Proyek Taman Kota belum Dikerjakan

oleh

SIGLI – Pemkab Pidie memplot anggaran ratusan juta rupiah untuk proyek taman kota yang dapat memperindah Kota Sigli, khususnya menyambut MTQ Aceh ke-34 di Pidie pada Juli mendatang.

Masing-masing proyek tersebut yakni taman di depan meuligoe bupati, pinggiran sungai, hingga pengadaan pot dan bunga. Sayangnya, hingga pertengahan Mei, proyek ini belum direalisasikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pidie, Muslim, kepada Serambi, Minggu (12/5) mengatakan, tahun ini Pemkab menganggarkan dana untuk pembangunan tiga proyek taman yang terletak di seputaran Kota Sigli. Jumlah dana diplotkan untuk tiga taman tersebut besarannya bervariasi yang bersumber dari APBK Pidie.

Rinciannya, untuk taman di depan meuligoe Bupati Pidie dengan dana Rp 400 juta. Lalu, taman di pinggir aliran sungai di depan kantor BRI lama dengan anggaran Rp 105 juta. Pekerjaannya, antaran lain penimbunan taman dan pemasangan pagar dari bahan stainless steel, juga pembangunan taman di depan SD 3 Sigli.

Selain itu, sebut Muslim, tahun ini Pemkab menganggarkan dana untuk proyek pengadaan pot dan bunga dengan anggaran sebesar Rp 315 juta. Proyek tersebut menjadi fokus Pemkab untuk menyambut MTQ Aceh ke-34 di Pidie. “Keempat proyek tersebut belum dikerjakan. Sampai kini masih dilakukan proses tender,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk lampu jalan, sampai kini tercatat 110 lampu jalan yang menggunakan tenaga surya di jalan Prof A Majid Ibrahim hingga ke ruas jalan di depan Polres Pidie. Lampu tersebut telah berusia tiga tahun, sehingga banyak yang tidak menyala akibat sekring tidak berfungsi.

“Baterai sudah habis. Kalau kita ganti baterai, harganya Rp 10 juta per tiang. Jadi, kita butuh dana paling kurang Rp 2 miliar,” jelas Muslim, Minggu (12/5). Selama ini baterai tidak diganti karena daya tahannya tidak lama, hanya tiga tahun. Masalah yang sama kembali muncul ketika durasi pemakaian baterai itu telah habis.

Muslim mengaku berencana kembali beralih ke model lama, yang menghidupkan lampu dengan menggunakan energi dari listrik, bukan tenaga surya. Listrik tenaga surya ini merupakan hibah pemerintah Aceh. “Rencana kami, tahun ini kita usul kembali ke semula, yakni pakai tenaga listrik. Jadi, tenaga surya ini tidak kita pakai lagi,” tandasnya.

Muslim melanjutkan, untuk lampu jalan di ruas jalan Blok Sawah menuju Blang Paseh yang sebagian tidak menyala, hingga kini masih dalam perawatan dinas di Provinsi Aceh. Tahun ini, kata Muslim, Pemkab mendapatkan proyek lampu papan informasi jenis Light Elektronic Display (LED) dari Pemerintah Aceh. “Total lampu LED berjumlah 105 unit akan dipasang di dalam Kota Sigli. Lampu tersebut akan dipasang pada tahun ini,” pungkasnya.

Komisi C: Jangan
Abaikan Perawatan
Ketua Komisi C DPRK Pidie, Drs Isa Alima, kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, Pemkab seharusnya mempercepat proyek tiga taman, mengingat anggaran telah diplotkan dalam APBK 2019. Proyek itu harus dibangun secara sempurna agar bisa menampilkan keindahan Kota Sigli dari taman tersebut. Apalagi menyambut MTQ Aceh, yang tentunya banyak tamu datang dari seluruh penjuru Aceh.

Dikatakan, ketiga taman tersebut selama ini tidak terurus, karena kurang perhatian Pemkab untukperawatan. Akibatnya, terkesan kumuh dan semraut. “Kita berharap Pemkab tidak hanya pandai memplotkan dana untuk pembangunan taman, akan tetapi perawatan taman tersebut harus menjadi prioritas utama. Sebab, sering kita temukan perawatan taman diabaikan Pemkab, sehingga mubazir dana yang telah diplotkan untuk pembangunan taman setiap tahun,” jelasnya. (naz/aya) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!