendiri perkara tersebut dan memutuskan mdan enyatakan gugatan tidak dapat diterima ( Niet Ontvankelijke verklaard).  “Inilah yang menjadi subtansi dari putusan Kasasi MA tersebut,”jelasnya. 

Dengan Putusan niet Ontvankelijke Verklaard (NOV) dari MA seperti tersebut ,  maka surat nomor 005/SK/DPW/IV/2018 dan Surat Nomor 28/DPC/PPP – PJ/V/2018 Tentang pemberhentian dan PAW saudara T Mulya Fikri SE dan juga termasuk Nazaruddin Ismail SPdI tetap sah dan berlaku sesuai perundang-undangan yang berlaku. 

“Jadi,  jika memang saudara T Mulya Fikri SE tidak puas terhadap putusan partai (PAW)  maka silahkan mengajukan ke mahkamah dan selanjutnya mengajukanngugatan ke Pengadilan Negeri (PN)  Meureudu,”ujarnya. 

Seperti diketahui sebelumnya,  Mahkamah Agung (MA ) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK)  Pidie Jaya (Pijay) periode 2014-2019, T Mulya Fikri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait pemecatannya sebagai anggota partai Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  sekaligus dari anggota DPRK setempat. 

“Kasasi  MA itu tertuang dalam Putusan Nomor  88 K/Pdt-Sus-Parpol/2019 Tanggal 21 Februari 2019. Dalam amar putusan menyebutkan Mengabulkan permohonan kasasi dari para dua pemohon kasasi yaitu T Mulya Fikri,”sebut Kuasa Hukum T Mulya Fikri SE,  Mustari Muktar SH MH kepada Uri.co.id, Minggu (12/5/2019). 

  

Dengan dikabulkan kasasi tersebut  maka membatalkan Putusan Negeri Sigli No.10/Pdt.G/2018/PN Sgi tanggal 14 Agustus 2018 bahwa  putusan kasasi  yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim H Hamdi SH M Hum dengan hakim Anggota Dr H Panji Widagdo SH MH dan Sudrajad Dimyati SH MH. 

Menurut Mustari Muktar,  MA dalam putusannya mengatakan setelah meneliti memori Kasasi tanggal 3 september 2018 dan kontra memori kasasi tanggal 17 September 2018 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Facti, dalam hal ini  Pengadilan Negeri (PN) Sigli telah salah menerapkan hukum yang kemudian berujung kepada legalisasi pemecatan T Mulya Fikri sebagai anggota partai sekaligus anggota dewan. 

Atas perihal ini pihaknya segera memasukkan surat kepada pemerintah Aceh guna meminta kepada pihak Plt Gubernur Aceh,  Ir Nova Iriansyah guna mencabut SK pemberhentian serta membatalkan A Hamid AW sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW). 

“Pada dasarnya   seiring dengan keluarnya putusan MA RI ini maka A Hamid AW dengan sendirinya PAW yang bersangkutan batal demi hukum,” jelasnya.  (*) 

 
 
  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!