Terima Informasi Warga, WH dan Petugas DSI Langsa Gerebek Warung Jual Nasi Pada Siang Bolong

oleh

Uri.co.id, LANGSA — Petugas Dinas Syariat Islam (DSI) dan polisi Wilayatul Hibah (WH) Senin (13/5/2019) pukul 12.30 WIB mengamankan seorang ibu rumah tangga karena menjual nasi siang hari.

“Selain itu juga petugas mengamankan 3 warga yang sedang makan di warung tersebut,” ujar Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Uri.co.id.

Dia menambahkan, penggrebekan ini menindak lanjuti laporan masyarakat bahwa ada warung di Gampong Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baro, berjualan nasi si siang hari.

“Sesuai laporan warga ibu rumah tangga berinisial SE (51) warga Gampong Geudubang Aceh, selama bulan Ramadhan ini sengaja berjualan nasi di siang hari,” ujarnya.

Wakhim sapaan akrap Ibrahim Latif menyebutkan, dari kejauhan warung milik SE ini nampak tertutup. Namun ketika didekati ternyata pintu warung tersebut terbuka sedikit.

Saat digerebek di dalam warung itu di dapati sejumlah laki-laki yang sedang makan.

Selanjurnya pemilik warung SE, nasi serta semua lauk makanan dan minuman maupun peralatan makan lainya disita petugas, dibawa ke Kantor Dinas Syariat Islam Langsa.

Lalu, 3 laki-laki yang sedang makan di warung itu juga ikut diboyong petugas penegakan syariat Islam ini, yaitu TR (52), RM (50) dan MR (17) semuanya warga Gampong Geudubang Jawa.

Dijelaksan Wakhim, mereka telah melanggar Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2002, Pasal 10 ayat (1) menyebutkan, setiap orang/badan usaha dilarang menyediakan fasilitas/peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar’i untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan.

Ayat (2) disebutkan, setiap muslim yang tidak mempunyai uzur syar’i dilarang makan atau minum di tempat/ di depan umum pada siang hari bulan Ramadhan.

Kemudian Pasal 22 ayat (1) diamsebutkan, barang siapa yang menyediakan fasilitas/ peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar’i untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Ayat (1) dipidana dengan hukuman ta’zir berupa hukuman penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak 3 juta rupiah, atau hukuman cambuk didepan umum paling banyak 6 kali dan dicabut izin usahanya.

Ayat (2) barang siapa yang makan atau minum ditempat/ didepan umum pada siang hari bulan ramadhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) dipidana dengan hukuman ta’zir berupa hukuman penjara paling lama 4 bulan atau hukuman cambuk di depan umum paling banyak 2 kali. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!