Harga Tiket Pesawat Mahal, Bandara Kualanamu Rugi Rp 2 Miliar per Bulan, di Pekanbaru Rp 3 Miliar

oleh

Dampak Harga Tiket Pesawat Mahal, Bandara Kualanamu Rugi Rp 2 Miliar per Bulan, di Pekanbaru Rp 3 Miliar

Uri.co.id – Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar per bulan atas dampak mahalnya harga tiket pesawat.

Sejak libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, terjadi penurunan jumlah penumpang dan jumlah penerbangan rata-rata mencapai 25 persen.

“Pembatalan penerbangan yang ada lebih disebabkan adanya pengurangan jumlah frekuensi penerbangan oleh Airlines, dan bukan disebabkan adanya pembatalan rute, dan pembatalan didominasi penerbangan ke Jakarta,” katanya kepada Uri.co.id, Senin (13/5/2019).

Wisnu mengatakan, sebelum kenaikkan harga tiket, jumlah penumpang di Bandara Kualanamu mencapai 27.000 per hari.

Namun, saat kenaikkan harga tiket, rata-rata penumpang menjadi 18.000 per hari.

Dengan jumlah penerbangan sebelum adanya kenaikan harga tiket, normalnya berkisar antara 230 hingga 235 penerbangan per hari.

Namun, saat ini jumlah penerbangan turun menjadi hanya 160 sampai dengan 175 penerbangan per hari.

Wisnu mengatakan, selain harga tiket yang naik, bagasi berbayar juga menjadi salah satu faktor penurunan jumlah penumpang.

Wisnu menilai, dalam hal tingginya harga tiket, PT Angkasa Pura II tidak dapat berbuat banyak.

Hal tersebut merupakan domain Kementerian Perhubungan.

Namun, untuk menyikapi hal dimaksud, pihaknya berusaha melaksanakan berbagai kegiatan seperti forum group diskusi.

“Mempromosikan rute-rute potensial kepada airlines, dan menggelar berbagai event seperti travel fair, kulinairi fair, otomotive fair dan lainnya,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Sumatera Utara, Willy TM Sihombing mengatakan, tingginya tiket pesawat dan tarif bagasi sangat berpengaruh pada penjualan tiket pesawat oleh travel agent.

Kenaikan tarif bagasi seperti yang sekarang ini mengejutkan banyak penumpang sehingga 75 persen penumpang mengurungkan niat untuk membeli tiket pesawat.

“Sekarang ini semua tour and travel agent sangat merasakan dampak tingginya harga tiket. Tidak hanya mengeluhkan, tapi menjerit bahkan demo. Tapi hasilnya ya belum seperti yang diharapkan,” katanya.

Bandara di Pekanbaru Rugi Rp 12 Miliar

Melansir Uri.co.id, PT Angkasa Pura II yang merupakan pengelola Bandara SSK II Pekanbaru, mengaku merugi karena kenaikan harga tiket pesawat.

Executive General Manager (EGM) Bandara SKK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait mengatakan, kenaikan harga tiket mengakibatkan penurunan penumpang hingga 28 persen.

Hal itu mengakibatkan kerugian mencapai Rp 12 miliar.

“Kalau dari sisi penurunan penumpang itu sudah di atas 28 persen. Dan dari sisi pendapatkan juga sangat terasa, ada potential loss yang cukup besar. Kalau dirata-rata tiap bulan mencapai angka Rp 3 miliar,” kata Jaya, Rabu (8/5/2019).

“Jadi kalau rata-rata Rp 3 miliar tiap bulan, sudah berlangsung empat bulan ini ya sudah Rp 12 miliar kerugian minimum yang kami rasakan,” sambung dia.

Pihaknya berharap, harga tiket bisa turun atau kembali normal, khususnya jelang angkutan Lebaran.

“Angkasa Pura II sebagai penyelenggara bandara tidak punya wewenang untuk menekan harga tiket pesawat. Kami hanya bisa mengimbau maskapai,” ungkapnya.

Ia mengaku tak mengetahui pasti mengapa perusahaan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket.

Hingga kini maskapai juga tak kunjung menurunkan harga tiket pesawat.

Padahal Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah memerintahkan hal tersebut berkali-kali.

“Kita juga masih bingung, salah satu kenaikan menurut mereka karena harga avtur. Tapi dibanding dengan harga di luar negeri relatif sama,” ucapnya.

Selain penerbangan domestik yang mengalami penurunan, yakni sekitar 28 penerbangan baik datang dan berangkat setiap harinya, Jaya memaparkan, penerbangan internasional juga cenderung lesu.

Salah satunya, maskapai Air Asia yang sudah membatalkan penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia, sejak 7 hingga 23 Mei 2019.

“Alasannya karena alasan operasional. Tapi biasanya karena memang jumlah penumpang yang sedikit. Meningkat paling saat angkutan Lebaran. Itu pun naiknya dari kondisi saat ini, paling 6 sampai 8 persen,” tuturnya.

Harga tiket pesawat untuk rute Pekanbaru ke Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma di Jakarta, saat ini masih bertahan di atas Rp 1 juta per penumpang.

Uri.co.id : Tiket Pesawat Mahal, Bandara Kualanamu Rugi Rp 2 Miliar per Bulan ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!