Tanggapi Aksi Demo Pemuda dan Mahasiswa, Ini Jawaban PTPN 1 Langsa

oleh

Uri.co.id, LANGSA – Direktur Operasional PTPN 1 Langsa, Deswanto di hadapan para demonstran mengatakan PTPN 1 Langsa mendukung program pembangunan di Pemko Langsa.

Hal ini dibuktikan PTPN 1 telah melakukan pelepasan HGU perkebunan pohon kelapa sawit seluas 1.300 hektare untuk perluasan RTRW Kota Langsa.

Sedangkan 31 hektare lahan PTPN 1 Langsa ini sedang dalam proses dan ada mekanisme hukum serta aturan yang harus dilalui, dimana Direksi PTPN 1 hanya berkewajiban menjaga asset.

Pemko Langsa menunjuk KJPP menilai asset atau lahan seluas 31 hektare ini.

Setelah dianalisa KJPP, turun harga ditujukan kepada PTPN 1 harganya sekitar Rp 3 miliar.

Namun setelah dibagi 31 hektare, di bawah NJOP yaitu hanya Rp 8.900, sedangkan NJOP Rp 11.000 ribu.

“Kami sebagai penanggung jawab tentunya diminta tanggung jawab atas analisa apa menerima itu. Kita ajukan ke Pemko, melalui PN Langsa tidak menerima keberatan kami itu. Akhirnya kita tempuh proses kasasi ke MA, dan kasasi ini tentunya lama,” ujarnya.

Deswanto menambahkan, Wali Kota Langsa memahami masalah di PTPN 1 tersebut dan PTPN 1 juga memahami kebutuhan Wali Kota (Pemko Langsa).

Kemudian dirinya berdiskusi dengan Wali Kota Langsa bagaimana pohon bisa ditebang sekarang untuk pembangunan perluasan RTH Hutan Kota.

Wali Kota mengatakan berapa pun nilai ganti rugi yang diputuskan atau turun dari MA, maka Pemko Langsa siap menerimanya, yang penting pohon bisa ditebang karena project (proyek) perluasan RTH Jutan Kota Langsa ini akan berakhir 2019 ini.

“Kami paham kebutuhan Pemko, namun tentunya kami juga harus taat hukum, oleh karenanya kami minta surat pernyataan dari Wali Kota Langsa, beliau sangat koperatif dan membuat surat pernyataan itu,” jelasnya.

Disebutkan Desmanto, surat pernyataan dari Wali Kota Langsa itu pada Selasa (7/5/2019) lalu diserahkan ke Holding PTPN III, lalu Kamis (9/5) pihaknya berdiskusi ke Pemko Langsa terkait izin penebangan pohon untuk perluasan RTH Hutan Kota.

Pada prinsipnya PTPN 1 Langsa sepakat dan menyetujui program Pemko Langsa dan mulai hari ini penebangan pohon kelapa sawit di area HGU PTP 1 Langsa boleh dikerjakan untuk perluasan RTH Hutan Kota Langsa yang berada ratusan meter saja dari Kantor Direksi PTPN I Langsa tersebut.

“Kita dari kedua belah pihak harus menahan diri agar tidak terprovokasi. Sedangkan terkait ada berapa hal tuntutan mahasiswa, akan kami bicarakan bersama jajaran Direksi, dan mari bersama-sama kita saling bermanfaat,” imbuh Deswanto.

Sebelumnya, ratusan massa mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda, Mahasiswa Kota Langsa, Senin (13/5/2019) melakukan unjuk rasa ke Kantor Direksi PTPN I Langsa.

Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Langsa mengeluarkan 6 tuntutan ke PTPN 1 Langsa.

Antara lain meminta PTPN 1 Langsa mencabut kasasi di Mahkamah Agung terkait permasalahan lahan HGU untuk pengembangan RT/RW Kota Langsa.

Massa juga menuntut permintaan maaf security, karyawan, direksi dan Dirut PTPN 1 Langsa yang dipublikasikan di media atas tindakan arogansi terhadap pemuda mahasiswa.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!