Paru, Sentra Penghasil Timun Suri

oleh

* Distanpang Gratiskan Sewa Lahan

MEUREUDU – Cuaca cerah pada bulan Ramadhan menjadi peluang besar bagi petani tanaman hortikultura, khususnya buah-buahan. Dari sederetan jenis buah-buahan yang dijual di pasar, timun suri (bahasa Aceh disebut timon wah) tergolong laku keras. Harganya sekira Rp 15.000 per buah. Di Pidie Jaya, kawasan utama penghasil timun ini adalah Kemukiman Paru, Kecamatan Bandarbaru.

Karena timun ini diminati warga pada setiap bulan Ramadhan, sehingga penanaman dilakukan sekitar dua bulan sebelumnya. Atau dengan kata lain, diupayakan panen pada awal puasa. Selain timun suri, ada juga yang menyebut timon gapu atau timon masak. Paru merupakan penghasil timun Aceh. Ketika musim panen tiba, jenis timun ini terkadang dipasok hingga ke beberapa kabupaten tetangga, bahkan terkadang hingga ke Banda Aceh.

Sekretaris Dinas Pertanian Pangan (Distanpang) Pijay, Rusdi SP, yang ditanya Serambi menyebutkan, saat ini luas tanam timun suri di Bandarbaru kurang lebih 10 hektare, tersebar di beberapa gampong. Yang terluas di Gampong Paru Cot dan Paru Keude. Di Paru Cot, timun ini juga diusahakan pada lahan milik Balai Benih Utama (BBU) Palawija dan Hortikultura. Di kompleks ini rutin ditanami timun suri.

Salah seorang petani kepada Serambi menuturkan, mereka menanam timun suri di lahan milik pemerintah sudah bertahun-tahun dan sama sekali tidak dipungut sewa alias gratis. Timun ini mulai panen pada umur 56 hari dan berlanjut hingga 20 hari atau tiga pekan berikutnya. Begitu panen, pedagang pun tiba di lahan untuk membelinya dengan harga rata-rata Rp 10.000 per buah.

Azwar, salah seorang pedagang yang ditemui Serambi di lahan, Minggu (12/5), menyebutkan, timun yang dibeli di Paru selanjutnya dijual ke gampong-gampong seharga Rp 15.000/buah. Dengan kondisi alam yang cerah selama ini, lanjut Azwar, buah berair ini diminati konsumen. “Permintaan buah segar ini belakangan tergolong lumayan bagus karena didukung cuaca cerah,” timpalnya lagi.

Amatan Serambi, Minggu (12/5), beberapa petani Paru Cot dan Paru Keude bersama anggota keluarganya dengan wajah ceria memanen timun suri. Mereka mengaku tertarik menanam komoditas ini karena tidak repot-repot menjual hasil panen ke pasar, karena didatangi langsung pedagang ke kebun. Pun begitu ada juga yang menjaja di pinggir jalan. Apalagi, lanjut petani tadi, kebanyakan pedagang sudah tahu betul Paru ini sebagai kawasan penghasil timun suri terbesar di Pijay.(ag) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!