Melaksanakan Ibadah Puasa bukan Saja Siap Ilmu tapi Juga Siap Mental

oleh

 

Melaksanakan Ibadah Puasa bukan Saja Siap Ilmu tapi Juga Siap Mental

 

Uri.co.id, BANDA ACEH – Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan bukan saja harus mempersiapkan ilmu agar puasa diterima oleh Allah SWT. Tapi juga harus mempersiapkan mental.

Hal itu disampaikan oleh Ustaz Husni Suardi Amd dalam ceramah singkatnya ba’da shalat Zuhur di musalha Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Senin (13/5/2019).

“Melaksanakan ibadah Ramadhan, kalau hanya mengandalkan ilmu pasti ibadahnya tidak maksimal. Agar maksimal siapkan juga mentalnya,” katanya.

Dia mengambil contoh umat muslim berpuasa selama 22 jam dalam sehari seperti di Islandia. Umat muslim di sana hanya memiliki waktu sekitar dua jam untuk berbuka, shalat tarawih, dan makan sahur.

“Mereka berbuka puasa jam 12. Imsak jam 2. Tak sempat ngopi seperti kita. Kenapa mereka sanggup melaksanakannya ya karena mentalnya siap. 22 jam puasa dalam sehari tidak masalah, Kalau kita siap mental, insyaallah kita siap,” ujar Husni Suardi.

Berbeda dengan Indonesia, pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) Aceh ini menyampaikan durasi puasa di Indonesia hanya sekitar 13 jam dalam sehari mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain itu, Ustaz Husni juga menyampaikan bahwa dalam melaksanakan ibadah puasa juga harus ada semangat. Ketika semangat besar, maka apapun yang dikerjakan akan terasa ringan.

“Sayangnya kita kadang kala melakukan ibadah tidak semangat. Untuk melaksanakan salat zuhur saja beratnya bukan main, apalagi subuh. Tapi ketika kita semangat maka kita bisa melakukan ibadah dengan enteng,” katanya.

Untuk membangkitkan semangat, lanjutnya, terkadang dibutuhkan sedikit pemaksaan. Seperti layaknya orang bangun tengah malam untuk shalat Tahajud, pada awalnya terasa berat tapi karena dipaksa lama kelamaan akan terasa ringan.

“Jangan sampai semangat kita dalam puasa Ramadhan kalah dengan semangat ibu-ibu beli daging meugang. Dia terus mencari kemanapun kalau belum dapat. Kesempatan Ramadhan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar dia.

Untuk itu, Ustaz Husni berharap ibadah puasa Ramadhan ini harus dilalui dengan penuh semangat. Perbanyak ibadah-ibadah sunat seperti shalat tarawih dan shalat sunat lainnya ataupun tadarus.

Terkadang, fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat, masjid hanya penuh dengan jamaah shalat tarawih ketika diawal-awal bulan puasa. Mulai memasuki pertengahan mulai berkurang. Apalagi dipenghujung, masjid mulai sepi.

“Padahal puncak ibadah puasa diakhri karena disana ada satu malam terbaik dari seribu bulan yaitu malam lailatul qadar. Tapi sering kita lihat semakin penghujung Ramadhan, semakin sepi masjid dan ramai di pasar,” pungkas Husni Suardi.(*)  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!